Satgas Indobatt XXIII-R Lolos Uji COE UNIFIL di Lebanon

GalaPos ID, Lebanon.
Satgas Indobatt XXIII-R/UNIFIL kembali menjalani pemeriksaan Contingent Owned Equipment (COE) di wilayah misi Lebanon.
Pemeriksaan yang dilakukan selama dua hari ini menjadi tolok ukur kelayakan seluruh peralatan yang digunakan prajurit TNI dalam mendukung operasi penjaga perdamaian di bawah mandat United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Dua Hari Pemeriksaan, Satgas TNI Dinyatakan Layak Operasi


"Di tengah ketegangan kawasan Lebanon Selatan, Satgas Indobatt XXIII-R menjalani uji kelayakan peralatan oleh UNIFIL. Hasilnya dinyatakan siap operasional. Seberapa penting COE bagi kredibilitas misi perdamaian Indonesia?"

Baca juga:

Gala Poin:
1. Satgas Indobatt XXIII-R/UNIFIL dinyatakan layak operasional setelah menjalani pemeriksaan COE oleh tim UNIFIL di Lebanon.
2. Pemeriksaan mencakup Major Equipment dan Self Sustainment yang menentukan kesiapan tempur dan keberlanjutan operasi.
3. Keberhasilan lolos COE memperkuat reputasi Indonesia dalam misi pemeliharaan perdamaian dunia.


COE merupakan mekanisme evaluasi menyeluruh terhadap seluruh peralatan milik kontingen yang digunakan selama bertugas di daerah misi. Tim pemeriksa berasal dari unsur sipil dan militer UNIFIL dengan latar belakang spesialisasi berbeda, mulai dari logistik, persenjataan, teknik, hingga dukungan layanan.

Hasilnya, seluruh peralatan Satgas Indobatt dinyatakan mampu mendukung operasional misi yang masih tersisa sekitar delapan bulan ke depan.

“Dua hari ini kita sudah melaksanakan COE di Indobatt , dimana hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap pengecekan kelayakan seluruh peralatan dinyatakan dapat mendukung kegiatan operasional, " pungkas Volodymyr Olekha yang merupakan Ketua Tim COE.

Baca juga:
Komunitas Jersey Lamongan Berburu Jersey Langka Piala Dunia 2026

Dalam prosesnya, pemeriksaan COE terbagi menjadi dua kategori utama: Major Equipment dan Self Sustainment.

Untuk Major Equipment, tim melakukan pengecekan kendaraan tempur, kendaraan ringan, kendaraan pendukung, alat berat zeni, senjata, generator, peralatan kesehatan, hingga perlengkapan anti huru-hara. Aspek ini menjadi krusial karena menyangkut kesiapan mobilitas, perlindungan personel, serta respons cepat terhadap dinamika keamanan di lapangan.

Sementara itu, Self Sustainment mencakup dukungan internal seperti pelayanan katering, komunikasi, perlengkapan kantor, pelayanan listrik, pemeliharaan bangunan, layanan laundry, hingga kebersihan compound. Komponen ini sering luput dari perhatian publik, padahal menentukan keberlangsungan operasi jangka panjang.

Kegiatan COE dipimpin langsung oleh Wadansatgas Yonmek TNI Konga XXIII-R/UNIFIL Letkol Inf Bagus Setyawan dan dilaksanakan di UNP 7-3 serta UNP 9-2. Seluruh Prajurit Garuda disebut telah mempersiapkan pemeriksaan secara maksimal.

Baca juga:
Fakta di Balik Manfaat Buah Langsat untuk Kesehatan

Secara administratif, COE memang merupakan prosedur rutin dalam misi penjaga perdamaian PBB. Namun, secara strategis, hasil pemeriksaan ini berdampak langsung pada reputasi dan profesionalisme kontingen Indonesia di mata internasional.

Dalam misi perdamaian, kegagalan memenuhi standar kelayakan peralatan bukan hanya berisiko pada keselamatan personel, tetapi juga dapat memengaruhi evaluasi kontribusi suatu negara dalam operasi PBB.

Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu kontributor pasukan penjaga perdamaian terbesar dari Asia Tenggara. Konsistensi lolos COE menjadi indikator bahwa standar logistik, perawatan alutsista, dan manajemen dukungan internal berjalan sesuai prosedur PBB.

Di tengah dinamika keamanan kawasan Lebanon Selatan yang kerap mengalami eskalasi, kesiapan peralatan bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan operasional nyata.

Baca juga:
Tahun Kuda Api 2026: Makna, Harapan, dan Tradisi di Klenteng Nganjuk

Dengan dinyatakannya seluruh peralatan layak operasional, Satgas Indobatt XXIII-R/UNIFIL menegaskan kesiapan melanjutkan mandat misi perdamaian dunia hingga akhir masa penugasan.

COE kali ini menjadi bukti bahwa kesiapan pasukan tidak hanya bertumpu pada kemampuan tempur prajurit, tetapi juga pada sistem pendukung yang terkelola baik dan terstandarisasi internasional.

Bagi publik Indonesia, keberhasilan ini menjadi pengingat bahwa diplomasi pertahanan tak hanya berlangsung di meja perundingan, tetapi juga di lapangan misi—melalui profesionalisme, akuntabilitas, dan kesiapan nyata.

 

Baca juga:
Biji Nangka: Manfaat, Risiko, dan Cara Aman Konsumsi

"Satgas Indobatt XXIII-R/UNIFIL menjalani pemeriksaan Contingent Owned Equipment (COE) oleh tim UNIFIL di Lebanon. Hasilnya, seluruh peralatan dinyatakan layak mendukung operasi misi perdamaian dunia selama delapan bulan ke depan."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Indobatt #UNIFIL #MisiPerdamaian #TNI

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال