GalaPos ID, Chonburi.
Lifter Indonesia Luluk Diana Tri Wijayana mempersembahkan medali emas pertama bagi tim angkat besi Merah Putih pada SEA Games 2025. Capaian ini diraih pada hari pertama cabang olahraga angkat besi yang digelar di Chonburi Sport School, Chonburi, Sabtu, 13 Desember 2025.
Simak cerita perjuangan dan target Olimpiade ke depan.
"Ikat pinggang copot di momen krusial tak menghentikan langkah Luluk Diana. Dari penurunan berat badan hingga emas perdana SEA Games 2025."
Baca juga:
- SEA Games 2025: Ubed vs Alwi, Indonesia Kunci Emas Tunggal Putra
- Scamming dan Online Gambling, Kemlu Pulangkan 54 WNI dari Myanmar–Thailand
- Fakta Mengejutkan di Balik Rematik
Gala Poin:
1. Luluk Diana meraih emas pertama angkat besi Indonesia di SEA Games 2025 kelas 48 kg.
2. Kendala teknis ikat pinggang copot terjadi di momen krusial clean and jerk.
3. Target berikutnya adalah perbaikan teknik dan kualifikasi Olimpiade.
Turun di kelas women’s 48 kilogram, atlet asal Jawa Timur itu mencatat total angkatan 184 kilogram, mengungguli lifter tuan rumah Hanyathon Sukcharoen yang meraih perak serta Nguyen Thi Thu Trang dari Vietnam di posisi ketiga.
Hasil ini menempatkan Indonesia langsung di puncak podium sejak nomor pembuka, sekaligus mengirim sinyal kuat persaingan angkat besi di kawasan Asia Tenggara.
Luluk mengaku emosinya bercampur aduk usai memastikan emas perdananya di SEA Games 2025.
“Perasaannya tentu sangat senang dan bahagia bisa meraih medali emas. Ada perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata,” ujar Luluk dalam keterangan tertulis, Sabtu, 13 Desember 2025.
Baca juga:
Mengapa Kebiasaan Kecil Lebih Penting untuk Kebahagiaan
Namun, jalannya kompetisi tidak sepenuhnya mulus. Di tengah perjuangan clean and jerk, Luluk harus menghadapi kendala teknis yang berpotensi menggagalkan angkatan.
“Tadi sempat ada kendala, ikat pinggang saya copot saat angkatan kedua clean and jerk,” ucap Luluk.
Selain tekanan teknis di arena, Luluk juga menghadapi tantangan besar sebelum bertanding. Ia harus menurunkan berat badan demi bisa tampil di kelas 48 kilogram, berbeda dari penampilannya pada SEA Games Kamboja 2023.
“Di SEA Games Kamboja saya turun di kelas 49 kilogram, jadi kali ini harus menurunkan berat badan,” kata Luluk,
Meski sukses meraih emas, Luluk menilai performanya belum sepenuhnya ideal. Evaluasi diri tetap menjadi prioritas untuk menjaga konsistensi di level yang lebih tinggi.
“Masih banyak yang harus diperbaiki. Target selanjutnya, saya ingin mengikuti kualifikasi Olimpiade dan bisa lolos,” tutur Luluk.
Dari arena yang sama, angkat besi Indonesia juga menambah perolehan medali lewat Ricko Saputra. Berlaga di kelas men’s 60 kilogram, Ricko menyumbangkan medali perak dengan total angkatan 295 kilogram, memperkuat posisi Indonesia di papan persaingan angkat besi SEA Games 2025.
Emas Luluk bukan hanya catatan statistik, melainkan potret ketangguhan atlet menghadapi tekanan fisik, teknis, dan mental—bahwa podium tertinggi sering kali ditentukan oleh kemampuan bertahan di momen paling genting.
Baca juga:
Cempaka dan Detoks, Diuretik Alami atau Sekadar Sugesti?
"Lifter Indonesia Luluk Diana Tri Wijayana meraih emas perdana angkat besi SEA Games 2025 meski sempat mengalami kendala ikat pinggang copot. Simak cerita perjuangan dan target Olimpiade ke depan."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #SEAGames2025 #AngkatBesiIndonesia #LulukDiana

.jpeg)