Iran Tegaskan Siap Perang Panjang Lawan AS-Israel

GalaPos ID, Teheran.
Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran memasuki hari ketujuh pada Jumat, 6 Maret 2026.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin meningkat, sementara Iran menegaskan kesiapan menghadapi konflik jangka panjang.

Iran Tegaskan Siap Perang Panjang Lawan AS dan Israel
Perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel semakin memanas. Melewati hari ketujuh, serangan rudal Iran diklaim berhasil menghantam jantung Tel Aviv dan memicu kebakaran di Bandara Internasional Ben Gurion. Foto: parstoday

"Eskalasi konflik Timur Tengah, Iran menegaskan tidak akan mundur menghadapi tekanan Amerika Serikat dan Israel, bahkan siap berperang hingga peluru terakhir."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Iran menegaskan siap menghadapi perang panjang melawan Amerika Serikat dan Israel.
2. Militer Iran memiliki sekitar 1,1 juta personel dan berada di peringkat 16 dunia menurut Global Fire Power.
3. Pejabat Iran menyatakan negara mereka akan melawan “hingga peluru terakhir” dalam konflik yang sedang berlangsung.


Konflik yang terus berkembang ini bahkan mulai merembet ke sejumlah negara di sekitar Iran, menimbulkan kekhawatiran meluasnya perang di kawasan tersebut.

Meski menghadapi tekanan dari dua kekuatan militer besar, Iran mengklaim mampu bertahan sekaligus melancarkan serangan balasan.

Juru bicara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akrami-Nia, menyatakan bahwa negaranya telah mempersiapkan diri menghadapi konflik berkepanjangan.

"Kami berperang dengan cara yang terkendali," kata Akrami-Nia dikutip dari Presstv.

Baca juga:
Ramadan 2026, Penjualan Kurma di Cirebon Naik Lima Kali Lipat

"Kami telah mempersiapkan diri sebelumnya untuk perang yang panjang, dan hari ini kami dapat terus berperang selama pejabat negara memutuskan demikian."

Pernyataan ini menegaskan sikap Iran yang tidak menunjukkan tanda-tanda mundur meskipun tekanan militer meningkat.

Perbandingan Kekuatan Militer
Menurut situs Global Fire Power, Iran berada di peringkat ke-16 dari 145 negara dalam kekuatan militer global pada Januari 2026. Negara itu diperkirakan memiliki sekitar 1,1 juta personel militer.

Di sisi lain, Israel memiliki sekitar 170.000 pasukan aktif dan sekitar 400.000 pasukan cadangan.

Meskipun jumlahnya lebih kecil dibandingkan Iran, militer Israel dikenal memiliki pengalaman tempur tinggi karena sering terlibat dalam konflik regional.

Pernyataan yang lebih tegas disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh. Ia menegaskan Iran tidak memiliki pilihan lain selain melawan agresi yang menurutnya dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.

“Prioritas Iran adalah memberikan perlawanan maksimal kepada agresor,” ungkap Khatibzadeh.

Iran Siap Perang Panjang Lawan AS–Israel, Klaim Bertahan dari Serangan
Iran melancarkan gelombang terbaru Operasi Wa’d Sadiq 4 ke Israel. Rudal dilaporkan menghantam Tel Aviv dan memicu kebakaran di Bandara Ben Gurion, sementara sistem pertahanan Israel disebut gagal mencegat serangan. Foto: parstoday

 

"Kita sedang diserang, diinvasi oleh Amerika dan Israel, dan mereka mencoba menimbulkan kerusakan maksimal pada Iran. Saat ini, warga negara saya terus-menerus dibombardir oleh Amerika dan Israel. Teheran terus-menerus diserang, dan kita tidak punya pilihan selain melawan hingga peluru terakhir yang kita miliki dan hingga tentara terakhir yang kita miliki," tegas Khatibzadeh kepada kantor berita ANI.

Diplomat Iran tersebut menggambarkan konflik ini sebagai perjuangan yang diperlukan untuk menghadapi tekanan eksternal.

“Ini adalah pertempuran yang sangat heroik… bagi kita, dan kita harus menghentikan agresor dan kekejaman mereka di Iran… Sekarang hukum internasional sedang diserang, begitu pula Iran. Sayangnya, prinsip-prinsip hukum internasional telah diserang, dan kita harus bersatu melawan kekejaman ini,” kata Khatibzadeh.

Ia juga menilai tindakan Amerika Serikat berpotensi merusak norma diplomatik internasional.

“Amerika telah membunuh kepala negara lain. Jika ini adalah norma baru, maka tidak ada seorang pun, tidak ada negara di dunia yang benar-benar dapat memiliki hubungan diplomatik normal dengan negara lain,” ungkap Khatibzadeh.

Situasi ini menempatkan konflik Iran melawan AS dan Israel sebagai salah satu krisis geopolitik terbesar di Timur Tengah saat ini.

 

 

Baca juga:
Pria Misterius Rusak CCTV dan Curi Burung di Gunungkidul

"Iran menyatakan siap menghadapi perang panjang melawan Amerika Serikat dan Israel. Pejabat militer dan diplomatik Teheran menegaskan perlawanan maksimal terhadap agresi yang mereka klaim sedang terjadi."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #PerangTimurTengah #IranVsAS-Israel #GeopolitikDunia #KrisisGlobal

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال