GalaPos ID, Karawang.
Banjir kembali merendam Kampung Pangasinan dan Kampung Kampek, Desa Kalangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis, 29 Januari 2026.
Air yang sempat surut selama beberapa jam, kembali naik dan menggenangi ratusan rumah warga.
![]() |
| Evakuasi Warga di Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang. Foto: TT |
"Banjir di Karawang kembali merendam rumah warga hanya beberapa jam setelah air surut. Pola berulang ini memunculkan pertanyaan besar: sampai kapan warga harus hidup dalam siklus banjir tanpa solusi permanen?"
Baca juga:
- Tutorial Tabel Keterangan Blogger yang Rapi dan Profesional
- MSCI Tekan Pasar Saham Indonesia, Analis Soroti Peluang Buy on Dip
- Optimasi SEO Onpage Agar Sesuai dengan Social Media
Gala Poin:
1. Banjir di Desa Kalangligar kembali terjadi hanya beberapa jam setelah air surut
2. Warga kelelahan menghadapi pola banjir berulang tanpa solusi permanen
3. Luapan Sungai Cibeet dan Citarum menjadi pemicu utama banjir
Bagi warga Desa Kalangligar, banjir bukan lagi peristiwa mengejutkan. Polanya nyaris selalu sama setiap kali terjadi: air datang, surut sebentar, lalu kembali merendam permukiman dengan ketinggian yang kerap lebih parah.
Salah seorang warga Kampung Pangasinan, Mak Iip (69 tahun), mengaku kelelahan menghadapi banjir yang datang berulang dalam waktu singkat.
“Ini banjir lagi. Baru surut sebentar, dua sampai tiga jam, air datang lagi. Sekarang sudah masuk rumah lagi. Saya sudah capek,” keluh Mak Iip.
Menurut Mak Iip, banjir kali ini berlangsung lebih lama dibanding kejadian sebelumnya. Hampir dua pekan terakhir, ketinggian air terus naik dan turun, membuat warga tidak memiliki waktu cukup untuk memulihkan kondisi rumah dan aktivitas sehari-hari.
“Kalau disuruh pindah, ya mau,” ujarnya, pasrah.
Baca juga:
Peraturan KPK 2026, SK Gratifikasi Kini Berdasar Level Jabatan
Keluhan serupa disampaikan Wacih (45), warga lainnya yang kembali terpaksa mengungsi setelah rumahnya kembali terendam. Ia menyebut ketinggian air di wilayah tersebut mencapai satu hingga dua meter.
“Tadinya sudah surut, sekarang banjir lagi. Air sudah setinggi satu sampai dua meter,” katanya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang menyatakan banjir kembali terjadi akibat tingginya intensitas hujan serta luapan Sungai Cibeet dan Sungai Citarum.
“Kemarin sempat surut total. Namun karena hujan masih tinggi dan luapan Sungai Cibeet serta Citarum, air kembali masuk ke permukiman sekitar pukul dua belas siang. Sejak pagi hingga siang ini, air naik dengan cepat,” ujar Kaming, petugas BPBD Karawang.
BPBD mencatat lokasi terdampak terparah berada di Dusun Pangasinan RT 03, dengan ketinggian air mencapai sekitar dua meter.
Kondisi banjir masih berpotensi meningkat karena debit Sungai Cibeet dan Sungai Citarum belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Pantauan di lapangan menunjukkan banjir juga menggenangi akses utama jalan desa serta fasilitas umum seperti masjid dan sekolah. Sejumlah sekolah terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar karena bangunan masih terendam air.
Baca juga:
IHSG Ambruk 8 Persen dan Trading Halt, Menkeu Purbaya Shock Sementara
"Banjir kembali melanda Desa Kalangligar, Karawang, merendam ratusan rumah hingga dua meter. Warga kelelahan menghadapi banjir berulang yang datang, surut, lalu kembali naik hanya dalam hitungan jam."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Karawang #Kalangligar #Banjir
.jpeg)
.jpeg)