GalaPos ID, Probolinggo.
Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu Pegunungan Argopuro menyebabkan banjir kiriman merendam lima kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Hingga Minggu, 22 Februari 2026, genangan air belum juga surut dan masih melumpuhkan aktivitas warga.
![]() |
| Pemerintah daerah menjanjikan evaluasi menyeluruh dan penanganan komprehensif pascabanjir terbesar di Kraksaan. |
"Banjir kiriman dari Pegunungan Argopuro kembali melumpuhkan lima kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Air belum juga surut, ratusan rumah terendam, dan warga kini menanti kepastian bantuan logistik."
Baca juga:
- Terkuak! OJK Bongkar Skema Patungan Saham, Fenomena IMPC Dimanipulasi
- Strategi Ramadan Archipelago: Momentum Spiritual dan Mesin Bisnis
- Di Balik Megahnya Masjid Raya Singkawang, Ada Sejarah Multi Etnis
Gala Poin:
1. Lima kecamatan di Kabupaten Probolinggo terendam banjir kiriman dari Pegunungan Argopuro.
2. Ketinggian air mencapai 1,5 meter, ratusan rumah dan jalan protokol lumpuh.
3. Warga membutuhkan bantuan logistik, sementara pemerintah masih melakukan asesmen.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Probolinggo (BPBD), banjir merendam Kecamatan Kraksaan, Krejengan, Besuk, Gading, Paiton, serta Kecamatan Kotaanyar tepatnya di Desa Tambak Ukir. Ketinggian air di sejumlah titik bahkan mencapai 1,5 meter.
Sejumlah anak sungai meluap, di antaranya Sungai Glagas, Sungai Kertosono, dan Sungai Patemon. Luapan tersebut diperparah oleh jebolnya tanggul di pinggiran sungai.
"Kami menerima laporan jebolnya tanggul di pinggiran sungai yang menyebabkan permukiman warga terendam pada Minggu dini hari," kata Kepala Pelaksana BPBD Probolinggo Oemar Sjarief di kabupaten setempat.
Ia mengatakan banjir di wilayah Kecamatan Kraksaan menjadi yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir dengan ketinggian air bervariasi hingga mencapai 1,5 meter.
"BPBD bersama TNI, Polri dan unsur terkait terus melakukan evakuasi. Warga yang sakit dirujuk ke rumah sakit, sementara lansia dievakuasi ke Kantor Kecamatan Kraksaan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," tuturnya.
Baca juga:
Metabolisme Melambat, Gaya Hidup Jadi Tersangka Utama
Jalan Protokol Lumpuh, Kendaraan Mogok
Salah satu titik terdampak parah berada di Jalan Insinyur Juanda, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan. Ruas jalan sepanjang sekitar satu kilometer itu terendam hingga 30 sentimeter.
Akibatnya, sejumlah kendaraan roda dua yang nekat melintas mogok di tengah genangan. Aktivitas ekonomi warga praktis terhambat.
Tak hanya jalan protokol, ratusan rumah warga di kanan-kiri jalan juga terendam dengan ketinggian air antara 30 hingga 60 sentimeter. Warga mengaku hujan deras mengguyur sejak Sabtu petang, 21 Februari. Air mulai naik pada malam hari hingga masuk ke dalam rumah.
"Belum bisa bersih-bersih karena air masih menggenang di dalam rumah. Semoga segera bisa surut airnya," ujar Soraya, warga Kelurahan Patokan, dikutip Minggu, 22 Februari 2026.
![]() |
| Banjir dinilai sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir itu merendam lima kecamatan di Kabupaten Probolinggo. |
Kerugian Puluhan Juta, Warga Butuh Logistik
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Selain kerusakan rumah dan perabotan, warga juga mulai mengalami kesulitan kebutuhan dasar.
Banjir terjadi menjelang Ramadan, sehingga kebutuhan makanan siap saji untuk berbuka dan sahur menjadi perhatian mendesak. Hingga kini, pemerintah daerah masih melakukan asesmen untuk pendataan kerugian dan kebutuhan warga.
Bencana ini menjadi pengingat keras bahwa cuaca ekstrem masih mengintai wilayah Probolinggo. Warga diminta tetap siaga jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Baca juga:
Freeport 2061, Antara Kedaulatan Saham dan Kepentingan Daerah
"Banjir kiriman dari Pegunungan Argopuro merendam lima kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Ratusan rumah dan jalan protokol tergenang hingga 1,5 meter, warga terdampak masih menunggu bantuan dan asesmen pemerintah."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #BanjirProbolinggo #Argopuro #BPBD
.jpg)
.jpg)