GalaPos ID, Surabaya.
Di tengah perubahan pola kerja yang semakin fleksibel, ruang kerja tidak lagi terbatas pada kantor dengan sekat dan jam kerja yang kaku. Kini, laptop, koneksi internet, dan jejaring profesional menjadi aset penting bagi para pekerja digital untuk berkembang dan bersaing di pasar global.
"Ketika freelancer bisa mendapat klien dari luar negeri sambil bekerja di kafe Surabaya, batas antara lokal dan global semakin tipis. Yang tersisa hanyalah siapa yang siap bersaing."
Baca juga:
- Ole Romeny Jadi Pembeda, Timnas Indonesia Kirim Sinyal Bahaya untuk Vietnam
- Endapan Batubara di Sungai Pait Jadi Sorotan, Minta Tindakan Nyata Pemerintah
- Galangan Kapal Terjepit Kurs Dolar dan Harga Energi
Gala Poin:
1. WFA Society menggelar WFC Akbar di Surabaya sebagai ruang kolaborasi bagi remote worker, freelancer, entrepreneur, dan digital professional.
2. Networking, reputasi profesional, dan kolaborasi dinilai menjadi faktor penting dalam perkembangan karier di era kerja digital.
3. Kegiatan menghadirkan praktisi berpengalaman yang membagikan strategi menembus pasar global dan membangun karier freelance internasional.
Fenomena tersebut terlihat dalam kegiatan Work From Cafe (WFC) Akbar yang digelar WFA Society di AADK Arif Rahman Hakim, Surabaya, Selasa (9/6/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 12.00 hingga 18.00 WIB itu mempertemukan remote worker, freelancer, entrepreneur, hingga digital professional dari berbagai daerah dalam satu ruang kolaborasi.
Lebih dari sekadar bekerja bersama di satu lokasi, kegiatan ini menjadi wadah untuk memperluas jaringan profesional, berbagi pengalaman, dan membuka peluang kerja sama yang semakin dibutuhkan dalam ekosistem kerja digital.
Founder WFA Society, Nara Bagus, mengatakan bahwa komunitas yang dibangunnya bertujuan menciptakan ruang tumbuh bagi para pelaku industri digital yang selama ini banyak bekerja secara mandiri atau jarak jauh.
"WFA Society ingin menjadi tempat bagi teman-teman remote worker, freelancer, entrepreneur, dan digital professional untuk saling bertemu, belajar, dan tumbuh bersama," ujar Nara Bagus, Selasa, 9 Juni 2026.
Baca juga:
BI Rate Naik Jadi 5,5 Persen, Rupiah Dijaga, Cicilan Rakyat Terancam Membengkak
Karena itu, Co-Founder WFA Society, Andika Yogi, menilai networking menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan karier di era digital.
"Di dunia digital, kemampuan teknis memang penting. Tetapi jaringan, kepercayaan, dan relasi juga sangat menentukan perkembangan karier maupun bisnis," kata Andika.
Peserta tidak hanya bekerja bersama, tetapi juga mendapatkan berbagai sesi berbagi pengalaman dari praktisi yang telah berkiprah di pasar global.
Salah satunya disampaikan Azimatun Nikmah yang membahas peluang freelancer Indonesia untuk menembus pasar internasional. Dalam sesi tersebut, ia menekankan pentingnya membangun portofolio yang kuat, meningkatkan kemampuan komunikasi, menjaga kualitas pekerjaan, serta membangun reputasi profesional.
![]() |
| Di era kerja fleksibel, kartu absensi mulai kalah penting dibanding koneksi internet dan jaringan profesional. Yang dicari bukan lagi meja kantor, melainkan peluang global. Foto: ilustrasi |
Selain itu, peserta juga mendapatkan pengalaman langsung dari seorang Upworker berstatus Top Rated Plus yang membagikan perjalanan kariernya dalam memperoleh klien internasional dan mempertahankan kualitas layanan agar tetap dipercaya di platform freelance global.
Bagi banyak peserta, nilai utama kegiatan semacam ini bukan hanya ilmu yang diperoleh, tetapi juga kesempatan bertemu dengan sesama pekerja digital yang memiliki tantangan dan peluang serupa.
Di tengah persaingan ekonomi digital yang semakin ketat, komunitas menjadi salah satu sarana penting untuk memperluas akses informasi, membangun kolaborasi, dan mempercepat pertumbuhan karier maupun bisnis.
Baca juga:
Cinta Palsu, Uang Nyata: Dugaan Operasi Love Scamming Internasional
Melalui WFC Akbar, WFA Society berharap dapat terus memperkuat ekosistem kerja fleksibel di Surabaya serta mendorong lahirnya lebih banyak talenta digital yang mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di pasar internasional.
Bagi publik, berkembangnya komunitas pekerja digital menjadi sinyal bahwa transformasi dunia kerja sedang berlangsung. Tantangan berikutnya adalah memastikan semakin banyak talenta Indonesia memperoleh akses keterampilan, jaringan, dan peluang yang setara agar tidak hanya menjadi penonton dalam ekonomi digital global.
Baca juga:
Utang, Kepercayaan, dan Modus Mistis: Kisah Lansia Kehilangan Harta Rp248 Juta
"Ketika freelancer bisa mendapat klien dari luar negeri sambil bekerja di kafe Surabaya, batas antara lokal dan global semakin tipis. Yang tersisa hanyalah siapa yang siap bersaing."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #WFASociety #WorkFromCafe #RemoteWorkerIndonesia #FreelancerIndonesia #EkonomiDigitalIndonesia

.jpeg)