GalaPos ID, Jakarta.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) kembali mencatatkan penambahan kontrak baru dari proyek-proyek infrastruktur strategis.
Namun, di tengah derasnya aliran proyek, perhatian publik tidak hanya tertuju pada nilai kontrak, melainkan juga pada tata kelola, efektivitas pelaksanaan, serta manfaat langsung bagi masyarakat.
"Di balik kontrak ratusan miliar rupiah, publik menuntut lebih dari sekadar proyek selesai tepat waktu. Transparansi, tata kelola, dan dampak nyata menjadi ujian sesungguhnya bagi WIKA sebagai BUMN karya."
Baca juga:
- Tiga Proyek Strategis WIKA: Fly Over, Bendung, hingga Tol Patimban
- Kritik Keras, Megawati Soroti Disinformasi dan Bisnis Buzzer
- Catatan Merah dan Penuh Tekanan, Saham Anjlok Hingga 35 Persen Pekan Lalu
Gala Poin:
1. WIKA kembali memperoleh kontrak besar dari proyek strategis nasional.
2. Tata kelola, transparansi, dan pengawasan menjadi perhatian publik utama.
3. Dampak nyata proyek bagi masyarakat menjadi tolok ukur keberhasilan.
Tambahan proyek yang diperoleh WIKA mencakup pembangunan fly over, rehabilitasi bendung, dan pembangunan tol akses logistik nasional. Seluruh proyek tersebut berada di bawah kendali instansi strategis negara, mulai dari Kementerian Pekerjaan Umum hingga PT Jasamarga (Persero) Tbk.
Manajemen WIKA menyatakan optimisme bahwa kontrak baru ini akan memperkuat portofolio proyek strategis nasional. Namun, rekam jejak BUMN karya yang kerap disorot publik membuat aspek pengawasan dan akuntabilitas menjadi krusial.
Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito (BW), menegaskan komitmen perusahaan terhadap kualitas dan keselamatan kerja.
“Perolehan kontrak ini mencerminkan kepercayaan berkelanjutan dari para pemangku kepentingan kepada WIKA sebagai BUMN konstruksi yang memiliki kompetensi kuat di sektor infrastruktur transportasi dan sumber daya air. WIKA berkomitmen untuk melaksanakan seluruh proyek secara tepat waktu dan bermutu, serta senantiasa mengedepankan keselamatan kerja dan prinsip keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Baca juga:
Muda, Produktif, dan Terseret Kasus Suap: Harta Rp79,1 M Bupati Bekasi
Dari sisi struktur organisasi, WIKA dipimpin oleh jajaran direksi yang berpengalaman, dengan Agung Budi Waskito sebagai Direktur Utama, didampingi Sumadi, Hadjar Seti Adji, Hananto Aji, dan Fafan Khoirul Fanani.
Pengawasan dilakukan oleh Dewan Komisaris yang diketuai Jarot Widyoko, dengan komposisi komisaris independen sebagai bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Perseroan juga memiliki Komite Audit yang diketuai Suryo Hapsoro Tri Utomo untuk mendukung fungsi pengawasan internal.
Struktur kepemilikan saham didominasi PT Danantara Asset Management dengan kepemilikan 91,018%, sementara sisanya dimiliki publik dan manajemen dalam porsi minor. Bagi publik, dominasi kepemilikan negara dan nilai proyek yang besar menuntut transparansi maksimal.
Keberhasilan WIKA tidak hanya diukur dari perolehan kontrak, tetapi juga dari kemampuan menyelesaikan proyek tepat waktu, bebas dari pembengkakan biaya, serta memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat dan daerah.
Dengan proyek-proyek baru yang akan berjalan hingga 2027, pengawasan publik dan pemangku kepentingan menjadi kunci agar pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada angka kontrak, melainkan berujung pada peningkatan kesejahteraan.
Baca juga:
BEI Masuk Bursa Dunia, Investor Pasar Modal RI Capai 20 Juta
"Kontrak baru WIKA senilai ratusan miliar rupiah menambah portofolio proyek strategis nasional. Publik kini menyoroti tata kelola, transparansi, dan dampak nyata proyek."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #BUMN #WIKAKarya #Infrastruktur
%20Tbk%20(WIKA)%20kembali%20mencatatkan%20perolehan%20kontrak%20baru%20dengan%20mengamankan%20tiga%20proyek%20infrastruktur%20strategis%20bernilai%20total%20lebih%20dari%20Rp690%20miliar%20(1).jpg)
%20Tbk%20(WIKA)%20kembali%20mencatatkan%20perolehan%20kontrak%20baru%20dengan%20mengamankan%20tiga%20proyek%20infrastruktur%20strategis%20bernilai%20total%20lebih%20dari%20Rp690%20miliar%20(2).jpg)