GalaPos ID, Bengkalis.
Anggota Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Iyeth Bustami, mendorong penguatan koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bengkalis sebagai langkah konkret mendukung Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Dorongan ini disampaikan dalam pertemuan dan dialog bersama Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Bengkalis, Selasa, 23 Desember 2025.
![]() |
| Dialog bersama Dinas Koperasi Bengkalis, Iyeth Bustami mendorong penguatan koperasi modern dan UMKM berdaya saing agar mampu menembus pasar regional hingga nasional. Foto: istimewa |
"Di tengah janji besar Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, penguatan koperasi dan UMKM di daerah kerap menjadi jargon. Namun, di Bengkalis, dorongan itu kini datang langsung dari Senayan."
Baca juga:
- Gangguan Usus Bisa Picu Stres hingga Diabetes
- Optimasi SEO Onpage Agar Sesuai dengan Social Media
- Kisah Tragis di Balik Nyeri Sendi
Gala Poin:
1. DPR RI mendorong koperasi sebagai instrumen kemandirian ekonomi daerah.
2. UMKM Bengkalis dinilai memiliki potensi besar namun perlu akses pasar dan pembinaan.
3. Sinergi pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan ekonomi kerakyatan.
Iyeth Bustami menilai koperasi bukan sekadar entitas ekonomi, melainkan tulang punggung ekonomi rakyat yang berperan strategis dalam membangun kemandirian ekonomi daerah. Ia menegaskan bahwa penguatan ekonomi nasional harus dimulai dari daerah dan basis masyarakat.
“Koperasi adalah kekuatan ekonomi rakyat yang sejalan dengan semangat Asta Cita, yaitu memperkuat ekonomi nasional dari daerah dan dari bawah. Koperasi di Bengkalis harus terus dibina agar semakin profesional, modern, dan berdaya saing,” ujar Iyeth Bustami, dalam keterangan yang diterima GalaPos ID, Selasa, 23 Desember 2025.
Sebagai putri daerah kelahiran Bengkalis, Iyeth menyoroti langsung potensi sekaligus tantangan koperasi dan UMKM lokal.
Menurutnya, UMKM Bengkalis memiliki kekuatan pada sektor kuliner, kerajinan, serta produk berbasis sumber daya lokal, tetapi masih menghadapi kendala akses pasar dan daya saing.
“UMKM Bengkalis memiliki potensi besar, baik dari sektor kuliner, kerajinan, hingga produk berbasis sumber daya lokal. Tugas kita bersama adalah memastikan produk-produk ini dikenal di luar Pulau Bengkalis, bahkan sampai tingkat nasional,” tambah Iyeth.
Baca juga:
Dituding Menipu di Media Sosial, Ahmad Iskandar Tanjung Tempuh Jalur Hukum
Dalam diskusi tersebut, dibahas pula berbagai strategi penguatan koperasi dan UMKM, mulai dari pendampingan manajemen, akses pembiayaan, peningkatan kualitas produk dan pengemasan, hingga pemanfaatan platform digital untuk promosi dan pemasaran.
Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Bengkalis menyambut positif perhatian tersebut dan menilai sinergi pusat dan daerah menjadi kunci agar koperasi dan UMKM benar-benar naik kelas.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan Ibu Iyeth Bustami. Sinergi dengan DPR RI sangat penting, terutama dalam memperkuat program pembinaan koperasi dan UMKM agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Bengkalis.
Iyeth Bustami berharap kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, koperasi, dan pelaku UMKM tidak berhenti pada wacana, tetapi diwujudkan dalam kebijakan dan pendampingan nyata.
“Dengan kerja sama yang kuat, koperasi dan UMKM Bengkalis tidak hanya menjadi penggerak ekonomi lokal, tetapi juga mampu menjadi kebanggaan daerah di tingkat nasional,” tutup Iyeth Bustami.
Koperasi dan UMKM Bengkalis dinilai memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi kerakyatan melalui pendampingan manajemen, akses pembiayaan, dan pemanfaatan platform digital.
Baca juga:
Terra LUNA dan Stablecoin Algoritmik, Inovasi atau Bom Waktu?
"Anggota Komisi XII DPR RI Iyeth Bustami mendorong penguatan koperasi dan UMKM Bengkalis sebagai tulang punggung ekonomi rakyat sejalan Program Asta Cita Presiden Prabowo."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #IyethBustami #Bengkalis #Koperasi
.jpeg)
.jpeg)