GalaPos ID, Belitung Timur.
Di tengah berkembangnya destinasi wisata modern, replika SD Muhammadiyah Gantong di Kabupaten Belitung Timur tetap bertahan sebagai magnet wisata yang sarat makna.
Bangunan sederhana yang terinspirasi dari kisah dalam novel dan film Laskar Pelangi ini terus menarik minat wisatawan, terutama saat musim liburan.
![]() |
| Replika SD Laskar Pelangi di Belitung Timur menjadi destinasi wisata favorit yang menghadirkan nostalgia masa kecil dan refleksi kondisi pendidikan Indonesia tempo dulu. Foto: Suharli |
"Di tengah gempuran wisata modern, sebuah bangunan sederhana dari papan kayu di Belitung Timur justru menjadi magnet kuat bagi wisatawan. Replika SD Laskar Pelangi menghadirkan nostalgia, sekaligus menyentil realitas pendidikan masa lalu yang penuh keterbatasan."
Baca juga:
- Drama Penangkapan di Tol Amplas, 2 Kg Sabu Diamankan dari Kurir
- Layar Tancap Jadi Solusi Sosial: Warga Manggarai Bangun Kebersamaan Lewat Film
- “No Viral No Education”: Kritik Jaksa terhadap Respons Penegakan Hukum
Gala Poin:
1. Replika SD Laskar Pelangi di Belitung Timur menjadi destinasi wisata nostalgia yang populer.
2. Kesederhanaan bangunan menghadirkan refleksi kondisi pendidikan masa lalu di Indonesia.
3. Wisata ini tidak hanya emosional, tetapi juga memunculkan kesadaran akan pentingnya pemerataan pendidikan.
Replika sekolah ini dibangun menyerupai bentuk aslinya yang kini telah roboh. Detailnya dipertahankan secara sengaja—dinding papan kayu yang kusam, atap seng berkarat, hingga tiang bendera yang tampak miring—memberikan kesan autentik yang kuat.
Nuansa tersebut tidak sekadar estetika, tetapi menjadi jendela bagi pengunjung untuk melihat potret pendidikan di masa lalu. Daya tarik utama tempat ini bukan kemegahan, melainkan kesederhanaan yang justru menggugah.
Di balik tampilannya yang rapuh, tersimpan cerita tentang semangat belajar di tengah keterbatasan, sebagaimana tergambar dalam karya Andrea Hirata.
Bagi banyak wisatawan, kunjungan ke tempat ini menjadi pengalaman emosional. Salah satunya Rini, seorang guru sekolah dasar asal Bekasi, Jawa Barat, yang menjadikan lokasi ini sebagai tujuan utama dalam kunjungan perdananya ke Pulau Belitung.
"Ya, kami rombongan dari Bekasi, baru pertama kali ini ke Belitung. Yang paling utama adalah saya ini, Laskar Pelangi. Nah jadi, kebetulan saya guru SD, nah, saya membayangkan waktu dulu anak-anak itu seperti ini. Sekolahnya, ini kan bangunan ini kan. Terus ada... tiang bendera yang mau roboh itu gitu lho," ungkap Rini, Minggu, 12 April 2026.
Baca juga:
Mengapa Uang Lama Bisa Hangus? Ini Penjelasan dan Faktanya
Fenomena ini menunjukkan bahwa wisata berbasis cerita dan nilai historis memiliki daya tarik tersendiri. Namun, di balik romantisasi kesederhanaan, terselip pertanyaan yang lebih dalam: apakah nostalgia ini juga mendorong kesadaran kolektif untuk terus memperbaiki kualitas pendidikan di daerah terpencil?
Replika SD Laskar Pelangi tidak hanya menjadi latar swafoto, tetapi juga ruang refleksi—tentang sejauh mana perjalanan pendidikan Indonesia telah berubah, dan tantangan apa yang masih tersisa.
Baca juga:
Tanpa Silikon, Begini Cara Sehat Membentuk Bokong dan Sehat
"Replika SD Laskar Pelangi di Belitung Timur menjadi destinasi wisata favorit yang menghadirkan nostalgia masa kecil dan refleksi kondisi pendidikan Indonesia tempo dulu."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #WisataIndonesia #LaskarPelangi #BelitungTimur #WisataEdukasi
.jpeg)
.jpeg)