Inovasi Kuliner Sate Lalat: Hidangan Kecil dengan Rasa yang Besar

GalaPos ID, Jatim.
Sate lalat, dengan nama yang mengundang rasa penasaran, ternyata menjadi salah satu kuliner khas yang sangat populer di Kabupaten Situbondo.
Sajian unik ini bukan hanya soal ukurannya yang kecil, tetapi juga karena bumbu kacang yang kaya rasa serta harga yang sangat terjangkau.

Sate Lalat, Kuliner Legendaris yang Tetap Eksis di Situbondo
Sate lalat—dengan ukuran kecil yang unik—menyajikan rasa gurih yang mengundang selera. Bukan terbuat dari serangga, tetapi dari daging ayam pilihan dengan bumbu kacang khas yang sulit ditolak. Foto: PAL
 

"Mungkin namanya unik, tetapi sate lalat menawarkan lebih dari sekadar ukuran kecil—ia menyajikan rasa yang mampu memuaskan pencinta kuliner tradisional."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Sate lalat adalah kuliner khas Situbondo dengan potongan ayam kecil dan bumbu kacang yang gurih.
2. Ahmad Saman telah menjaga resep sate lalat keluarga selama 20 tahun, menjadi salah satu pedagang terkenal di Situbondo.
3. Harga yang terjangkau dan rasa yang konsisten menjadikan sate lalat tetap digemari di tengah maraknya kuliner modern.


Sate ini mudah ditemukan di sepanjang jalur Pantura, di mana banyak pedagang yang menyediakan sate lalat sebagai menu andalan mereka.

Ahmad Saman adalah salah satu pedagang sate lalat yang terkenal di Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Kota. Dengan pengalaman berjualan selama lebih dari dua dekade, Ahmad telah mengolah resep sate lalat yang diwariskan dari keluarganya sejak puluhan tahun lalu.

Sate lalat yang ia jual memiliki ciri khas dengan bumbu kacang kental dan rasa manis dari kecap yang membuat pelanggan kembali datang.

"Resep ini sudah turun temurun dari keluarga saya. Bumbu kacangnya harus pas, dan kecap manis adalah pelengkap yang penting," ujar Ahmad, sambil menunjukkan cara membakar sate ayam mungil yang ia jual.

Baca juga:
Tahun Kuda Api 2026: Makna, Harapan, dan Tradisi di Klenteng Nganjuk

Setiap harinya, Ahmad tak pernah sepi pembeli. Sejumlah pelanggan, seperti Rizal Setiawan, mengaku sangat menyukai sate lalat Ahmad karena rasanya yang tidak kalah lezat dibandingkan dengan sate ayam lainnya, meski ukuran sate yang kecil.

"Meski kecil, rasanya sangat gurih. Harganya juga terjangkau, hanya Rp12.000, saya hampir tiap hari makan di sini," kata Rizal, Minggu, 15 Februari 2026.

Sate lalat yang hadir dengan harga murah dan rasa yang konsisten menjadi favorit banyak orang. Keistimewaan sate lalat adalah tekstur daging ayam yang cepat matang namun tetap empuk, membuatnya semakin lezat saat disajikan dengan lontong dan sambal. Dengan semakin berkembangnya dunia kuliner, sate lalat tetap mempertahankan daya tariknya.

Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya pedagang yang menjual sate lalat di sepanjang jalur Pantura. Sate lalat tetap menjadi pilihan favorit yang tak hanya dinikmati oleh masyarakat lokal, tetapi juga para wisatawan yang melintas di jalur ini.

20 Tahun Sate Lalat Ahmad Saman: Ikon Kuliner di Jalur Pantura
Meskipun namanya terkesan ekstrem, sate lalat justru jadi favorit banyak orang. Ini adalah cerita Ahmad Saman, pedagang sate lalat yang sudah turun-temurun menjaga resep dan rasa. Foto: PAL

 

Di sepanjang jalur Pantura Kabupaten Situbondo, satu kuliner khas yang mampu memikat siapa saja adalah sate lalat. Meski nama "lalat" terkesan aneh dan mungkin membuat sebagian orang bertanya-tanya, sate ini bukanlah olahan serangga.

Julukan tersebut justru merujuk pada ukuran potongan daging ayamnya yang mungil, berukuran kecil-kecil seperti lalat.

 


Baca juga:
Biji Nangka: Manfaat, Risiko, dan Cara Aman Konsumsi

"Sate lalat, kuliner khas Situbondo yang dikenal dengan potongan ayam kecil dan bumbu kacang gurih, menjadi salah satu primadona di jalur Pantura. Berasal dari resep turun-temurun, sate ini bertahan dengan cita rasa autentik yang tak tergantikan meski zaman terus berkembang."

#SateLalat #KulinerSitubondo #Pantura #GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال