GalaPos ID, Jakarta.
Pembagian dividen jumbo oleh PT Bank Central Asia Tbk tidak hanya menjadi kabar baik bagi investor ritel, tetapi juga bagi sejumlah pemegang saham besar. Salah satunya adalah konglomerat Anthoni Salim yang tercatat memiliki kepemilikan saham signifikan di bank swasta terbesar di Indonesia tersebut.
"Pembagian dividen jumbo BCA tidak hanya menguntungkan investor ritel. Sejumlah konglomerat Indonesia juga berpotensi menikmati aliran dana ratusan miliar rupiah, termasuk Anthoni Salim."
Baca juga:
- Dividen BBCA 2025 Tembus Rp41,4 Triliun, Siapa Paling Diuntungkan?
- Tiga Kali Dikhianati, Iran Tutup Pintu Diplomasi dengan AS Pasca-Serangan Brutal
- Amanda Rigby dan Andre Taulany Dijodohkan Netizen
Gala Poin:
1. Anthoni Salim memiliki sekitar 1,41 miliar saham BBCA.
2. Dividen Rp336 per saham berpotensi menghasilkan ratusan miliar rupiah.
3. BCA juga menyetujui program buyback saham hingga Rp5 triliun.
Melalui RUPST 2026, BCA menyetujui pembagian dividen Rp336 per saham dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp57,5 triliun.
Dengan kepemilikan sekitar 1,41 miliar saham atau setara 1,15 persen, Anthoni Salim berpotensi memperoleh dividen bernilai ratusan miliar rupiah jika struktur kepemilikan saham tidak berubah hingga tanggal pencatatan (recording date).
Anthoni Salim sendiri dikenal sebagai salah satu tokoh bisnis paling berpengaruh di Indonesia. Forbes menempatkannya di posisi kelima daftar orang terkaya Indonesia pada akhir Februari 2026 dengan kekayaan bersih sekitar US$13 miliar.
Strategi Dividen yang Konsisten
Konsistensi BCA dalam membagikan dividen besar membuat saham bank ini menjadi salah satu favorit investor jangka panjang.
Baca juga:
Babak Baru Iran: Mojtaba Gantikan Ayahnya yang Syahid, IRGC Siap Perang Total
Dalam beberapa tahun terakhir, rasio dividen BCA terus meningkat, mulai dari sekitar 48 persen pada 2020 hingga mencapai 72 persen pada tahun buku 2025.
Strategi tersebut dinilai mampu menjaga kepercayaan investor sekaligus memperkuat citra BCA sebagai emiten dengan tata kelola keuangan yang stabil.
Buyback Saham Rp5 Triliun
Selain menetapkan pembagian dividen, RUPST BCA juga menyetujui program pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp5 triliun.
Langkah buyback biasanya dilakukan perusahaan untuk menjaga stabilitas harga saham di pasar serta meningkatkan nilai bagi pemegang saham.
![]() |
| Maruarar Sirait selaku Menteri PKP melakukan pertemuan dengan konglomerat Anthony Salim pada Senin, 10 Maret 2025. Foto IG: @maruararsirait |
Sebelumnya, PT Bank Central Asia Tbk menyiapkan dana tunai sebesar Rp65,7 triliun guna memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas ekonomi yang biasanya meningkat tajam pada periode tersebut, mulai dari belanja kebutuhan pokok, pembayaran zakat dan sedekah, hingga tradisi mudik Lebaran.
Selain memastikan ketersediaan uang tunai, BCA juga memperkuat layanan digital agar transaksi tetap berjalan lancar selama periode hari besar keagamaan.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menilai Ramadan dan Idulfitri selalu menjadi momentum penting dalam perputaran ekonomi nasional.
"Ramadan dan Idulfitri pada umumnya menjadi momentum perputaran uang yang signifikan di Indonesia. Hal ini selaras dengan peningkatan kebutuhan masyarakat, seperti belanja, keperluan sosial, hingga mudik," kata Hendra dalam keterangan tertulis, Sabtu, 28 Februari 2026.
Baca juga:
Tambang Emas Ilegal di STL Ulu Terawas Digerebek
"Dividen BCA Rp41,4 triliun tidak hanya mengalir ke investor ritel. Konglomerat Anthoni Salim yang memiliki 1,41 miliar saham BBCA juga berpotensi meraup dividen besar dari kinerja bank swasta terbesar di Indonesia tersebut."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #AnthoniSalim #BBCA #Deviden #BCA
.jpg)
.jpg)