Mitos dan Fakta Daging Kambing bagi Kesehatan

GalaPos ID, Jakarta.
Daging kambing kerap menghadirkan dilema bagi sebagian masyarakat Indonesia. Di satu sisi, rasanya dikenal gurih dan menggugah selera. Namun di sisi lain, bahan pangan ini memiliki reputasi kurang ramah bagi kesehatan, terutama terkait kolesterol dan jantung.
Pertanyaannya, apakah daging kambing benar-benar harus dihindari, atau masih bisa dikonsumsi secara aman?

5 Tips Sehat Makan Daging Kambing (Tidak Perlu Takut Kolesterol)
Daging kambing bisa memberikan dilema tersendiri bagi sebagian masyarakat Indonesia. Foto IG: @dhimastriyanto_iwk

"Di balik kelezatannya, daging kambing kerap dicap sebagai “musuh kesehatan”. Namun benarkah demikian, atau justru cara konsumsinya yang selama ini keliru?"

Baca juga:

Gala Poin:
1. Daging kambing masih aman dikonsumsi jika porsinya dibatasi dan tidak terlalu sering.
2. Cara pengolahan sangat menentukan risiko kesehatan, terutama pada olahan bakar dan goreng.
3. Konsumsi sayur dan buah berperan penting dalam menekan dampak kolesterol.


Pakar kesehatan menilai konsumsi daging kambing memang perlu kehati-hatian. Jika dikonsumsi secara berlebihan, daging kambing berpotensi memengaruhi kadar kolesterol dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan tertentu.

Namun, dengan pola konsumsi yang tepat, daging kambing masih bisa dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan.

Salah satu langkah utama adalah membatasi porsi konsumsi. Daging kambing sejatinya kaya nutrisi, tetapi konsumsi berlebih dapat memicu kolesterol tinggi, kenaikan berat badan, hingga risiko diabetes.

Pakar kesehatan merekomendasikan konsumsi sekitar 50 gram per sekali makan. Bagi mereka yang tidak memiliki masalah kesehatan, porsi ini masih bisa ditingkatkan hingga 100 gram. Untuk olahan sate kambing, konsumsi sebaiknya dibatasi maksimal 10 tusuk per hari.

Sementara itu, untuk menu seperti rendang atau gulai kambing, cukup satu hingga dua potong karena umumnya mengandung kalori yang tinggi.

Baca juga:
Emas Antam Rekor Tertinggi, Saham Tambang Ikut Panas

Selain porsi, pemilihan bagian daging juga berperan penting. Pakar kesehatan menyarankan memilih bagian paha karena memiliki kandungan lemak yang lebih rendah. Jika daging direbus, air rebusan sebaiknya dibuang karena biasanya mengandung lemak yang ikut keluar selama proses memasak.

Cara pengolahan pun menjadi perhatian. Daging kambing yang dibakar, seperti sate, memang digemari, tetapi bagian daging yang gosong berpotensi mengandung zat karsinogen. Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dikhawatirkan meningkatkan risiko kanker.

Hal serupa juga berlaku pada daging kambing goreng, terutama yang dilapisi tepung, karena kandungan kalori dan kolesterolnya relatif tinggi. Olahan bersantan seperti gulai atau tongseng sebaiknya dikonsumsi terbatas, bahkan disarankan hanya memakan dagingnya tanpa kuah.

Pakar kesehatan lebih menganjurkan metode pengolahan dipanggang atau direbus, yang dinilai lebih aman dan sehat dibandingkan dibakar atau digoreng.

Tak Selalu Berbahaya, Begini Cara Sehat Makan Daging Kambing
Meskipun daging kambing rasanya memang sangat nikmat, sebaiknya kita tidak melupakan asupan sayur dan buah-buahan saat mengonsumsinya. Keberadaan sayur bisa menjadi penyeimbang daging karena adanya kandungan serat yang ada di dalamnya.

Di sisi lain, konsumsi daging kambing sebaiknya selalu diimbangi dengan sayuran dan buah-buahan. Kandungan serat dalam sayur membantu pencernaan sekaligus menghambat penyerapan kolesterol.

Buah dapat dikonsumsi sebelum atau setelah makan daging kambing untuk membantu menjaga kadar kolesterol darah tetap stabil. Terakhir, daging kambing sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering. Pola konsumsi sesekali dinilai lebih aman untuk menekan risiko kolesterol tinggi dan penyakit kardiovaskular.

Dengan pengaturan porsi, pemilihan daging, cara memasak, serta keseimbangan asupan, daging kambing tidak harus menjadi pantangan. Yang menjadi persoalan bukan semata dagingnya, melainkan cara dan frekuensi konsumsinya.

 

Baca juga:
Harga Emas Sentuh US$5.000, Pasar Global Diliputi Ketegangan

"Daging kambing kerap dicap tidak sehat karena kolesterol. Artikel ini mengulas cara aman mengonsumsi daging kambing agar tetap lezat tanpa mengorbankan kesehatan."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #DagingKambing #Kuliner #Kesehatan

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال