Kenaikan Harga Plastik Tekan UMKM Tanah Laut, Penjualan Lesu

GalaPos ID, Kab. Tanah Laut.
Kenaikan harga plastik hingga 60 persen di Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), mulai menekan aktivitas perdagangan.
Lonjakan harga yang terjadi dalam waktu singkat membuat penjualan pedagang menurun dan memperberat beban pelaku usaha kecil.

Harga Plastik Naik 60 Persen di Pelaihari, Penjualan Pedagang Turun
Harga plastik di Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, naik hingga 60 persen. Kondisi ini berdampak pada penurunan penjualan dan menekan pelaku usaha kecil. Foto: Syaiful TL

"Harga plastik melonjak hingga 60 persen di Tanah Laut, penjualan anjlok—pelaku usaha kecil mulai tertekan."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Harga plastik di Pelaihari naik hingga 60 persen dalam waktu singkat.
2. Penjualan pedagang menurun akibat daya beli masyarakat melemah.
3. UMKM terdampak, masyarakat mulai beralih membawa kantong sendiri.


Kenaikan harga terjadi di sejumlah titik perdagangan, seperti kawasan Jalan Parit Mas dan Pasar Bawah Pelaihari. Berdasarkan keterangan pedagang, lonjakan berlangsung bertahap namun cepat, dari kisaran 5 persen hingga kini mencapai 40–60 persen.

Beberapa jenis plastik bahkan mengalami kenaikan drastis. Plastik untuk es batu atau bawang yang sebelumnya dijual Rp6.500 per bungkus kini naik menjadi Rp12.000.

Fluktuasi harga juga terbilang ekstrem karena dapat berubah dalam satu hari, dari pagi hingga sore. Salah seorang pedagang plastik, Saputra, menyebut hampir seluruh jenis plastik mengalami kenaikan signifikan, terutama jenis yang paling banyak digunakan masyarakat.

“Plastik PE satu karung sekarang lebih dari Rp1 juta, padahal biasanya sekitar Rp900 ribu. Saat ini harganya mencapai Rp1.330.000. Jenis yang paling sering digunakan adalah plastik PE dan kantong hitam ukuran kecil hingga sedang, dan hampir semua jenis plastik mengalami kenaikan,” jelas Saputra saat ditemui pada Senin, 6 April 2026.

Baca juga:
Stabilitas BBM Bergantung pada Pertamina, DPR Ingatkan Potensi Risiko

Kenaikan ini tidak hanya berdampak pada pedagang, tetapi juga pelaku UMKM yang sangat bergantung pada plastik sebagai kemasan. Biaya operasional meningkat, sementara daya beli masyarakat cenderung menurun.
 
Situasi tersebut mendorong perubahan perilaku konsumen. Sebagian masyarakat mulai mengurangi penggunaan plastik dengan membawa kantong belanja sendiri sebagai langkah efisiensi.

Namun, kondisi ini juga menjadi sinyal lemahnya stabilitas harga komoditas berbasis impor yang rentan terhadap gangguan pasokan. Tanpa intervensi atau langkah mitigasi, tekanan terhadap pelaku usaha kecil berpotensi semakin besar.

 

Baca juga:
Komisi II DPR: Kualitas SDM Kunci Validitas Data Pemilu

"Harga plastik di Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, naik hingga 60 persen. Kondisi ini berdampak pada penurunan penjualan dan menekan pelaku usaha kecil."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #HargaPlastik #UMKM #EkonomiDaerah #Inflasi #TanahLaut

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال