GalaPos ID, Jakarta.
Di tengah meningkatnya tekanan terhadap ketahanan energi nasional, Jakarta Drilling Society (JDS) resmi membuka Drilling Academy Program Batch 7 Tahun 2026. Program ini diklaim sebagai solusi untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor energi, khususnya pengeboran minyak, gas, dan panas bumi.
| Jakarta Drilling Society meluncurkan Drilling Academy Batch 7 Tahun 2026 untuk menjawab kebutuhan SDM energi. Foto: istimewa |
"Lebih dari 1.000 pendaftar berebut 140 kursi Drilling Academy JDS 2026—indikasi kuat krisis talenta energi yang belum terjawab sepenuhnya."
Baca juga:
- TRIV Gandeng Indomaret, Investasi Kripto Makin Mudah tapi Perlu Dikritisi
- Kenapa Banyak UMKM Gagal? Ini Jawaban dari Perjalanan DeVaFez
- Job Edu Fair 2026: Strategi SMK N 6 Yogyakarta Tekan Pengangguran
Gala Poin:
1. Tingginya minat peserta menunjukkan krisis akses pelatihan SDM energi.
2. Program JDS menjadi langkah awal, tetapi skalanya masih terbatas.
3. Kebutuhan SDM energi nasional jauh lebih besar dari kapasitas program saat ini.
Namun, di balik seremoni pembukaan yang dihadiri pemerintah, regulator, dan pelaku industri, muncul pertanyaan mendasar: apakah program ini cukup untuk menjawab krisis SDM energi yang kian kompleks?
Lebih dari 1.000 pendaftar mengikuti seleksi ketat, tetapi hanya 140 peserta yang diterima. Angka ini menunjukkan tingginya minat generasi muda, sekaligus memperlihatkan keterbatasan akses terhadap pelatihan berkualitas di sektor strategis ini.
Ketua Umum JDS, Yudi Hartono, mengakui besarnya tantangan yang dihadapi industri energi saat ini.
“Industri energi saat ini menghadapi tekanan besar, baik dari sisi produksi maupun transisi energi. Karena itu, kita membutuhkan talenta yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga adaptif terhadap perubahan,” ujar Yudi Hartono, dalam keterangan yang diterima GalaPos ID, Senin, 20 April 2026.
Baca juga:
Asem-asem Kambing Nganjuk, Kuliner Legendaris yang Tetap Diburu hingga Kini
Sejak berdiri pada 2019, JDS telah meluluskan ratusan alumni. Namun, jika dibandingkan dengan kebutuhan industri energi nasional yang terus meningkat, jumlah tersebut masih relatif kecil.
Sekretaris Jenderal JDS, Redha Bhawika Putra, menyampaikan bahwa penguatan kurikulum dan kolaborasi industri menjadi fokus ke depan.
“Dana Abadi ini menjadi langkah strategis agar program pengembangan SDM energi dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan,” jelasnya.
Meski demikian, keberadaan Dana Abadi belum tentu menjawab persoalan struktural, seperti distribusi akses pendidikan, kesiapan perguruan tinggi, hingga ketimpangan antara kebutuhan industri dan kurikulum akademik.
| Lebih dari 1.000 pendaftar berebut 140 kursi Drilling Academy JDS 2026—indikasi kuat krisis talenta energi yang belum terjawab sepenuhnya. Foto: istimewa |
Target Ambisius, Tantangan Nyata
Pemerintah melalui Kementerian ESDM menargetkan kapasitas energi nasional mencapai 52 Giga Watt pada 2034. Target ini membutuhkan dukungan SDM dalam jumlah besar dan kompetensi tinggi.
Perwakilan industri menegaskan bahwa keberhasilan sektor energi tidak hanya diukur dari produksi.
Pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan menjadi faktor kunci, termasuk kesiapan tenaga kerja menghadapi transisi energi.
Pemuda di Tengah Narasi Besar Energi Nasional
Tema “Peran Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045” menjadi narasi utama program ini. Namun, tanpa perluasan akses dan skala program, peran pemuda berpotensi hanya menjadi slogan.
Ketua Panitia, Ira Tuanaya, menyatakan optimisme terhadap program ini.
“Grand Opening ini menjadi langkah awal bagi keberhasilan Drilling Academy Program ke depan,” ujarnya.
Baca juga:
Cerita DeVaFez: Hampir Bangkrut, Kini Masuk Puluhan Retail Modern
Optimisme ini penting, tetapi publik juga membutuhkan transparansi: seberapa besar dampak nyata program ini terhadap kebutuhan industri?
Antara Simbol dan Solusi
Drilling Academy JDS adalah langkah positif, tetapi belum cukup untuk disebut solusi komprehensif. Tantangan energi Indonesia membutuhkan pendekatan yang lebih luas—dari reformasi pendidikan, investasi SDM, hingga kebijakan yang berpihak pada penguatan kapasitas nasional.
Baca juga:
2.000 Kasus per Tahun, Pemerintah Perketat Pengawasan Platform Digital
"Jakarta Drilling Society meluncurkan Drilling Academy Batch 7 Tahun 2026 untuk menjawab kebutuhan SDM energi. Tingginya minat peserta membuka fakta baru soal ketimpangan tenaga kerja di sektor energi nasional."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #EnergiNasional #SDMEnergi #DrillingAcademy #KetahananEnergi #IndonesiaEmas2045