GalaPos ID, Banda Aceh.
Pemerintah Aceh memastikan penanganan tanggap darurat bencana berjalan maksimal sejak hari pertama kejadian.
Penegasan ini disampaikan menyusul munculnya tudingan keterlambatan distribusi bantuan dan lemahnya respons pemerintah dalam situasi darurat.
"Di tengah sorotan publik terkait penanganan bencana di Aceh, Pemerintah Aceh angkat bicara. Tuduhan keterlambatan bantuan dibantah tegas—stok logistik disebut telah bergerak sejak hari pertama bencana melanda."
Baca juga:
Gala Poin:
1. Pemerintah Aceh menegaskan bantuan tanggap darurat telah disalurkan sejak hari pertama bencana.
2. Distribusi logistik melibatkan berbagai moda transportasi darat dan laut, termasuk Kapal Aceh Hebat.
3. Proses administrasi BTT berjalan sesuai mekanisme, tanpa kendala ketersediaan anggaran.
Juru Bicara Posko Tanggap Bencana Pemerintah Aceh, Murthalamuddin, menyatakan bahwa seluruh bantuan dasar telah dikeluarkan sejak awal dari stok yang memang disiapkan untuk kondisi darurat. Ia menegaskan, pemerintah daerah memiliki mekanisme buffer stock untuk menjamin kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.
“Bukan berarti kita lambat atau tidak tanggap. Untuk urusan bencana, kita selalu memiliki persediaan berjaga-jaga (buffer stock), terutama untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Murthalamuddin dalam keterangannya, yang diterima GalaPos ID, Jumat, 19 Desember 2025.
Menurutnya, bantuan yang disalurkan bersumber dari Dinas Sosial (Dinsos), Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), serta stok beras yang tersimpan di gudang-gudang Bulog.
Distribusi dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi geografis dan tingkat akses wilayah terdampak.
Selain bantuan pangan, Pemerintah Aceh juga memobilisasi peralatan teknis dan personel dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh.
Langkah ini difokuskan untuk membuka kembali akses wilayah yang terisolasi akibat longsor dan banjir. Untuk memastikan distribusi bantuan menjangkau seluruh wilayah, pemerintah mengoptimalkan moda transportasi darat dan laut.
Armada Kapal Aceh Hebat dikerahkan khusus untuk mengangkut logistik ke wilayah kepulauan, sementara armada darat difokuskan menyuplai kebutuhan ke titik-titik pengungsian.
Tak hanya logistik, alat berat seperti ekskavator juga ditempatkan di lokasi-lokasi strategis yang rawan bencana susulan. Penempatan ini bertujuan mempercepat pembukaan akses jalan yang terputus sekaligus meminimalkan risiko keterlambatan bantuan.
Dalam pelaksanaan di lapangan, Pemerintah Aceh bekerja sama dengan TNI, Polri, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Terkait penggunaan Biaya Tak Terduga (BTT), Murthalamuddin menjelaskan bahwa proses administrasi tetap harus mengikuti mekanisme yang berlaku setelah penetapan status darurat bencana.
“Kami melakukan penyisiran anggaran dari Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) untuk ditarik kembali ke BTT. Proses menyisir anggaran mana yang bisa dialihkan ini memang membutuhkan ketelitian waktu, namun secara ketersediaan dana tidak ada masalah,” jelasnya.
Ia mengingatkan publik agar tidak memutarbalikkan fakta terkait penanganan bencana. Menurutnya, seluruh sumber daya manusia dan anggaran telah dikerahkan secara maksimal demi keselamatan warga terdampak.
“Semua pihak sedang berpikir dan bekerja maksimal sesuai sumber daya yang kita miliki. Jadi, jangan ada narasi bantuan itu telat, karena stok darurat sudah keluar sejak awal,” pungkas Murthalamuddin.
"Pemerintah Aceh memastikan penyaluran bantuan tanggap darurat bencana berjalan maksimal sejak hari pertama. Juru Bicara Posko Tanggap Bencana, Murthalamuddin, menegaskan stok logistik selalu tersedia dan tudingan keterlambatan bantuan tidak berdasar."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #AcehTanggapBencana #BantuanDarurat #Bencana

.jpeg)