GalaPos ID, Jombang.
Keberhasilan Diana Putri Sari (17) mengelola UMKM Pisang Goreng Nasional menjadi potret nyata potensi ekonomi lokal Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim) yang masih terbuka luas, terutama di sektor kuliner berbasis hasil pertanian. Tak hanya diminati warga lokal Jombang, pesanan kepada Diana juga datang dari luar daerah seperti Kediri, Nganjuk, dan Mojokerto.
![]() |
| Pelajar SMA Jombang raih omzet jutaan rupiah per hari. Diana Putri Sari membuktikan UMKM pisang goreng bisa berkembang pesat dengan konsep ramah lingkungan dan strategi bisnis kreatif. |
"UMKM pelajar di Jombang tak sekadar soal jualan, tetapi juga cerminan potensi ekonomi daerah yang belum sepenuhnya tergarap optimal."
Baca juga:
- Harmony (ONE): Teknologi Kuat, Pasar Lemah 2026
- Skandal Permainan Kuota Haji, KPK Jerat Eks Menag Yaqut
- Prediksi Harga ONE 2026, Tekanan Bearish vs Bullish Optimis
Gala Poin:
1. UMKM pelajar mencerminkan potensi ekonomi lokal Jombang
2. Dukungan program pemerintah membuka peluang UMKM naik kelas
3. Tantangan branding dan permodalan masih perlu solusi konkret
Pisang Goreng Nasional menawarkan berbagai varian topping kekinian dengan harga terjangkau, mulai dari original Rp14 ribu, gula palm Rp16 ribu, cokelat Rp18 ribu, tiramisu Rp18 ribu, keju Rp20 ribu, hingga paket kombinasi seperti tiramisu cheese dan choco cheese Rp22 ribu.
Varian gula palm dan choco cheese menjadi favorit pelanggan. Proses produksi dilakukan secara teliti. Pisang dikupas, dicelupkan ke adonan, lalu digoreng dua kali hingga menghasilkan tekstur renyah.
Setelah matang, pisang disusun dalam besek bambu, diberi topping dua lapis di bagian tengah dan atas, kemudian ditutup rapi.
Salah satu pelanggan, Dian, mengaku kerap membeli produk tersebut.
“Rasanya mantap, nikmat, kremes-kremes. Cocok untuk camilan maupun oleh-oleh,” ujar Dian, Minggu, 11 Januari 2026.
Baca juga:
Patgulipat Kuota Haji Tambahan dan Dugaan Rasuah Triliunan Rupiah
Ia juga mengapresiasi penggunaan kemasan ramah lingkungan. “Wadahnya tradisional, dari besek bambu, bagus dan lebih ramah lingkungan,” tambahnya.
Fenomena UMKM yang dijalankan pelajar ini sejalan dengan potensi UMKM Jombang yang sangat beragam. Daerah ini memiliki sektor unggulan mulai dari kuliner khas seperti onde-onde, tahu pong, brem, hingga kerajinan tangan seperti manik-manik kaca dan anyaman tas plastik.
Pemerintah daerah mendorong pengembangan UMKM melalui berbagai program, seperti UMKM Naik Kelas, Santri Preneur dengan konsep “satu pesantren satu produk industri kreatif”, kemitraan strategis dengan dunia usaha dan perguruan tinggi, serta penguatan pemasaran dan branding hingga ke pasar nasional dan internasional.
Namun demikian, tantangan masih membayangi, mulai dari minimnya branding, keterbatasan permodalan, hingga pemasaran yang belum merata.
![]() |
| Inspirasi wirausaha muda Indonesia datang dari Diana Putri Sari, siswa SMA yang sukses membangun UMKM Pisang Goreng Nasional dengan omzet tinggi dan komitmen pada bisnis berkelanjutan. |
Di sisi lain, peluang tetap terbuka lebar dengan dukungan sumber daya alam lokal, pertumbuhan jumlah UMKM, serta ketertarikan investor terhadap keunikan produk khas Jombang.
Kisah Diana menjadi bukti bahwa regenerasi pelaku UMKM dapat dimulai sejak usia sekolah, sekaligus menjadi alarm bagi pemangku kebijakan agar pembinaan UMKM dilakukan secara berkelanjutan dan merata hingga tingkat desa.
Baca juga:
Mengapa 8 dari 10 Orang Gagal di Social Media Marketing?
"Kisah UMKM Pisang Goreng Nasional milik pelajar SMA Jombang menjadi gambaran nyata potensi dan tantangan pengembangan UMKM daerah berbasis sumber daya lokal."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #UMKM #Jombang #WirausahaMuda
.jpeg)
.jpeg)