KM Cahaya Intan Selebes Tenggelam, Nelayan Jadi Penyelamat di Laut

GalaPos ID, Sultra.
Insiden mengejutkan terjadi di perairan Teluk Bone, Sabtu, 14 Februari 2026, pagi hari waktu setempat, ketika kapal motor KM Cahaya Intan Selebes yang tengah dalam perjalanan menuju Pelabuhan Boepinang tenggelam setelah mengalami kebocoran di lambung kapal. Berkat kesigapan awak kapal dan bantuan nelayan, seluruh penumpang selamat. Simak detil insiden yang mengejutkan ini.

Kapal KM Cahaya Intan Selebes Tenggelam, Semua Penumpang Selamat Berkat Nelayan
Setelah dievakuasi, 13 penumpang dibawa ke Puskesmas Boepinang untuk pemeriksaan medis. Dua orang dilaporkan masih menjalani perawatan, namun kondisinya stabil. Kejadian ini menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca buruk dan kesiapan kapal dalam menghadapi kondisi laut yang ekstrem.

 

"Apa yang terjadi ketika sebuah kapal tenggelam di tengah lautan dengan cuaca buruk? KM Cahaya Intan Selebes yang tenggelam di perairan Bombana berhasil selamatkan semua penumpang berkat pertolongan nelayan. Simak kronologi lengkapnya."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Kapal KM Cahaya Intan Selebes tenggelam setelah lambung kapal bocor akibat gelombang besar di perairan Teluk Bone.
2. Nelayan yang sedang melintas menyelamatkan seluruh penumpang dan awak kapal dengan mengevakuasi mereka ke kapal nelayan.
3. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.

 

Peristiwa tersebut melibatkan 13 penumpang dan 7 ABK yang berusaha bertahan di laut selama beberapa jam sebelum akhirnya diselamatkan oleh kapal nelayan yang melintas. 

Kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 06.00 WITA ketika kapal mengalami kebocoran pada lambung belakangnya, kemungkinan besar akibat gelombang besar yang datang secara tiba-tiba.

Kapal yang seharusnya tiba pada pagi hari di Pelabuhan Boepinang, kini harus menghadapi ancaman besar setelah upaya pengurasan air tidak berhasil.

Kepala Pos SAR Kolaka Haeruddin mengatakan bahwa KM Cahaya Intan Celebes tersebut bergerak dari Pelabuhan Bajoe sekitar pukul 00.00 Wita, dengan tujuan Pelabuhan Boepinang Bombana.

"Dan pukul 06.00 Wita, kapal tersebut mengalami kebocoran pada lambung kapal akibat dihantam gelombang besar serta angin kencang. Jadi, pada saat itu kru kapal berusaha memompa air dengan memakai mesin alkon sebanyak empat eh unit. Namun, masih tetap tidak mampu," jelas Haeruddin, Sabtu, 14 Februari 2026.

Baca juga:
AMPRO Fight 2026 di TVRI Jadi Sinyal Kebangkitan Tinju Nasional

Kapal Nelayan Jadi Penolong di Tengah Laut
Dalam keadaan darurat, nakhoda kapal memutuskan untuk mendekati kapal nelayan yang sedang melaut di sekitar lokasi kejadian.

Para penumpang dan awak kapal yang sudah memakai pelampung melompat ke laut dan berpindah ke kapal nelayan. Pada pukul 09.30 WITA, kapal nelayan tersebut berangkat menuju Pelabuhan Boepinang dengan membawa seluruh penumpang yang selamat.

Kondisi para korban segera diperiksa di Puskesmas Boepinang, dengan dua orang mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Gelombang Besar Tenggelamkan KM Cahaya Intan Selebes, Ini Kronologinya
Setelah dievakuasi, 13 penumpang dibawa ke Puskesmas Boepinang untuk pemeriksaan medis. Dua orang dilaporkan masih menjalani perawatan, namun kondisinya stabil. Kejadian ini menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca buruk dan kesiapan kapal dalam menghadapi kondisi laut yang ekstrem.

 

Sebelumnya, Kapal motor KM Cahaya Intan Selebes GT 44 yang berlayar dari Pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone, menuju Pelabuhan Boepinang, Kabupaten Bombana, tenggelam di perairan Teluk Bone, sekitar 3 jam perjalanan dari Pulau Basah, Sabtu pagi, 14 Februari 2026.

Kejadian tersebut menimpa 13 penumpang dan 7 awak kapal. Kapal mengalami kebocoran pada lambungnya setelah dihantam gelombang besar dan angin kencang yang terjadi sejak pukul 06.00 WITA.

Menurut keterangan Kepala Pos SAR Kolaka Haeruddin, kapal yang dinakhodai oleh Mansur berangkat pada Jumat malam sekitar pukul 23.59 WITA dengan muatan sepeda motor, sembako, dan bahan pakan ternak.

Namun, cuaca buruk yang melanda di perairan Teluk Bone menjadi penyebab utama kebocoran kapal. Meskipun para ABK telah berusaha mengatasi kebocoran dengan empat unit mesin pompa air, volume air yang masuk terlalu besar dan kapal semakin tenggelam. 

 



Baca juga:
GM Le Eminence: Media Punya Peran Strategis Dongkrak Hospitality

"Kapal KM Cahaya Intan Selebes tenggelam di perairan Bombana setelah kebocoran lambung akibat gelombang tinggi. Berkat kesigapan awak kapal dan bantuan nelayan, seluruh penumpang selamat. Simak detil insiden yang mengejutkan ini."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #KapalTenggelam #SulawesiTenggara #Evakuasi

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال