GalaPos ID, Balikpapan.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melontarkan kritik keras terhadap praktik pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai menyimpang dari kepentingan publik.
Ia menyoroti fenomena BUMN yang mengalami kerugian, tetapi direksinya tetap meminta tantiem.
BUMN merugi tapi tetap meminta tantiem. Presiden Prabowo menyebutnya “tidak tahu malu” dan memerintahkan pembersihan total.
Baca juga:
- Pisang Goreng Nasional, Potret UMKM Pelajar di Tengah Potensi Jombangc
- Curve DAO Token: Prediksi dan Risiko Harga CRV
- Pisang Goreng Nasional, UMKM Pelajar Jombang Beromzet Jutaan
Gala Poin:
1. Presiden Prabowo mengecam direksi BUMN yang merugi tetapi tetap meminta tantiem.
2. Pemerintah memerintahkan pembersihan total dan profesionalisasi BUMN.
3. Pengelolaan BUMN dinilai krusial untuk menjaga kekayaan negara dan kepentingan publik.
“Banyak yang rugi. Sudah rugi, minta tantiem lagi. Tidak tahu malu. Dablek menurut saya,” kata Presiden Prabowo Subianto saat peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin, 12 Januari 2025.
Presiden menegaskan, praktik tersebut tidak dapat lagi ditoleransi. Menurutnya, BUMN harus dikelola secara profesional dan bersih dari kepentingan pribadi yang merugikan negara.
“Kalau tidak mau, kalau tidak sanggup, mengabdi, dengan penghasilan yang tersedia, berhenti saja, segera minta berhenti. Banyak yang siap gantikan,” lanjut Presiden.
Kepala negara mengaku telah memberikan tugas khusus kepada para menteri dan pejabat terkait untuk melakukan pembenahan menyeluruh di tubuh BUMN. Ia menilai selama ini terdapat masalah serius pada level manajemen.
“Selama ini banyak di posisi management, di posisi kritis, membohongi atasan, menipu atasan, menipu Presiden untuk mencari keuntungan pribadi,” ucap Prabowo.
Baca juga:
Lansia 78 Tahun Hilang di Hutan Pekuncen, SAR Banyumas Diterjunkan
Presiden mengingatkan bahwa kekayaan negara harus dijaga demi kepentingan rakyat luas. Ia menegaskan, Indonesia membutuhkan BUMN yang sehat untuk memperkuat bangsa serta mengatasi kemiskinan dan kelaparan.
“Sekarang harus hentikan seperti itu. Harus benar-benar menjaga kekayaan negara karena Indonesia butuh itu untuk memperkuat bangsa, menghilangkan kemiskinan, menghilangkan kelaparan,” tegasnya.
Prabowo menilai tantangan global ke depan semakin berat. Tanpa pengelolaan kekayaan negara yang benar, Indonesia berisiko kehilangan kedaulatan ekonominya.
“Persaingan global sekarang sangat ketat. Kalau kita tidak kuat tapi kita kaya, bisa-bisa kekayaan kita direbut. Karena itu kita harus bekerja keras,” ujarnya.
Selain itu, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat industrialisasi nasional melalui hilirisasi, energi terbarukan, dan investasi strategis.
Ia menyebut, Indonesia tidak memiliki banyak waktu menghadapi persaingan global yang semakin ketat.
“Program hilirisasi kita membutuhkan uang. Tapi saya optimis dengan pengelolaan yang baik kita akan mampu mencapai tujuan hilirisasi itu,” ujar Presiden.
Baca juga:
Prediksi Harga HBAR 2026–2030: Peluang Besar, Risiko Tak Kecil
"Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pembersihan total BUMN setelah banyak perusahaan negara merugi namun tetap meminta tantiem. Presiden menyebut praktik itu tidak bermoral dan meminta direksi yang tidak sanggup mengabdi untuk mundur."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #BUMN #PrabowoSubianto #Tantiem
.jpg)
.jpg)