GalaPos ID, Jakarta.
Kabar duka datang dari skena musik punk Indonesia. Vokalis Romi & The Jahats, Adie Indra Dwiyanto atau yang dikenal sebagai Romi The Jahat, meninggal dunia pada Selasa, 10 Februari 2026.
Informasi ini pertama kali diumumkan melalui akun Instagram resmi @rtjofficial.
"Romi The Jahat meninggal dunia pada Selasa, 10 Februari 2026. Sosok yang dikenal sebagai ikon punk Indonesia itu berpulang, meninggalkan duka mendalam sekaligus warisan kritik sosial yang tajam dalam musiknya."
Baca juga:
- Incinerator Sederhana Jadi Solusi Sampah Desa Teppo
- Sesak Napas di Realita: Seni Melukis Mooi Indië ala Wali Kota Jakarta Timur
- Penonaktifan PBI Picu Krisis Akses Kesehatan Warga Miskin
Gala Poin:
1. Romi The Jahat meninggal dunia pada 10 Februari 2026 dan dikonfirmasi melalui Instagram resmi band.
2. Penyebab wafat belum dijelaskan secara resmi, namun sebelumnya kondisi kesehatan menurun.
3. Romi merupakan figur sentral punk Indonesia sejak era Marjinal hingga Romi & The Jahats.
“Rest in Power Babeh @romi.jahats (Adie Indra Dwiyanto). Romi Jahat babeh kami, sahabat kami, saudara kami telah berpulang,” tulis akun tersebut menyertai dua foto monokrom almarhum.
Dalam unggahan itu tidak dijelaskan penyebab wafatnya Romi. Hingga artikel ini disusun, belum ada keterangan resmi terkait penyakit atau kondisi medis yang menyebabkan kepergiannya. Namun sebelumnya, band sempat membatalkan sejumlah jadwal panggung karena kondisi kesehatan sang vokalis menurun.
“Romi Jahat, Babeh kami, sahabat kami, saudara kami telah berpulang. Terima kasih atas semua cinta dan dukungan, Al-Fatihah,” tulis akun resmi @rtjofficial, Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.
Sekitar tiga pekan sebelum wafat, pihak band juga menyampaikan pembatalan penampilan.
“Kami terpaksa absen menyapa kalian karena kondisi kesehatan vokalis kami tidak memungkinkan tampil. Kondisinya membutuhkan perawatan lebih lanjut,” tulis pihak band.
Baca juga:
Heru Tjahjono: Administrasi Tak Boleh Korbankan Nyawa Pasien
Nama Romi The Jahat langsung menembus trending di mesin pencarian Google sepanjang hari. Unggahan duka tersebut disukai lebih dari 186 ribu akun dan dibanjiri sekitar 14.500 komentar yang mayoritas berisi ucapan belasungkawa.
Sejumlah musisi turut menyampaikan penghormatan terakhir. Rebellion Rose menulis, “Selamat jalan legenda terima kasih telah menciptakan karya-karya terbaik dari hatimu yang langsung menyerang dan hidup bersemayam dihati kami hingga hari ini dan selamanya.”
Komentar lain datang dari MCPR, “Selamat jalan babeh @romi.jahats Terima kasih untuk semua goresan karyamu. Kami belajar banyak darimu. Karyamu abadi.”
Gelombang duka ini menunjukkan pengaruh Romi yang melampaui sekadar frontman band punk. Ia adalah simbol perlawanan yang konsisten menyuarakan kritik sosial melalui musik.
Romi aktif bermusik sejak akhir 1990-an dan menjadi bagian penting dalam gelombang awal kebangkitan kultur punk di Indonesia. Namanya dikenal luas saat menjadi vokalis Marjinal pada 1997 bersama Mike (gitar), Bob OI! (bass), dan Steve (drum).
Setelah hengkang dari Marjinal, Romi mendirikan Romi & The Jahats pada 2008. Band tersebut dikenal dengan lirik lugas, keras, dan sarat kritik sosial. Selama hampir 18 tahun berkarya, Romi & The Jahats merilis lima album penuh. Album terakhir bertajuk Teman dirilis pada 10 April 2025.
Kepergian Romi The Jahat menyisakan pertanyaan sekaligus refleksi: bagaimana warisan kritik sosial dalam musik punk akan diteruskan di tengah industri yang kian komersial? Bagi banyak penggemar, Romi bukan sekadar musisi, melainkan suara kegelisahan sosial yang otentik.
Baca juga:
Menko PM: Masa Depan Demokrasi Ada di Kualitas Pers
"Romi The Jahat atau Adie Indra Dwiyanto meninggal dunia pada 10 Februari 2026. Berikut fakta wafatnya vokalis Romi & The Jahats serta respons musisi dan penggemar."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #RomiTheJahat #PunkIndonesia #MusikIndonesia
.jpg)
.jpg)