GalaPos ID, Jakarta.
Kopi Kenangan, jaringan kedai kopi yang ekspansinya kian masif di berbagai kota, resmi membuka sebagian kinerja keuangannya ke publik.
Langkah ini memperkuat sinyal rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
"Setelah bertahun-tahun ekspansi agresif dan melewati badai pandemi, Kopi Kenangan mulai membuka dapur keuangannya. Langkah ini menjadi sinyal paling serius bahwa merek kopi lokal tersebut tengah mempersiapkan diri melantai di Bursa Efek Indonesia."
Baca juga:
- Gentengisasi Nasional: Kebijakan Nyaman yang Salah Prioritas?
- Strategi Eminence Global Gabungkan Strategi Luxury dan Budaya Lokal
- Jarang Makan Sayur, Tubuh Beri Tanda Ini
Gala Poin:
1. Kopi Kenangan mulai membuka kinerja keuangan sebagai bagian dari persiapan IPO di BEI.
2. Tahun 2025 menjadi tonggak penting dengan pertumbuhan pendapatan 45% dan laba bersih pertama.
3. Perusahaan menegaskan komitmen transparansi, tata kelola, dan ekspansi global berkelanjutan.
CEO Kopi Kenangan, Edward Tirtanata, menilai perjalanan enam tahun terakhir telah menjadi fase pembelajaran penting bagi perusahaan. Dinamika pandemi hingga perubahan tajam sentimen investor global, menurutnya, menegaskan urgensi membangun bisnis yang mampu bertahan dalam jangka panjang.
Edward menyebut momentum saat ini sebagai titik krusial untuk mengubah keyakinan menjadi komitmen nyata. Salah satunya dengan mempersiapkan Kopi Kenangan sebagai perusahaan terbuka yang mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.
"Seiring dengan kematangan perusahaan, kami secara sengaja menerapkan tata kelola serta disiplin pelaporan keuangan berstandar IPO. Selama delapan tahun buku terakhir, kami secara konsisten memperoleh opini audit wajar tanpa pengecualian dari auditor eksternal Big Four," jelas Edward dalam unggahannya di LinkedIn, dikutip Selasa, 3 Februari 2026.
Baca juga:
5 Makanan Ini Sebaiknya Dihindari Demi Cegah Jerawat
Secara kinerja, sepanjang tahun buku 2025, Kopi Kenangan Group mencatat pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 45% secara tahunan menjadi US$184 juta atau sekitar Rp3,09 triliun. Perusahaan juga membukukan laba bersih tahunan pertama sebesar US$17 juta, dengan EBITDA mencapai US$37 juta.
Hingga akhir 2025, Kopi Kenangan mengoperasikan 1.324 gerai di enam negara. Basis pelanggan yang mencapai jutaan orang serta ribuan karyawan menandai transformasi perusahaan dari usaha rintisan menjadi bisnis regional berskala besar.
Meski IPO belum terealisasi, Edward menekankan disiplin sebagai perusahaan terbuka tidak bisa menunggu hingga pencatatan saham dilakukan. Transparansi dan tata kelola, menurutnya, harus menjadi budaya sejak dini.
Untuk itu, manajemen mempercepat siklus pelaporan keuangan, memperkuat pengendalian internal, serta meningkatkan pemanfaatan teknologi dan analitik data. Persiapan IPO juga mencakup uji tuntas menyeluruh, pemeriksaan kesehatan pajak, serta kepatuhan hukum dan perizinan.
Dari sisi operasional, kinerja domestik masih menjadi tulang punggung. Pendapatan bersih Kopi Kenangan di Indonesia tumbuh 40% secara tahunan, ditopang pertumbuhan penjualan gerai yang dinilai sehat.
![]() |
| Kinerja Kopi Kenangan 2025 mencatat pertumbuhan signifikan, didorong ekspansi gerai, strategi digital, dan peningkatan penjualan di pasar domestik serta global. Foto IG: @etirtanata |
Sementara itu, pasar Malaysia mencatatkan lonjakan pendapatan hampir dua kali lipat dan berhasil membukukan EBITDA positif seiring perbaikan skala ekonomi.
Ekspansi juga terus berlanjut ke luar Asia Tenggara, termasuk ke India dan Australia. Langkah ini menjadi uji sejauh mana merek kopi asal Indonesia mampu bersaing di pasar global yang jauh lebih kompetitif.
Kinerja 2025 turut ditopang strategi akuisisi pelanggan berbasis teknologi. Melalui ekosistem digital, perusahaan menambah 4,47 juta pelanggan baru sambil tetap menjaga profitabilitas.
Strategi tersebut memungkinkan Kopi Kenangan membuka 347 gerai baru bersih dengan same store sales growth (SSSG) sebesar 15% sepanjang 2025. Untuk 2026, manajemen menargetkan pembukaan sekitar 550 gerai baru secara global.
Di tengah rencana IPO, publik kini menanti konsistensi Kopi Kenangan dalam menjaga kinerja, transparansi, serta tata kelola, bukan hanya sebagai emiten potensial, tetapi juga sebagai perusahaan yang bertanggung jawab terhadap pemangku kepentingan jangka panjang.
Baca juga:
Insomnia Bukan Sekadar Stres, Bisa Karena Makanan
"Kopi Kenangan membuka kinerja keuangan 2025 sebagai bagian dari persiapan IPO di BEI. Dengan pertumbuhan pendapatan 45% dan laba bersih pertama, perusahaan menegaskan komitmen transparansi dan tata kelola jangka panjang."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #KopiKenangan #IPOIndonesia #PasarModal
.jpg)
.jpg)