GalaPos ID, Nusantara.
Keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali diklaim menunjukkan tren positif. Otorita IKN menyebut total estimasi investasi yang masuk telah mencapai Rp72,39 triliun, terdiri dari investasi swasta dan penugasan fasilitas publik oleh Kementerian/Lembaga.
Di tengah janji kota masa depan, publik masih sibuk menghitung: ini investasi nyata atau sekadar optimisme yang dibangun di atas maket dan presentasi?
"Pemerintah menyebut investor makin percaya pada IKN. Publik pun bertanya sederhana: percaya pada kotanya, atau percaya proyeknya akan terus dibiayai negara?"
Baca juga:
- Dunia Malam dan Narkoba Seret Pelajar SMA di Batu Bara ke Jerat Hukum
- Puluhan Kapal Aktivis Gaza Dihentikan Israel, Diplomasi Global Memanas
- Agung Budhy Hambaka Renovasi Masjid dan Bantu APAR untuk SMAN 112 Jakarta
Gala Poin:
1. Otorita IKN mengklaim total investasi di Nusantara mencapai Rp72,39 triliun.
2. Sebanyak 11 kerja sama investasi berasal dari investor asing dari enam negara.
3. Pemerintah menyebut IKN mulai membentuk ekosistem kota, tetapi publik masih menanti bukti nyata dampaknya.
Nilai investasi jumbo itu disampaikan Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, di tengah sorotan publik terkait keberlanjutan proyek ambisius ibu kota baru yang masih menyisakan berbagai pertanyaan soal efektivitas, kesiapan infrastruktur, hingga dampaknya terhadap keuangan negara.
“Total angka estimasi investasi sebesar Rp72,39 triliun ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap IKN terus berjalan,” ujar Troy dalam keterangan yang diterima GalaPos ID, Selasa, 19 Mei 2026.
Troy merinci, angka tersebut terdiri atas investasi swasta murni sebesar Rp60,29 triliun dan investasi fasilitas publik serta penugasan Kementerian/Lembaga sebesar Rp12,10 triliun. Hingga saat ini, tercatat ada 75 Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 65 pelaku usaha untuk investasi swasta murni, serta 15 penugasan kepada Kementerian/Lembaga.
Baca juga:
WSKT Pertahankan Direksi Lama, Utang Turun Rp16 T Ujian Kepercayaan Publik
Namun, di sisi lain, publik masih menanti sejauh mana investasi tersebut benar-benar berdampak pada percepatan pembangunan fisik, pembukaan lapangan kerja, dan kepastian ekosistem kota yang layak dihuni. Troy Pantouw menilai geliat investasi menjadi penanda bahwa Nusantara mulai bergerak dari tahap pembangunan menuju kehidupan kota yang sesungguhnya.
“Ketika infrastruktur dasar, hunian, energi, layanan publik, dan aktivitas ekonomi mulai terbentuk, di situlah kota ini mulai hidup. Investasi ini menjadi jembatan dari pembangunan menuju kehidupan kota,” tutup Troy.
![]() |
| Saat rakyat masih debat harga beras dan cicilan rumah, IKN justru sudah bicara investasi Rp72 triliun. Kota masa depan memang beda level obrolannya. Foto: Octa |
Di tengah optimisme pemerintah, tantangan terbesar IKN justru ada pada pembuktian. Sebab, publik bukan hanya ingin melihat angka investasi dan seremoni penandatanganan kerja sama, melainkan hasil nyata: kota yang benar-benar hidup, dihuni, dan tidak sekadar menjadi simbol proyek mercusuar baru negara.
Baca juga:
Senat AS Blokir Dana Keamanan Ballroom Trump, Perang Anggaran Panas
"Puluhan triliun rupiah mengalir ke IKN, pemerintah menyebut Nusantara mulai “hidup”. Di tengah janji kota masa depan, publik masih sibuk menghitung: ini investasi nyata atau sekadar optimisme yang dibangun di atas maket dan presentasi?
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #IKN #IbuKotaNusantara #InvestasiIndonesia #BeritaNasional #EkonomiIndonesia
.jpg)
.jpg)