GalaPos ID, Jakarta.
Pemerintah menunjuk Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), badan baru yang akan mengawasi ekspor komoditas strategis Indonesia mulai 1 Juni 2026. Sosok warga negara Australia dengan rekam jejak tambang global itu kini akan mengawasi ekspor SDA strategis Indonesia. Profesionalisme atau ironi kedaulatan ekonomi?
![]() |
| Luke Thomas Mahony ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Foto Linkedin: Luke Mahony |
"Indonesia kaya sumber daya alam, tapi yang mengawasi kini justru ekspatriat tambang global. Nasionalisme memang kadang fleksibel kalau urusan devisa."
Baca juga:
- Ekspor SDA Satu Pintu DSI: Solusi Mafia Devisa atau Monopoli Baru?
- Dari Chat Genit hingga Sentuhan Fisik, Dugaan Pelecehan di UIN Solo Menguat
- Krisis Sampah Bali Kian Serius Ancam Pariwisata, DPRD Siapkan Perda Darurat
Gala Poin:
1. Luke Thomas Mahony ditunjuk sebagai Direktur Utama PT DSI mulai 2026.
2. Luke merupakan warga negara Australia dengan pengalaman panjang di industri tambang global.
3. Penunjukan tersebut memicu perdebatan soal profesionalisme dan kedaulatan ekonomi nasional.
Penunjukan itu langsung menjadi sorotan karena Luke merupakan warga negara Australia dengan karier panjang di industri tambang global.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, membenarkan penunjukan tersebut usai rapat di Kompleks Istana, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
"Untuk saat ini Luke Thomas," kata Rosan singkat.
Rosan mengatakan susunan lengkap manajemen DSI akan diumumkan dalam waktu dekat.
"Ya ini kan kita lagi dalam tahap untuk menguatkan tim. Nanti kita akan, nanti akan kita tampilkan full-nya tim. Bisa dilihat track record-nya apa, kemampuannya jelas gitu, seperti kita bangun Danantara dulu," ujar Rosan.
Luke bukan nama asing di industri pertambangan internasional. Sebelum masuk Danantara, ia sempat menjadi Direktur sekaligus Chief Strategy and Technical Officer PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
Baca juga:
MSCI Depak 6 Saham RI, IHSG dan Rupiah Terancam Makin Tertekan
Latar belakang akademiknya juga terbilang mentereng. Luke merupakan lulusan University of New South Wales dengan gelar sarjana Mining Engineering pada 2002 serta tiga gelar master di bidang keuangan, teknik pertambangan, dan geomekanika.
Namun, di tengah daftar pengalaman global itu, muncul pertanyaan sensitif di ruang publik: mengapa pengawasan ekspor sumber daya alam strategis Indonesia justru dipimpin warga negara asing?
Pemerintah sendiri menegaskan fokus utama DSI adalah memperbaiki tata kelola ekspor nasional dan mencegah kebocoran devisa.
Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas, mengatakan pembentukan DSI merupakan mandat langsung Presiden Prabowo Subianto.
“Ini (PT DSI) kan langsung di bawah Danantara. Yang punya capital besar dan size besar kan Danantara,” ujar Rohan dalam taklimat media di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Menurut Rohan, Danantara dipilih karena memiliki kapasitas modal besar untuk menjalankan pengawasan ekspor strategis secara optimal.
Namun di luar argumentasi profesionalisme, publik melihat simbolisme lain. Di tengah narasi hilirisasi, kemandirian ekonomi, dan nasionalisme sumber daya alam, penunjukan warga negara asing pada posisi strategis memunculkan perdebatan baru soal arah kedaulatan ekonomi Indonesia.
Sebagian menilai pengalaman global Luke dapat membantu memperbaiki tata kelola ekspor yang selama ini bocor akibat praktik under invoicing dan transfer pricing.
Tetapi sebagian lain mempertanyakan apakah negara benar-benar kekurangan talenta lokal untuk mengawasi kekayaan alamnya sendiri.
Di negeri yang selalu gaduh soal “asing versus nasional”, jabatan Luke Mahony berpotensi menjadi lebih dari sekadar urusan bisnis. Ia bisa berubah menjadi simbol tentang siapa sebenarnya yang memegang kendali atas arus devisa sumber daya alam Indonesia.
Baca juga:
Dugaan Kongkalikong Tender Proyek Pipa Gas Cisem Rp Triliunan, Ini Putusan KPPU
"Luke Thomas Mahony ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Sosok warga negara Australia dengan rekam jejak tambang global itu kini akan mengawasi ekspor SDA strategis Indonesia. Nasionalisme memang kadang fleksibel kalau urusan devisa."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #LukeMahony #Danantara #EksporIndonesia #TambangIndonesia #PrabowoSubianto

