Tiga Proyek Strategis WIKA: Fly Over, Bendung, hingga Tol Patimban

GalaPos ID, Jakarta.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) kembali mencatatkan perolehan kontrak baru dengan mengamankan tiga proyek infrastruktur strategis bernilai total lebih dari Rp690 miliar.
Proyek-proyek tersebut menyasar sektor transportasi, sumber daya air, dan konektivitas logistik nasional, yang selama ini menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah.

Tiga Proyek Strategis WIKA: Fly Over, Bendung, hingga Tol Patimban
Kegiatan usaha difokuskan pada optimalisasi lima lini bisnis utama, yaitu investasi yang mencakup energi terbarukan, infrastruktur, dan prasarana air; realti dan properti melalui pengembangan serta manajemen real estat dan properti; prasarana dan bangunan yang meliputi konstruksi sipil, bangunan, dan baja; proyek energi dan industri termasuk EPCC, energi listrik, serta proyek energi terbarukan; serta sektor industri yang memproduksi beton pracetak, produk industri konstruksi, kendaraan bermotor listrik, dan aspal. Foto: WIKA

"Di tengah sorotan publik terhadap kinerja BUMN karya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk kembali mengantongi kontrak ratusan miliar rupiah. Pertanyaannya: sejauh mana proyek-proyek ini benar-benar menjawab kebutuhan konektivitas dan logistik nasional?"

Baca juga:

Gala Poin:
1. WIKA mengamankan tiga proyek strategis di sektor transportasi dan sumber daya air.
2. Nilai total kontrak melampaui Rp690 miliar dengan dampak langsung ke logistik nasional.
3. Realisasi proyek menjadi sorotan publik terkait mutu, keselamatan, dan keberlanjutan.


Ketiga proyek tersebut meliputi Pembangunan Fly Over Jalan Sudirman Muara Enim dan Rehabilitasi Bendung Karet Jatimlerek dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta Pembangunan Jalan Tol Akses Patimban Paket II dari PT Jasamarga (Persero) Tbk.

Manajemen WIKA menyebut proyek ini selaras dengan Asta Cita ke-3 dan ke-5 pemerintah terkait pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan penguatan sistem logistik nasional.

Proyek Fly Over Jalan Sudirman Muara Enim, Sumatera Selatan, menjadi salah satu proyek krusial dengan nilai Rp177,22 miliar. WIKA dipercaya Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PU, untuk menangani perlintasan jalan nasional yang bersinggungan langsung dengan jalur kereta api pengangkut batu bara (Babaranjang) dan kereta penumpang.

Keberadaan fly over ini diharapkan mampu mengurangi risiko kecelakaan, meminimalkan kemacetan, serta menjaga kelancaran distribusi energi.

Baca juga:
BEI Masuk Bursa Dunia, Investor Pasar Modal RI Capai 20 Juta 


Lingkup pekerjaan mencakup pemasangan baja struktur dan baja bergelombang, pondasi tiang bor beton berdiameter 800 mm, hingga penggunaan material ringan mortar busa dengan kekuatan tekan UCS 800 kPa.

Selain itu, WIKA juga memperoleh kontrak Rehabilitasi Bendung Karet Jatimlerek di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dengan nilai Rp268,33 miliar dan masa pelaksanaan 2025–2027. Proyek ini berada di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PU.

Rehabilitasi bendung tersebut bertujuan mengembalikan fungsi pengendalian elevasi Sungai Brantas guna menjamin pasokan air irigasi. Teknologi Pneumatic Spillway Gate with Rubber Bladder digunakan sebagai sistem pengendali aliran air, yang menuntut presisi teknis dan pengawasan ketat.

Proyek ketiga adalah Pembangunan Jalan Tol Akses Patimban Paket II Sta. 7+100–Sta. 14+110 di Kabupaten Subang, Jawa Barat. WIKA tergabung dalam kerja sama operasi (KSO) dengan porsi 17,5% dari total nilai proyek Rp244,69 miliar.

Dari Muara Enim ke Patimban, WIKA Perluas Jejak Proyek Strategis
Diversifikasi bisnis menjadi keunggulan utama WIKA dalam menangkap peluang pasar nasional dan internasional. WIKA menjalankan perannya dengan menyediakan layanan EPC dan konstruksi, mengembangkan usaha investasi, mengelola bisnis properti dan realti, serta memperkuat sektor industri pendukung konstruksi. Foto: WIKA

 

Jalan tol ini menjadi akses vital menuju Pelabuhan Patimban sebagai simpul logistik nasional. Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito (BW), menyatakan perolehan kontrak ini mencerminkan kepercayaan pemangku kepentingan terhadap kapasitas perseroan.

“Perolehan kontrak ini mencerminkan kepercayaan berkelanjutan dari para pemangku kepentingan kepada WIKA sebagai BUMN konstruksi yang memiliki kompetensi kuat di sektor infrastruktur transportasi dan sumber daya air. WIKA berkomitmen untuk melaksanakan seluruh proyek secara tepat waktu dan bermutu, serta senantiasa mengedepankan keselamatan kerja dan prinsip keberlanjutan lingkungan,” sebut Agung dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin, 22 Desember 2025.

Bagi publik, realisasi proyek-proyek ini akan menjadi indikator penting, bukan hanya dari sisi serapan anggaran, tetapi juga dampaknya terhadap keselamatan, distribusi logistik, dan keberlanjutan ekonomi daerah.

 

Baca juga:
Terra 2.0 dan Harga LUNA, Apakah Layak Dipercaya Kembali?

"WIKA meraih tiga kontrak infrastruktur strategis senilai lebih dari Rp690 miliar, mencakup fly over, bendung, dan tol akses Patimban untuk mendukung konektivitas dan logistik nasional."

 #GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #WIKA #Infrastruktur #Logistik

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال