Cabai Rawit dan Harapan Kemandirian Pangan Desa Kalosi

GalaPos ID, Sidrap.
Upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa terus diuji oleh fluktuasi harga bahan pokok dan keterbatasan pemanfaatan lahan.
Menjawab tantangan tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 menginisiasi program budidaya cabai rawit di Desa Kalosi, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), sebagai langkah mendorong kemandirian pangan berbasis rumah tangga dan aset desa.

Dari Lahan Kosong ke Ketahanan Pangan: Aksi KKN Unhas di Sidrap

"Ketika harga cabai rawit kerap melonjak, mahasiswa KKN Unhas memilih turun ke lahan kosong desa dan membuktikan bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari pekarangan sendiri."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 115 menginisiasi budidaya cabai rawit sebagai respons atas fluktuasi harga dan kebutuhan pangan harian masyarakat.
2. Program memanfaatkan lahan BUMDes yang sebelumnya tidak optimal, dengan pendampingan langsung kepada warga.
3. Budidaya cabai rawit berpotensi memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjadi sumber ekonomi berkelanjutan bagi desa.


Program ini menyasar langsung persoalan krusial masyarakat, yakni ketergantungan pada pasokan pasar untuk komoditas hortikultura yang hampir selalu hadir dalam konsumsi harian. Pelaksanaan budidaya cabai rawit dilakukan pada Senin, 19 Januari 2025, di Desa Kalosi, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang, dengan memanfaatkan lahan BUMDes yang merupakan area kosong yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. 

Cabai rawit dipilih karena memiliki tingkat konsumsi tinggi dan dikenal rentan mengalami lonjakan harga. Dengan budidaya mandiri, masyarakat diharapkan memiliki alternatif nyata untuk menjaga stabilitas pangan sekaligus membuka peluang nilai tambah ekonomi.

Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 115 bersama warga setempat menjalankan rangkaian kegiatan mulai dari sosialisasi hingga pendampingan perawatan tanaman selama masa KKN berlangsung.

Salah satu mahasiswa yang terlibat aktif adalah Dwigita Nanda Aulyah, Mahasiswa KKN Unhas Gel.115 dari Jurusan Agroteknologi. Program ini juga mendapat dukungan dari pemerintah desa setempat.

Baca juga:
Suka Minuman Manis Harus Dibatasi, Mengapa? 

Budidaya cabai rawit dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan lokal.

“Cabai rawit memiliki urgensi tinggi karena hampir selalu dibutuhkan dalam konsumsi harian. Dengan budidaya mandiri, masyarakat dapat lebih siap menghadapi lonjakan harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat setempat, pembudidayaan ini selanjutnya akan dimanfaatkan sebagai salah satu sumber dana Desa Kalosi,” ujar Dwigita Nanda Aulyah, Mahasiswa KKN Unhas Gel.115, Jurusan Agroteknologi, dalam keterangan yang diterima GalaPos ID, Senin, 26 Januari 2026.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi teknik budidaya cabai rawit, yang mencakup pemilihan benih unggul, persiapan media tanam, proses penanaman, hingga perawatan tanaman.

Pendampingan dilakukan secara langsung agar masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan teknik budidaya secara berkelanjutan setelah program KKN berakhir.

Kepala Desa Kalosi menyambut positif inisiatif tersebut.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena tidak hanya meningkatkan keterampilan bertani, tetapi juga membantu warga dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari,” ujarnya.

Mahasiswa KKN Unhas Kembangkan Budidaya Cabai Rawit di Desa Kalosi
 

Lebih dari sekadar kegiatan temporer mahasiswa, program ini menunjukkan bagaimana intervensi sederhana berbasis potensi lokal dapat memberi dampak jangka panjang.

Jika dikelola secara konsisten, budidaya cabai rawit tidak hanya memperkuat kemandirian pangan warga Desa Kalosi, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pendapatan desa yang berkelanjutan.

 

 

Baca juga:
Tambora dan Ancaman Kejahatan Jalanan yang Tak Kunjung Reda

"Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin Gelombang 115 mendorong kemandirian pangan Desa Kalosi, Sidrap, melalui budidaya cabai rawit di lahan BUMDes. Program ini menjadi langkah strategis menghadapi fluktuasi harga dan memperkuat ekonomi desa berbasis potensi lokal."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #KKNUnhas #KetahananPanganDesa #BudidayaCabaiRawit

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال