GalaPos ID, Bandung.
Budaya kuliner Indonesia dikenal kaya dan beragam. Dari makanan tradisional hingga jajanan kaki lima, masyarakat kerap memanfaatkan hampir seluruh bagian hewan sebagai bahan pangan. Salah satu yang paling populer adalah usus, bagian jeroan yang kerap diolah menjadi sate, gulai, atau gorengan. Rasanya yang gurih dan teksturnya yang kenyal membuat usus digemari banyak kalangan.
Namun, di balik kelezatannya, muncul pertanyaan penting: apakah kebiasaan mengonsumsi usus aman bagi kesehatan?
![]() |
| Ilustrasi kuliner Sate |
"Gurih, kenyal, dan murah meriah, olahan usus menjadi favorit banyak pecinta kuliner. Namun di balik kelezatannya, pakar kesehatan mengingatkan adanya ancaman serius bagi tubuh jika dikonsumsi berlebihan."
Baca juga:
- Caracas Diguncang Ledakan, Maduro Tetapkan Darurat Nasional
- Dari Kemang, Jurnalis Indonesia Luncurkan Sindikasi Media Network
- Salak Pondoh Pronojiwo: Buah, Tradisi, dan Harapan Petani
Gala Poin:
1. Olahan usus tinggi kolesterol dan purin, berisiko memicu penyakit jantung, stroke, dan asam urat.
2. Jeroan berpotensi mengandung racun dan parasit yang berbahaya jika dikonsumsi berlebihan.
3. Konsumsi usus berlebih dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan masalah kulit.
Pakar kesehatan menyebut usus cenderung gurih dan berlemak sehingga membuat banyak orang ketagihan untuk sering mengonsumsinya. Sayangnya, olahan usus termasuk tinggi kandungan kolesterol. Dalam 30 gram usus saja, terkandung sekitar 165 miligram kolesterol.
Padahal, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan pembatasan konsumsi kolesterol maksimal 300 miligram per hari. Artinya, mengonsumsi usus dalam porsi lebih besar atau disertai makanan tinggi kolesterol lainnya berpotensi meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.
Peningkatan kolesterol jahat tidak hanya berisiko memicu penyakit jantung dan stroke, tetapi juga dapat menimbulkan gangguan pencernaan. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi jeroan seperti usus juga diketahui meningkatkan risiko penyakit asam urat akibat kandungan purin yang sangat tinggi. Jika kondisi ini terjadi, persendian menjadi rentan nyeri dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Tak berhenti di situ, pakar kesehatan menyoroti sejumlah dampak lain dari kebiasaan mengonsumsi jeroan. Beberapa jenis jeroan, seperti hati dan ginjal sapi, kambing, maupun ayam, memiliki fungsi sebagai penyaring racun dalam tubuh hewan.
Baca juga:
Curah Hujan Tinggi, Permukiman Nanggalo Terendam Banjir
Hal ini membuka kemungkinan adanya kandungan beracun di dalamnya. Pakar kesehatan menyebut beberapa zat berbahaya yang dapat ditemukan pada jeroan, seperti kadmium, arsenik, timah, dan selenium. Konsumsi jeroan secara berlebihan dikhawatirkan meningkatkan risiko masuknya zat-zat tersebut ke dalam tubuh manusia.
Risiko lain yang tak kalah serius adalah potensi infeksi parasit. Kasus jeroan yang terinfeksi cacing kerap ditemukan dan menjadi sorotan publik. Jika jeroan yang telah terkontaminasi parasit tetap dikonsumsi, dampaknya bisa berbahaya bagi kesehatan.
Dari sisi pencernaan, usus memiliki tekstur yang relatif keras dan sulit dicerna meski telah diolah lama. Konsumsi terlalu sering dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan. Terlebih jika proses pengolahan kurang higienis, bakteri yang masih tertinggal berpotensi menyebabkan sakit perut.
Tak hanya berdampak pada organ dalam, konsumsi jeroan juga dikaitkan dengan masalah kulit. Banyak olahan usus menggunakan bahan tinggi lemak seperti santan.
Kandungan lemak tersebut berpotensi memicu jerawat hingga mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan pada kulit.
Fenomena kegemaran makan usus mencerminkan kuatnya budaya kuliner Indonesia. Namun, pakar kesehatan mengingatkan pentingnya kesadaran dan pembatasan konsumsi demi menjaga kesehatan jangka panjang.
Baca juga:
Salak Pondoh Khas Pronojiwo, Buah Manis dari Lereng Semeru
"Olahan usus digemari masyarakat Indonesia, tetapi pakar kesehatan mengungkap risiko kolesterol tinggi, asam urat, hingga gangguan pencernaan akibat konsumsi berlebihan. Simak fakta lengkapnya."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Kesehatan #Kuliner #Jeroan
.jpg)
.jpg)