GalaPos ID, Jatim.
Bupati Probolinggo Mohammad Haris bersama Wakil Bupati Fahmi AHZ turun langsung memimpin penanganan banjir di Kecamatan Kraksaan, Minggu. Banjir yang disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir itu merendam lima kecamatan di Kabupaten Probolinggo.
![]() |
| Lima kecamatan di Kabupaten Probolinggo terendam banjir kiriman dari Pegunungan Argopuro. |
"Banjir terbesar dalam beberapa dekade di Kraksaan memaksa Bupati Probolinggo turun langsung ke lokasi. Evaluasi total dijanjikan, namun warga menunggu langkah konkret."
Baca juga:
- Banjir Probolinggo 2026, Lima Kecamatan Terendam
- Terkuak! OJK Bongkar Skema Patungan Saham, Fenomena IMPC Dimanipulasi
- Strategi Ramadan Archipelago: Momentum Spiritual dan Mesin Bisnis
Gala Poin:
1. Bupati Mohammad Haris turun langsung memimpin penanganan banjir di lima kecamatan.
2. Pemerintah menjanjikan evaluasi total dan kajian teknis komprehensif.
3. Bantuan logistik masih menunggu hasil asesmen satu pintu melalui BPBD.
"Saya minta kepada tim Siaga Bencana, Camat dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk betul-betul melaksanakan evaluasi dan asesmen total serta mengajak seluruh lapisan masyarakat menyelesaikan persoalan banjir," kata Bupati Haris saat meninjau banjir di Kecamatan Kraksaan, dikutip Minggu, 22 Februari 2026.
Menurutnya, banjir tahun ini dipicu curah hujan ekstrem di wilayah hulu dan hilir. Namun, ia menegaskan pemerintah daerah tidak akan berhenti pada faktor cuaca semata.
"Evaluasi dan asesmen menyeluruh harus segera dilakukan, terlebih Kraksaan merupakan ibu kota Kabupaten Probolinggo," tuturnya.
Baca juga:
Di Balik Megahnya Masjid Raya Singkawang, Ada Sejarah Multi Etnis
Haris menjelaskan wilayah Kabupaten Probolinggo memiliki bentang alam bervariasi, mulai dari 0 hingga 3.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kondisi itu, menurutnya, membutuhkan konsep penanganan komprehensif berbasis kajian teknis.
"Pemkab Probolinggo adalah satu sistem. Bukan hanya Bupati dan Wabup, tapi juga DPRD, Sekda, Kepala OPD, camat dan seluruh jajaran yang selalu siaga. Begitu hujan deras tak berhenti, kami semua bersiap menghadapi kemungkinan terburuk," katanya.
Ia juga menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa anak-anak warga Desa Sidodadi di Kecamatan Paiton yang terseret arus saat terjadi banjir.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto menyatakan bantuan cadangan pangan belum bisa langsung disalurkan karena masih menunggu hasil asesmen.
“Kami menunggu hasil asesmen terlebih dahulu. Jika sudah terdata, kami akan mempertimbangkan penyaluran bantuan cadangan pangan berupa beras bagi keluarga terdampak. Karena ada empat kecamatan terdampak, pendataan akan dikonsentrasikan melalui BPBD agar satu pintu,” katanya.
![]() |
| Banjir kiriman dari Pegunungan Argopuro kembali melumpuhkan lima kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Air belum juga surut, ratusan rumah terendam, dan warga kini menanti kepastian bantuan logistik. |
Camat Kraksaan Puja Kurniawan menyebut tiga kelurahan terdampak di wilayahnya yakni Sidomukti, Patokan, dan Kraksaan Wetan. Sementara desa terdampak meliputi Rangkang, Sidopekso, Bulu, Alassumur Kulon, dan Kandangjati Wetan.
"Untuk mekanisme penyaluran bantuan dan upaya pemulihan lanjutan, kami masih menunggu hasil asesmen dari BPBD, Dinas PUPR, Perkim dan OPD terkait. Jika diperlukan kerja bakti, kami juga akan mengerahkan masyarakat melalui program padat karya tunai," ujarnya.
Baca juga:
Metabolisme Melambat, Gaya Hidup Jadi Tersangka Utama
Hingga kini, Pemkab Probolinggo terus mengintensifkan koordinasi lintas sektor. Namun, di tengah janji evaluasi total, publik menunggu langkah konkret agar banjir musiman tak terus berulang setiap tahun.
Banjir kali ini menjadi ujian serius tata kelola penanganan bencana hidrometeorologi di daerah. Evaluasi teknis dan transparansi hasil asesmen menjadi kunci agar kepentingan publik benar-benar terjamin.
Baca juga:
Freeport 2061, Antara Kedaulatan Saham dan Kepentingan Daerah
"Bupati Probolinggo Mohammad Haris memimpin langsung penanganan banjir di lima kecamatan. Pemerintah menjanjikan evaluasi menyeluruh dan penanganan komprehensif pascabanjir terbesar di Kraksaan."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #BupatiProbolinggo #BanjirKraksaan #Hidrometeorologi
.jpg)
.jpg)