Flux Klaim Jaringan Terdesentralisasi Terbesar Dunia, Seberapa Nyata?

GalaPos ID, Jakarta.
Flux adalah mata uang kripto yang menggerakkan ekosistem Flux, sebuah infrastruktur cloud Web3 terdesentralisasi yang dirancang untuk memungkinkan siapa pun mengembangkan, menyebarkan, dan menggunakan internet generasi baru tanpa ketergantungan pada penyedia terpusat.
Klaim besar ini perlu diuji dari sisi pemanfaatan dan dampaknya bagi publik.

Flux dan Tantangan Cloud Terdesentralisasi

"Flux menyebut dirinya jaringan komputasi terdesentralisasi terbesar di dunia. Dengan ribuan node dan petabyte penyimpanan, benarkah klaim ini siap menantang dominasi cloud raksasa?"

Baca juga:

Gala Poin:
1. Flux mengklaim memiliki jaringan komputasi terdesentralisasi terbesar di dunia.
2. Infrastruktur besar belum tentu mencerminkan tingkat penggunaan nyata.
3. Publik perlu membedakan kapasitas teknis dan adopsi aktual.


Pada Januari 2023, Flux mencatat memiliki sekitar 15.000 node terdesentralisasi yang tersebar secara global. Jaringan ini mengklaim didukung lebih dari 108.000 inti CPU, 288 terabyte RAM, dan 6,7 petabyte penyimpanan.

Klaim tersebut menjadikan Flux disebut sebagai jaringan terdesentralisasi terbesar di dunia dari sisi kapasitas komputasi.

FLUX sebagai token proof-of-work (PoW) menjadi penggerak utama ekosistem ini. Token digunakan untuk membeli sumber daya komputasi, menjaminkan node, membayar transaksi di FluxOS, serta memberi imbalan kepada penambang dan operator FluxNode yang menyediakan infrastruktur fisik.

Pendekatan ini menempatkan Flux sebagai alternatif layanan cloud terpusat seperti AWS atau Google Cloud. Flux mengusung konsep tanpa titik kegagalan tunggal dan sistem yang tersedia sepanjang waktu melalui distribusi node global.

Baca juga:
Misteri Penyegelan Kantor Bupati Bekasi oleh KPK Usai OTT 


Namun, ukuran jaringan tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat pemanfaatan. Hingga kini, data publik lebih banyak menyoroti kapasitas infrastruktur dibandingkan tingkat utilisasi nyata oleh pengembang dan aplikasi Web3.

Inilah celah yang perlu dicermati publik ketika menilai seberapa jauh Flux benar-benar digunakan, bukan sekadar tersedia.

Flux Klaim Jaringan Terbesar Dunia, Fakta atau Strategi?
Foto: Telegaon

 

Flux merupakan proyek infrastruktur Web3 yang fokus menyediakan solusi decentralized cloud computing untuk aplikasi terdistribusi (dApps), AI, dan blockchain.

Melalui ekosistemnya, Flux memungkinkan pengembang untuk menjalankan node dan aplikasi tanpa bergantung pada penyedia cloud terpusat seperti Amazon AWS atau Google Cloud.

Token FLUX berfungsi sebagai bahan bakar ekosistem, digunakan untuk staking, pembayaran sumber daya komputasi, serta partisipasi dalam tata kelola jaringan.

Dengan tren global menuju desentralisasi data dan AI, Flux menjadi salah satu proyek yang diantisipasi di sektor Web3 infrastructure.

 

Baca juga:
PancakeSwap dan Token CAKE, Alternatif DEX yang Menantang Dominasi CEX

"Flux mengklaim sebagai jaringan cloud terdesentralisasi terbesar di dunia. Klaim besar ini perlu diuji dari sisi pemanfaatan dan dampaknya bagi publik."

#Flux #Web3 #CloudTerdesentralisasi #GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال