GalaPos ID, Merauke.
Program pengembangan varietas padi Cakrabuana Agritan terus menunjukkan kemajuan di lumbung pangan Merauke, menggambarkan potensi besar Indonesia dalam mencapai swasembada pangan padi.
Varietas padi ini tidak hanya menghasilkan tinggi namun juga adaptif terhadap berbagai kondisi lingkungan, termasuk lahan rawa dan tantangan perubahan iklim.
"Perubahan iklim boleh bikin cuaca tak punya jadwal, tetapi padi Cakrabuana Agritan di Merauke tetap diminta produktif. Dari sawah rawa, muncul harapan baru untuk swasembada pangan—asal programnya tak ikut layu sebelum panen."
Baca juga:
- Makassar Bercerita, Menyusuri Jejak Sejarah Kota Tua Makassar
- Paramount Petals Hadirkan Shuttle Bus ke Grogol, MRT Kapan?
- Pasir Timah 150 Kg Bersembunyi di Truk Ekspedisi, Siapa G?
Gala Poin:
1. Produksi tinggi di Merauke — Varietas Cakrabuana Agritan dalam uji coba mampu menghasilkan sekitar 9–10 ton per hektare.
2. Adaptif terhadap tantangan lingkungan — Varietas ini disebut mampu beradaptasi di berbagai kondisi, termasuk lahan rawa serta tantangan perubahan iklim, sekaligus memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit.
3. Teknologi ikut mengerek hasil petani — Penerapan teknologi pertanian modern dan benih unggul disebut meningkatkan hasil panen petani lokal, sehingga memperkuat harapan terhadap swasembada pangan Indonesia.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan hasil positif dari uji coba varietas ini, dengan produksi yang mencapai 9-10 ton per hektar. Hal ini terbukti saat kunjungan lapangan bersama Presiden Joko Widodo di Distrik Kurik, Kabupaten Merauke pada Selasa, 23 Juli 2024
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan hasil positif dari uji coba varietas ini, dengan produksi yang mencapai 9-10 ton per hektar. Hal ini terbukti saat kunjungan lapangan bersama Presiden Joko Widodo di Distrik Kurik, Kabupaten Merauke pada Selasa, 23 Juli 2024.
"Varietas Cakrabuana Agritan adalah solusi bagi ketahanan pangan kita di tengah ancaman perubahan iklim. Dengan sifatnya yang tahan terhadap hama dan penyakit serta mampu beradaptasi baik, pengembangan varietas ini tidak hanya meningkatkan produktivitas tetapi juga kesejahteraan petani," kata Amran.
Baca juga:
![]() |
| Padi Cakrabuana Agritan di Merauke mampu mencatat produksi 9–10 ton per hektare. Kalau sawah bisa panen setinggi itu, semoga urusan swasembada pangan juga tak cuma tinggi di spanduk. Foto: istimewa |
Dukungan penuh dari pemerintah, termasuk dalam hal teknologi pertanian dan penggunaan benih unggul, diharapkan dapat terus memperkuat program swasembada pangan padi di Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang memiliki potensi besar seperti Merauke.
Baca juga:
- Ketika HP Jadi “Nyawa Digital”, Warga Bali Makin Selektif Memilih Gadget
- Festival Budaya Kolhua Kembali Digelar, Hidupkan Semangat HUT RI
- Bromo Terbakar, Jalur Wisata Ditutup: Musim Kemarau Kembali Jadi Ancaman
Kalau biasanya angka produksi bikin petani garuk kepala, Cakrabuana Agritan di Merauke justru bikin kalkulator sibuk: 9–10 ton per hektare. Tinggal ditunggu, apakah hasil panennya juga bisa bikin impor beras ikut pensiun?
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #PadiCakrabuanaAgritan #SwasembadaPangan #Merauke #KetahananPangan #PertanianIndonesia
.jpeg)
.jpeg)