Dasco Nilai Nanik S. Deyang Layak Pimpin BGN, DPR Janji Awasi Kinerja

GalaPos ID, Jakarta.
Pergantian pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi perhatian publik di tengah besarnya anggaran dan tingginya ekspektasi terhadap program pemenuhan gizi nasional.
Nanik S. Deyang resmi ditunjuk sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana, dengan dukungan dari Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang menilai keputusan tersebut sebagai langkah yang tepat.

Dasco Nilai Nanik S. Deyang Layak Pimpin BGN, DPR Janji Awasi Kinerja
Jabatan boleh berganti, tetapi publik menunggu lebih dari sekadar seremoni pergantian kursi. Di tengah anggaran besar program gizi nasional, Nanik S. Deyang kini menghadapi ujian sesungguhnya: membuktikan bahwa yang bergizi bukan hanya laporan, tetapi juga hasil yang dirasakan masyarakat. Foto: istimewa

"Saat dapur bermasalah berhasil ditutup, tantangan berikutnya lebih besar: memastikan kepercayaan publik tidak ikut 'mati kompor'."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Nanik S. Deyang resmi ditunjuk sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana.
2. Dasco menilai Nanik layak memimpin karena aktif melakukan pengawasan lapangan dan menutup dapur yang tidak memenuhi standar.
3. DPR menegaskan akan tetap mengawasi kinerja BGN untuk memastikan pelayanan dan manfaat program gizi berjalan optimal.


Penunjukan ini tidak hanya menjadi soal pergantian jabatan, tetapi juga menjadi ujian bagi efektivitas pengawasan dan kualitas pelayanan program gizi yang menyentuh jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia. Publik kini menanti apakah pergantian kepemimpinan akan membawa perbaikan nyata dalam tata kelola program yang selama ini kerap menjadi sorotan.

Dasco menilai Nanik memiliki rekam jejak lapangan yang cukup kuat selama menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam mendukung keputusan Presiden Prabowo Subianto.

"Kalau kemudian kita lihat selama ini Bu Nanik adalah wakil kepala BGN yang belum lama di situ tetapi kemudian Bu Nanik ini banyak melakukan kerja-kerja lapangan, melakukan monitoring-monitoring lapangan, dan juga banyak sudah menutup dapur-dapur yang tidak memenuhi syarat di lapangan," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.

Baca juga:
Siapa Dalang di Balik Serangan Andrie Yunus? Ini Tuntutan TAUD

Dasco juga menegaskan bahwa pengangkatan Nanik merupakan hak prerogatif Presiden, namun menurut pandangannya keputusan tersebut layak diapresiasi.
 
"Menurut kami pada hemat kami keputusan Presiden untuk mengangkat walaupun itu adalah hak prerogatif dari pihak pemerintah dalam hal ini Presiden mungkin adalah pilihan yang tepat," ujarnya.

Meski memberikan dukungan, DPR menegaskan tidak akan melepas fungsi pengawasannya. Kinerja kepemimpinan baru BGN tetap akan dipantau untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

"Saya pikir pemerintah mungkin mempunyai pertimbangan sendiri dan silakan nanti kemudian kepemimpinan yang baru juga kemudian dinilai oleh masyarakat penerima manfaat dan tentunya dari DPR juga akan memantau," pungkas Dasco.

Nanik S. Deyang Pimpin BGN, Publik Menanti Pembuktian di Tengah Sorotan Program Gizi Nasional
Kursi pimpinan BGN berganti penghuni. Kini publik menanti, apakah yang berubah hanya papan nama kantor atau kualitas program gizi nasional? Foto BPMI Setpres: Keterangan Pers Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, Jakarta, 29 Oktober 2025

Di tengah pergantian kepemimpinan ini, tantangan terbesar bukan sekadar pergantian nama di kursi pimpinan. Publik menunggu pembuktian bahwa BGN mampu meningkatkan kualitas pengawasan, memastikan dapur penyedia makanan memenuhi standar, serta menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran negara. Sebab, bagi masyarakat, yang terpenting bukan siapa yang memimpin, melainkan seberapa nyata hasil yang dirasakan di meja makan penerima manfaat.

Seperti diketahui sebelumnya, keputusan tersebut diumumkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

"Pada hari ini Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," ujar Prasetyo Hadi, di  Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.

 

Baca juga:
Geger di Pantai Teluk Penyu, Jenazah Lansia Tanpa Identitas Dievakuasi

"Jabatan boleh berganti, tetapi publik menunggu lebih dari sekadar seremoni pergantian kursi. Di tengah anggaran besar program gizi nasional, Nanik S. Deyang kini menghadapi ujian sesungguhnya: membuktikan bahwa yang bergizi bukan hanya laporan, tetapi juga hasil yang dirasakan masyarakat."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #BadanGiziNasional #NanikSDeyang #ProgramMakanBergizi #DPRRI #PrabowoSubianto

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال