GalaPos ID, Purwakarta.
Ratusan kios pedagang di Pasar Rebo, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, ludes dilalap si jago merah pada Selasa dini hari, 24 Februari 2026.
Kebakaran besar ini diduga berasal dari sebuah lapak kelapa yang berada di dalam area pasar. Kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.
"Ratusan kios hangus dalam hitungan jam, pedagang kehilangan mata pencaharian, dan dugaan korsleting listrik kembali menjadi sorotan. Kebakaran besar di Pasar Rebo Purwakarta membuka pertanyaan serius soal standar keamanan pasar tradisional."
Baca juga:
- Loker Formasi Analis HAM 2026 Resmi Dibuka
- Banjir Terbesar di Probolinggo, Pemkab Lakukan Asesmen Menyeluruh
- Perampokan Bersenpi di Lampung Terungkap, Tiga Pelaku Dibekuk di Asahan
Gala Poin:
1. Ratusan kios di Pasar Rebo Purwakarta ludes terbakar pada Selasa dini hari (24/2/2026), kerugian ditaksir miliaran rupiah.
2. Kebakaran diduga akibat korsleting listrik dari kios kelapa, namun masih dalam penyelidikan.
3. Akses sempit menghambat pemadaman dan peristiwa ini menyoroti lemahnya sistem keamanan pasar tradisional.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, api dengan cepat membesar dan membumbung tinggi, melahap seratusan kios. Banyaknya material bangunan semi permanen serta barang dagangan yang mudah terbakar mempercepat perambatan api ke bagian bangunan lain.
Sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai instansi dan pihak swasta diterjunkan ke lokasi kejadian. Petugas berupaya memadamkan api dari berbagai sisi agar tidak meluas ke area lain.
Namun, proses pemadaman tidak berjalan mulus. Akses menuju titik api yang berada di bagian dalam pasar tergolong sempit dan sulit dijangkau kendaraan pemadam. Kondisi tersebut memaksa petugas berjibaku lebih keras untuk menjinakkan kobaran api.
Dugaan sementara, sumber api berasal dari kios kelapa yang berada di tengah pasar dan dengan cepat merambat ke kios-kios lain. Kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Baca juga:
Banjir Probolinggo 2026, Lima Kecamatan Terendam
Salah seorang pedagang beras, Zaenudin, menceritakan peristiwa naas tersebut.
“Api tiba-tiba membesar dan membuat para pedagang panik,” ucap Zaenudin, Rabu, 24 Februari 2026.
Sementara itu, Asep, warga sekitar, mengatakan pemadaman dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.
“Warga turut membantu proses pemadaman dengan peralatan seadanya sebelum petugas datang,” terang Asep.
Para pemilik kios, dibantu warga, berupaya menyelamatkan barang dagangan yang masih bisa diamankan dari dalam pasar. Setelah beberapa jam, api berhasil dikendalikan. Petugas pemadam kebakaran kemudian melakukan proses pendinginan untuk mencegah api kembali berkobar.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran ini kembali menyoroti persoalan klasik keamanan instalasi listrik dan sistem proteksi kebakaran di pasar tradisional. Dugaan korsleting listrik bukan kali pertama menjadi penyebab kebakaran di fasilitas publik.
![]() |
| Kebakaran besar di Pasar Rebo Purwakarta membuka pertanyaan serius soal standar keamanan pasar tradisional. |
Peristiwa ini menyisakan pekerjaan rumah bagi pengelola pasar dan pemerintah daerah: memastikan standar keamanan terpenuhi, akses darurat memadai, serta sistem mitigasi kebakaran berjalan efektif.
Tanpa evaluasi menyeluruh, risiko kejadian serupa akan terus membayangi para pedagang kecil yang menggantungkan hidupnya pada denyut ekonomi pasar tradisional.
Baca juga:
Terkuak! OJK Bongkar Skema Patungan Saham, Fenomena IMPC Dimanipulasi 6 Tahun
"Kebakaran hebat melanda Pasar Rebo di Purwakarta, Jawa Barat, Selasa dini hari (24/2/2026). Ratusan kios pedagang ludes terbakar, diduga akibat korsleting listrik. Kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #KebakaranPasar #Purwakarta #BeritaJawaBarat
.jpg)
.jpg)