Nyaris Timpa Istri, Ancaman Longsor di Balik Permukiman Warga Cirebon

GalaPos ID, Jabar.
Tebing setinggi sekitar sepuluh meter di Desa Gumulung Tonggoh, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, longsor dan menimpa rumah warga.
Peristiwa yang terjadi saat hujan deras ini menyebabkan satu rumah mengalami kerusakan berat, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Ancaman Longsor di Balik Permukiman Warga Cirebon
Satu langkah terlambat, satu dinding runtuh, dan nyawa hampir melayang saat longsor menerjang rumah warga.

"Hujan deras belum berhenti, tebing runtuh, dapur jebol, dan sebuah keluarga nyaris kehilangan nyawa di Kabupaten Cirebon."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Longsor tebing setinggi 10 meter merusak rumah warga di Cirebon.
2. Tidak ada korban jiwa, namun keluarga korban harus mengungsi.
3. Ancaman longsor susulan masih tinggi akibat kondisi tanah labil.


Longsor terjadi di salah satu blok di Desa Gumulung Tonggoh. Material tanah dari tebing runtuh dan menghantam bagian belakang rumah milik Rosidi. Akibat kejadian tersebut, tembok dapur rumah korban jebol tertimpa material longsoran.

Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam waktu cukup lama, Senin, 2 Februari 2026. Secara tiba-tiba, tebing yang berada tepat di belakang rumah longsor dan menimpa bangunan yang ada di bawahnya.

Pemilik rumah, Rosidi, mengaku saat kejadian dirinya tengah membersihkan saluran air, sementara istrinya sedang melaksanakan salat Ashar di area belakang rumah. Beruntung, keduanya berhasil menyelamatkan diri.

“Hujan deras banget sekitar setengah empat, habis pulang jualan. Istri saat itu sedang salat Ashar dan saya sedang beresin saluran air. Seketika terdengar gemuruh dan tebing itu longsor menghantam rumah. Istri menjerit dan tembok dapur jebol. Alhamdulillah istri di dalam selamat,” ujar Rosidi, pemilik rumah, dikutip Selasa, 3 Februari 2026.

Baca juga:
5 Makanan Ini Sebaiknya Dihindari Demi Cegah Jerawat

Pasca kejadian, keluarga korban terpaksa mengungsi ke rumah sanak saudara karena khawatir terjadi longsor susulan. Mereka berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk perbaikan rumah yang mengalami kerusakan berat.

Penanganan Darurat dan Ancaman Susulan
Pemerintah Desa Gumulung Tonggoh langsung melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian dengan membangun penahan tebing sementara untuk mencegah longsor susulan.

“Kami mendapatkan laporan adanya longsor dan langsung mengecek ke lokasi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kami langsung melakukan penanganan darurat dengan memasang patok dan membangun penahan tebing,” kata Agus Saefudin, Kuwu Desa Gumulung Tonggoh.

Hujan Deras Picu Longsor, Warga Gumulung Tonggoh Mengungsi
Longsor di Desa Gumulung Tonggoh, Cirebon, nyaris menimpa istri pemilik rumah yang sedang salat. Peristiwa ini kembali mengingatkan ancaman permukiman di bawah tebing labil.

 

Warga di sekitar lokasi diminta tetap waspada, mengingat kondisi tanah masih labil dan hujan dengan intensitas tinggi berpotensi kembali terjadi.

Musibah longsor dari bukit setinggi lebih dari 10 meter menghantam rumah seorang pedagang es doger di Blok Pakuwon, Desa Gumulung Tonggoh, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Peristiwa ini nyaris menimpa istri pemilik rumah yang sedang salat di dekat lokasi longsoran.

Material longsor berupa tanah, bebatuan, dan pepohonan masih menumpuk di bagian belakang rumah Rosidi (58). Dinding dapur setinggi sekitar tiga meter jebol, sementara sejumlah perabot rumah tangga dan barang elektronik rusak parah dan tak dapat digunakan.

 



Baca juga:
Bukan Sekadar Kedinginan, Menggigil Bisa Jadi Sinyal Penyakit

"Longsor tebing setinggi 10 meter di Desa Gumulung Tonggoh, Cirebon, menghantam rumah warga saat hujan deras. Peristiwa ini menyoroti kerentanan permukiman di wilayah rawan longsor dan lemahnya perlindungan hunian rakyat."

#Longsor #Cirebon #BencanaAlam #GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال