GalaPos ID, Subang.
Niat pulang dari sawah berujung petaka. Darwita (57), seorang petani asal Kelurahan Parung, Kecamatan Subang, ditemukan meninggal dunia setelah empat hari dinyatakan hilang.
Korban terseret arus deras Sungai Ciasem pada Rabu kemarin (11 Februari 2026) sore hari waktu setempat, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
![]() |
| Tragedi Banjir Subang: Petani Tewas Terseret Arus Sungai Ciasem, Pencarian Memakan Waktu Empat Hari. Foto: HR |
"Tragedi menimpa seorang petani di Subang yang tewas terseret arus deras Sungai Ciasem setelah nekat menyeberang saat hujan deras. Pencarian yang berlangsung selama empat hari akhirnya membuahkan hasil, namun meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Simak laporan lengkapnya."
Baca juga:
- Bonek-Bonita Dukung Pendidikan Lewat Donasi di Stadion Gelora Bung Tomo
- Fakta di Balik Manfaat Buah Langsat untuk Kesehatan
- Tahun Kuda Api 2026: Makna, Harapan, dan Tradisi di Klenteng Nganjuk
Gala Poin:
1. Darwita (57), petani asal Subang, tewas terseret arus Sungai Ciasem setelah nekat menyeberang saat hujan deras pada 11 Februari 2026.
2. Pencarian yang melibatkan tim SAR gabungan berlangsung selama empat hari, dengan jenazah korban ditemukan sekitar 50 km dari titik awal.
3. Keluarga korban mengucapkan terima kasih kepada pihak yang terlibat dalam pencarian, meski harus menerima kenyataan pahit atas kehilangan tersebut.
Peristiwa tragis ini bermula sekitar pukul 17.00 WIB, ketika Darwita, yang baru saja selesai bekerja di sawah, nekat menyeberangi sungai.
Namun, kondisi cuaca yang buruk dengan hujan deras membuat debit air sungai meningkat dengan cepat. Arus yang deras menyebabkan tubuh korban terbawa dan hilang dari pandangan.
Upaya pencarian segera dilakukan setelah laporan hilangnya Darwita diterima. Tim SAR gabungan, yang terdiri dari BPBD Subang, relawan, TNI, dan Polri, bergerak cepat menyisir aliran Sungai Ciasem baik melalui jalur darat maupun menggunakan perahu.
Meskipun upaya pencarian dilakukan dengan penuh semangat, korban baru ditemukan empat hari kemudian, tepatnya pada Minggu, 15 Februari 2026.
Baca juga:
Biji Nangka: Manfaat, Risiko, dan Cara Aman Konsumsi
“Kami menemukan jenazah korban sekitar 50 kilometer dari titik awal. Korban tersangkut di tumpukan sampah dan rumpun bambu di Desa Dukuh, Kecamatan Ciasem,” ungkap Kanda, anggota BPBD Subang.
Penemuan ini membawa kelegaan, meskipun bagi keluarga korban, kehilangan tetap menjadi duka mendalam.
Setelah ditemukan, jenazah Darwita segera dievakuasi menuju puskesmas setempat untuk dilakukan visum, sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pencarian ayah kami,” ujar Riki, anak korban, dengan suara terbata.
![]() |
| Pencarian Empat Hari, Jenazah Petani Subang Ditemukan 50 Kilometer dari Lokasi Terseret Banjir. Foto: HR |
Pencarian yang memakan waktu empat hari ini menjadi gambaran nyata tentang betapa berbahayanya kondisi alam yang bisa terjadi secara tiba-tiba, terutama saat musim hujan.
Sementara itu, warga sekitar berharap agar pihak berwenang terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, mengingat seringnya hujan deras di daerah tersebut.
Baca juga:
KM Cahaya Intan Selebes Tenggelam, Nelayan Jadi Penyelamat di Laut
"Seorang petani di Kabupaten Subang, Darwita (57), tewas setelah terseret arus deras Sungai Ciasem saat menyeberang sepulang dari sawah. Empat hari pencarian oleh tim SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil, dengan jenazah ditemukan 50 kilometer dari lokasi kejadian. Artikel ini menyajikan kronologi kejadian dan upaya pencarian yang melibatkan berbagai pihak."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #BanjirSubang #PetaniTewas #SungaiCiasem
.jpeg)
.jpeg)