GalaPos ID, Jambi.
Harga plastik di Kota Jambi melonjak hingga dua kali lipat dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan signifikan ini diduga kuat dipicu gangguan rantai pasok bahan baku impor akibat konflik geopolitik di Timur Tengah, yang kini berdampak langsung pada pelaku usaha lokal.
![]() |
| Harga plastik di Kota Jambi melonjak hingga 100 persen akibat gangguan pasokan bahan baku dari konflik Timur Tengah. Foto: Joko |
"Harga plastik di Kota Jambi melonjak hingga 100 persen—dampak konflik global kini langsung menekan pelaku usaha lokal."
Baca juga:
- Bali Jadi “Safe Haven” Pariwisata Saat Dunia Bergejolak
- Yulisman Dukung B50, Indonesia Berpeluang Stop Impor Solar
- Harga Plastik Melonjak Tajam, DPR Desak Kemendag Segera Intervensi
Gala Poin:
1. Harga plastik di Jambi naik hingga 100 persen akibat gangguan pasokan global.
2. Konflik Timur Tengah memicu terganggunya rantai distribusi bahan baku impor.
3. Pedagang mengalami penurunan daya beli dan berharap intervensi pemerintah.
Sejumlah jenis plastik mengalami lonjakan harga tajam. Polyethylene (PE) kini dijual sekitar Rp53 ribu per kilogram, polypropylene (PP) mencapai Rp54 ribu, dan high density polyethylene (HDPE) menembus Rp55 ribu per kilogram.
Sebelumnya, harga komoditas tersebut masih berada di kisaran Rp25 ribu hingga Rp28 ribu per kilogram. Lonjakan ini menunjukkan tingginya ketergantungan industri dalam negeri terhadap bahan baku impor. Ketika distribusi global terganggu, dampaknya langsung terasa hingga ke tingkat pedagang.
Salah seorang pedagang plastik, Ira, mengaku kenaikan harga tersebut membuat daya beli masyarakat menurun drastis. Kondisi ini berimbas pada penurunan margin keuntungan yang signifikan.
“Harga plastik naik,” ujar Ira, Selasa, 7 April 2026.
Kenaikan cukup signifikan dipicu perang yang terjadi antara Israel dan Iran.
Baca juga:
Stabilitas BBM Bergantung pada Pertamina, DPR Ingatkan Potensi Risiko
Di tengah kondisi tersebut, pelaku usaha berharap adanya intervensi pemerintah daerah untuk menstabilkan harga. Plastik sebagai bahan kebutuhan sehari-hari dinilai memiliki peran penting dalam berbagai sektor, mulai dari perdagangan hingga industri kecil.
Tanpa langkah pengendalian yang tepat, lonjakan harga ini berpotensi menekan aktivitas ekonomi masyarakat serta memperlemah daya tahan usaha mikro dan kecil di daerah.
Baca juga:
Komisi II DPR: Kualitas SDM Kunci Validitas Data Pemilu
"Harga plastik di Kota Jambi melonjak hingga 100 persen akibat gangguan pasokan bahan baku dari konflik Timur Tengah. Pedagang mengeluhkan penurunan daya beli masyarakat."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #HargaNaik #EkonomiGlobal #Jambi #UMKM #Inflasi
.jpeg)