Dari ASTON ke Archipelago, Perjalanan Melawan Krisis

GalaPos ID, Jakarta.
Kesuksesan Archipelago International sebagai grup manajemen hotel swasta terbesar di Asia Tenggara tidak lahir dari pertumbuhan mulus. Di balik ekspansi global hingga Timur Tengah dan Karibia, terdapat fase bertahan hidup yang panjang, sunyi, dan penuh risiko.

Dari ASTON ke Archipelago, Perjalanan Melawan Krisis
Di forum The CEO Table Jakarta bersama Sindikasi Media Network, Archipelago International menegaskan strategi ekspansi global tanpa mengejar keuntungan instan, dengan Karibia dan Arab Saudi sebagai pilar utama pertumbuhan. Foto: SMN
 

"Di balik kesuksesan Archipelago International hari ini, tersimpan kisah bertahan hidup di tengah krisis, tanpa gaji, dan keputusan berisiko yang nyaris mematikan bisnis sejak awal berdiri."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Archipelago lahir dan bertahan di tengah krisis ekonomi Asia.
2. Charles Brookfield mempertaruhkan gaji dan stabilitas pribadi demi perusahaan.
3. Fondasi ketahanan jangka panjang menjadi kunci ekspansi global Archipelago.


Kisah itu bermula pada 1997, ketika Charles Brookfield membawa merek ASTON International ke Indonesia. Saat itu, ASTON dikenal sebagai merek hotel asal Hawaii dengan portofolio sekitar 30 properti.

Sebagai wakil presiden eksekutif, Charles mendapat mandat untuk memperluas bisnis ke luar Amerika Serikat. Dilansir dari wawancara dengan TTG Asia, 6 Oktober 2017, Charles menyebut keputusannya menyasar Asia-Pasifik didasarkan pada prediksi pertumbuhan ekonomi kawasan tersebut dalam 10 hingga 20 tahun ke depan. Indonesia dan Filipina menjadi target utama.

Keputusan itu mendorong pembukaan kantor ASTON di Jakarta dan Manila, serta pengembangan hotel berbintang empat dan lima di Asia Tenggara. ASTON Sudirman Jakarta tercatat sebagai hotel pertama ASTON di Indonesia.

“Ide saya adalah mengembangkan hotel bintang 4 dan 5 di semua ibu kota di negara Asia Tenggara serta obyek wisata favorit, seperti Phuket (di) Thailand, Boracay (di) Filipina, dan Bali,” tuturnya kepada TTG Asia.

Baca juga:
MSCI Tekan Pasar Saham Indonesia, Analis Soroti Peluang Buy on Dip

Namun, baru satu tahun berjalan, krisis ekonomi Asia menghantam. Indonesia dan Filipina terdampak berat, bukan hanya secara ekonomi, tetapi juga sosial dan politik. Kondisi di Filipina disebut jauh lebih kacau, memaksa perusahaan membekukan seluruh proyek dan menutup kantor di Manila.

“Saya terpaksa menutup kantor di Filipina dan fokus di Indonesia. Setidaknya, di Indonesia, kami (sudah) memiliki ASTON Rasuna Jakarta dan ASTON Benoa Bali,” tuturnya.

Fokus di Indonesia pun tidak serta-merta menyelamatkan perusahaan. Selama 10 tahun pertama, pertumbuhan ASTON berjalan sangat lambat. Perusahaan bahkan kesulitan membiayai operasional kantor.

Charles mengakui, selama enam hingga tujuh tahun pertama, ia merelakan gajinya agar perusahaan tetap bertahan. Sebuah keputusan ekstrem yang jarang terdengar dalam kisah sukses korporasi besar.

Meski demikian, ia tidak kehilangan keyakinan. Charles percaya, ASTON membutuhkan waktu panjang sebelum bisa “lepas landas”. Keyakinan itu pula yang membawanya bertemu dengan John Flood, yang saat itu baru dua tahun berada di Indonesia untuk membantu mengelola sejumlah vila di Bali.

Charles Brookfield dan Taruhan Besar di Industri Hotel Indonesia
Strategi itu dipaparkan langsung oleh President & CEO Archipelago International, John Flood, dalam forum The CEO Table: Hospitality Unpacked bersama Sindikasi Media Network di Jakarta, Rabu (29/1). Foto: SMN

Pertemuan tersebut menjadi titik balik penting dalam perjalanan perusahaan yang kelak berevolusi menjadi Archipelago International, dengan 11 merek hotel dan jejak global yang terus meluas.

Dengan tetap mempertahankan akar budaya dan keramahan Asia, Archipelago berhasil menantang dominasi jaringan hotel internasional, membuktikan bahwa perusahaan asal Indonesia mampu bersaing di level global—bukan lewat pertumbuhan cepat, tetapi melalui ketahanan dan konsistensi jangka panjang.

 

 

Baca juga:
Katulampa Siaga 3, Jakarta Kembali Waspada Banjir

"Kisah perjalanan Archipelago International bermula dari krisis Asia 1998. Charles Brookfield mempertaruhkan segalanya demi membangun ASTON di Indonesia, hingga tumbuh menjadi grup hotel swasta terbesar di Asia Tenggara."


#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #ArchipelagoInternational #KisahBisnis #SindikasiMediaNetwork

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال