GalaPos ID, Jakarta.
Ethereum merupakan platform blockchain yang diluncurkan pada 2015, dengan Vitalik Buterin sebagai visioner utama yang mempublikasikan konsepnya sejak 2013. Platform ini dikembangkan bersama sejumlah pendiri lain seperti Gavin Wood, Charles Hoskinson, Anthony Di Iorio, dan Joseph Lubin.
"Di balik fluktuasi harga harian, Ethereum terus diproyeksikan sebagai aset kripto strategis dengan target ambisius hingga puluhan ribu dolar."
Baca juga:
Gala Poin:
1. Ethereum diproyeksikan konsolidasi sebelum potensi reli besar.
2. Target jangka menengah ETH berada di kisaran $10.000–$12.000.
3. Adopsi institusional dan ETF menjadi faktor kunci pergerakan harga.
Kepemilikan Ethereum bersifat terdesentralisasi, meskipun Vitalik Buterin tercatat sebagai pemegang ETH individu terbesar dengan sekitar 240 ribu ETH pada 2025.
Selain individu, sebagian besar ETH tersimpan di bursa kripto, alamat institusional, serta pemerintah Amerika Serikat akibat penyitaan aset kripto.
Dalam jangka pendek, ETH diperkirakan mengalami volatilitas tinggi dengan potensi pullback ke area $2.800–$3.000 sebagai fase konsolidasi.
Level support berada di kisaran $3.510 hingga $3.800, sementara resistance utama berada di $4.070–$4.240 dan $4.900. Breakout di atas $4.000–$4.900 dinilai dapat mengonfirmasi tren naik menuju target $7.000–$8.000.
Untuk jangka menengah hingga 2026, analis memperkirakan Ethereum berpotensi mencapai $10.000–$12.000 pada siklus bullish berikutnya.
Proyeksi ini didorong oleh adopsi institusional, inflow ETF, serta penguatan fundamental jaringan setelah transisi ke Proof-of-Stake.
Namun, optimisme tersebut tetap dibayangi risiko koreksi, ketergantungan pada sentimen makroekonomi global, dan fluktuasi pasar kripto yang ekstrem.
Pasar kripto tetap menuntut kehati-hatian, karena pergerakan harga dapat berubah cepat seiring perubahan sentimen.
Baca juga:
"Ethereum diproyeksikan menuju $10.000 meski masih menghadapi volatilitas tinggi dan risiko koreksi di pasar kripto global."
#Ethereum #Forecast #Kripto #GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia