GalaPos ID, Kab. Kupang.
Membangun sekolah tanpa memastikan akses yang layak berisiko membuat pemerataan pendidikan hanya menjadi slogan.
Menjawab tantangan tersebut, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT) membangun peningkatan jalan hotmix sepanjang lebih dari 5 kilometer menuju lokasi Sekolah Rakyat di Desa Oelamasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.
"Bangunan sekolah memang penting, tetapi siswa tidak berangkat ke sekolah dengan pidato peresmian—mereka membutuhkan jalan yang bisa dilewati setiap hari."
Baca juga:
- Gawai Jadi "Guru Kedua", KKN Unhas Hadir Bangun Literasi Digital Anak Desa
- Febrie Adriansyah Ditahan, Mantan Jampidsus Klaim Dikriminalisasi
- PA GMNI NTT Hidupkan Lagi Perjuangan UU Provinsi Kepulauan
Gala Poin:
1. BPJN NTT membangun jalan hotmix sepanjang lebih dari 5 kilometer menuju Sekolah Rakyat di Desa Oelamasi, Kabupaten Kupang.
2. Peningkatan jalan didanai APBN 2026 sebagai dukungan terhadap akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
3. Infrastruktur jalan diharapkan memperlancar mobilitas guru, siswa, dan distribusi logistik, namun keberhasilan program tetap bergantung pada kualitas layanan pendidikan secara menyeluruh.
Pembangunan jalan dengan konstruksi asphalt concrete (AC) itu menjadi bagian dari dukungan terhadap program prioritas pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas guru, siswa, maupun distribusi logistik sekolah.
"Kami mendukung penuh kehadiran Sekolah Rakyat. Salah satu kuncinya adalah akses jalan. Makanya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) alokasikan dana untuk pekerjaan peningkatan jalan sepanjang 5 KM dengan hotmix yang ditangani oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT. Semua ini dilakukan agar guru, siswa dan distribusi logistik sekolah lancar dan tidak terjadi masalah," ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Kupang, Kementerian Pekerjaan Umum, Victor, saat dihubungi pada Jumat, 24 Juli 2026, malam hari waktu setempat.
Baca juga:
Gubernur Mualem Petakan Persoalan Aceh, dari Banjir hingga Tambang Ilegal
Di balik pembangunan fisik tersebut, tantangan berikutnya adalah memastikan infrastruktur benar-benar mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Jalan yang baik memang membuka akses, tetapi keberhasilan Sekolah Rakyat juga akan ditentukan oleh kesiapan tenaga pendidik, fasilitas belajar, keberlanjutan anggaran, serta pengelolaan program agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang menjadi sasaran.
Penulis: Erasmus NN
Baca juga:
Aceh Dorong Resi Gudang Nilam, Mampukah Akhiri Permainan Spekulan?
Sekolah bisa dibangun dalam hitungan bulan, tetapi tanpa jalan yang layak, perjalanan menuju pendidikan tetap terasa jauh.
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #SekolahRakyat #BPJNNTT #Infrastruktur #PendidikanIndonesia #KabupatenKupang

.jpg)