GalaPos ID, Jakarta.
Pertumbuhan bisnis emas BSI tidak hanya mendorong akses investasi publik, tetapi juga memperkuat kinerja bank di tengah tekanan sektor perbankan. Laba bersih BSI hingga 30 September 2025 tercatat Rp5,57 triliun, tumbuh 9,04% YoY, didukung margin bagi hasil naik 13,90% dan Fee Based Income tumbuh 20,81%.
"Saat perbankan lain tertekan, BSI membuktikan bisnis bulion menjadi penguat profitabilitas dan likuiditas dengan strategi digital BYOND."
Baca juga:
- Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Penuhi Panggilan Polisi
- AI di Asuransi Harus Aman, Wamen Komdigi Tekankan Pentingnya Perlindungan Data
- Kasus Ethereum dan Bitcoin Ini Buktikan Risiko Human Error di Kripto
Gala Poin:
1. Bisnis bulion BSI mendorong laba bersih dan pertumbuhan aset di tengah tekanan perbankan.
2. Layanan E-mas BYOND by BSI memudahkan investasi emas 24 jam dan aman disimpan di vault.
3. BSI mendorong pembentukan ekosistem bulion nasional dengan dukungan regulasi dan BI.
Aset bank per September 2025 meningkat 12,37% YoY, dengan Dana Pihak Ketiga tumbuh 15,66%, didominasi dana murah sebesar 11,39%.
Pembiayaan tumbuh 12,65% YoY, didorong bisnis emas. Total permintaan emas nasional naik 3,64% di 2024 dibanding 2023.
Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta menjelaskan, “Pengembangan layanan bullion ini sejalan dengan ekosistem emas di BSI di mana di dalamnya terdapat gadai dan cicil emas dengan pertumbuhan yang sangat pesat.” Ke depan, BSI berharap membentuk ekosistem Bulion termasuk Dewan Emas Nasional.
Baca juga:
Roy Suryo Cs Dipanggil Polisi, Kasus Ijazah Palsu Jokowi Masuki Babak Baru
BSI juga mendorong regulasi untuk mendukung perhitungan rasio keuangan melalui pencatatan simpanan emas On-Balance-Sheet, serta dukungan Bank Indonesia sebagai lender of the last resort. Strategi ini diharapkan menjaga likuiditas Bullion Bank, stabilitas sistem keuangan, dan kepercayaan nasabah.
Layanan E-mas di BSI Mobile memungkinkan nasabah beli, jual, transfer, cetak, dan nabung rutin emas, membuat investasi emas mudah diakses seluruh lapisan masyarakat.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi memperoleh izin bulion jasa simpanan emas per 10 November 2025. Dengan izin ini, BSI kini mengelola tiga kegiatan usaha bulion, yakni Simpanan Emas, Perdagangan Emas, dan Penitipan Emas.
Jasa Simpanan Emas memungkinkan nasabah menyimpan emas di bank untuk pembiayaan emas (gold-to-gold) atau perdagangan emas. Sementara Jasa Penitipan Emas menghasilkan pendapatan berbasis imbal jasa, dan jasa perdagangan emas meliputi jual-beli emas batangan terstandarisasi.
Baca juga:
Pengguna Bitcoin Rugi Rp1,7 M Akibat Salah Input Biaya Transaksi
"Pertumbuhan bisnis emas BSI mencetak rekor dengan saldo kelolaan 1,15 ton, mendongkrak laba bersih Rp5,57 triliun, sekaligus memperkuat ekosistem bulion nasional."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Bulion #BSI #Investasi
.jpg)
.jpg)