GalaPos ID, Banyumas.
Upaya pencarian terhadap seorang warga lanjut usia yang hilang di kawasan Hutan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, resmi dihentikan setelah tujuh hari operasi tanpa hasil.
BASARNAS Kantor SAR Cilacap bersama Tim SAR Gabungan menyatakan survivor belum berhasil ditemukan hingga hari terakhir pencarian, Jumat, 17 Januari 2025.
![]() |
| BASARNAS dan Tim SAR Gabungan menutup operasi pencarian Kardan (78) di Hutan Pekuncen setelah cuaca dan medan menjadi kendala utama. Foto: istimewa |
"Tujuh hari pencarian, puluhan personel, dan teknologi dikerahkan. Namun hutan lebat Pekuncen masih menyimpan misteri hilangnya seorang lansia."
Baca juga:
- Dari Brimob ke Donbass, Kisah Disersi Bripda Muhammad Rio
- Emas Rp1 Miliar Kembali, Lima Pembobol Toko Ditangkap di Madiun
- Digital Skill for Success Dorong Siswa SMKN 10 Bandung Siap Hadapi Era Digital
Gala Poin:
1. Operasi SAR pencarian survivor di Hutan Pekuncen berlangsung tujuh hari sesuai SOP BASARNAS.
2. Cuaca ekstrem dan vegetasi lebat menjadi kendala utama pencarian di lapangan.
3. Operasi SAR resmi ditutup dan dilanjutkan dengan pemantauan berbasis laporan masyarakat.
Pencarian hari ketujuh difokuskan pada perluasan area, terutama di lereng perbukitan Hutan Pekuncen yang dinilai memiliki tingkat risiko tinggi.
Tim SAR Gabungan membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU) guna memaksimalkan penyisiran. SRU 1 melakukan penyisiran darat ke arah utara dari Last Known Position (LKP) dengan cakupan area seluas tiga kilometer persegi.
SRU 2 menyisir ke arah selatan dengan luas area yang sama. Sementara itu, SRU 3 yang semula direncanakan melakukan pemantauan udara menggunakan drone terpaksa membatalkan operasi akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung dan dialihkan untuk penyisiran darat di sekitar LKP guna mencari tanda-tanda keberadaan survivor.
Korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama Kardan (78), warga RT 02 RW 03 Desa Karangkemiri, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas.
Baca juga:
Pencarian Pesawat ATR di Gunung Bulusaraung Dihentikan Sementara
Informasi keberadaan korban juga telah disebarluaskan kepada masyarakat yang beraktivitas di kebun dan kawasan hutan Pekuncen, termasuk ke desa-desa sekitar, untuk memperluas kemungkinan penemuan.
Namun, upaya pencarian tidak lepas dari berbagai kendala. Cuaca yang cepat berubah dan vegetasi hutan yang lebat menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan. Kondisi tersebut turut memengaruhi efektivitas pencarian, terutama di area perbukitan yang sulit dijangkau.
"Tim SAR Gabungan sudah melakukan pencarian selama 7 hari sesuai dengan SOP BASARNAS, pencarian dilakukan dengan semaksimal mungkin dengan mengerahkan personil, relawan, masyarakat sekitar, drone UAV bahkan canine, namun sampai hari ke-7 pencarian survivor masih belum diketemukan. Selanjutnya operasi SAR ditutup dan dilanjutkan dengan pemantauan," terang Amin Riyanto, Koordinator Tim SAR Gabungan, dalam keterangan yang diterima GalaPos ID, Sabtu, 17 Januari 2026.
![]() |
| BASARNAS dan Tim SAR Gabungan menutup operasi pencarian Kardan (78) di Hutan Pekuncen setelah cuaca dan medan menjadi kendala utama. Foto: istimewa |
Keputusan penutupan operasi SAR ini menandai berakhirnya fase pencarian aktif. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan sembari menunggu laporan dari masyarakat.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan risiko aktivitas di kawasan hutan, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia, serta pentingnya kesiapsiagaan dan pengawasan keluarga saat beraktivitas di alam terbuka.
Baca juga:
Aturan Menyimpan Sisa Makanan agar Tidak Cepat Basi
"Pencarian survivor lansia yang hilang di Hutan Pekuncen Banyumas resmi dihentikan setelah tujuh hari operasi SAR tanpa hasil."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #SARBanyumas #Basarnas #Lansia
.jpg)
.jpg)