GalaPos ID - Iklan Banner

Data Ibu Hamil Masih Manual, Mahasiswa UNPAM Hadirkan Solusi Digital

GalaPos ID, Tangerang.
Pencatatan kesehatan ibu hamil yang masih mengandalkan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta kertas rekapitulasi menjadi tantangan bagi pelayanan kesehatan di Posyandu Kamboja, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.
Risiko kehilangan data, kerusakan dokumen, hingga lambatnya analisis kondisi kesehatan ibu hamil mendorong mahasiswa Magister Teknik Informatika Universitas Pamulang (UNPAM) mengembangkan dashboard monitoring kehamilan berbasis web.

Posyandu Kamboja Tangerang Gunakan Dashboard Deteksi Risiko Kehamilan
Buku KIA penuh catatan, pencarian data makan waktu, sementara risiko kehamilan tidak bisa menunggu birokrasi kertas. Mahasiswa Magister Teknik Informatika UNPAM menghadirkan dashboard monitoring kehamilan di Posyandu Kamboja, Tangerang. Bisakah teknologi membantu kader mendeteksi risiko lebih cepat? Sebab, urusan keselamatan ibu dan bayi tak seharusnya kalah cepat dari urusan mencari berkas. Foto: istimewa

"Zaman sudah digital, masa riwayat kehamilan masih bikin sibuk membolak-balik kertas? Posyandu Kamboja, Tangerang, mulai mengenalkan dashboard monitoring kehamilan. Inovasi ini menjanjikan pencatatan lebih praktis, tetapi keselamatan ibu dan bayi tetap membutuhkan tenaga kesehatan, tindak lanjut nyata, dan evaluasi yang terukur."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Masalah pencatatan manual. Pengelolaan data ibu hamil menggunakan buku KIA dan kertas berisiko mengalami kehilangan data, kerusakan dokumen, serta keterlambatan pencarian dan analisis.
2. Dashboard digital untuk pemantauan risiko. Mahasiswa UNPAM memperkenalkan dashboard berbasis Next.js dan Supabase yang dilengkapi klasifikasi risiko kehamilan berbasis KSPR 2019 serta fitur peringatan dini.
3. Efektivitas dan keamanan harus dievaluasi. Keberhasilan sistem bergantung pada akurasi data, perlindungan informasi kesehatan, kemampuan kader, dan tindak lanjut tenaga medis. Dampaknya terhadap AKI dan AKB belum dapat dipastikan hanya dari peluncuran teknologi.


Program tersebut diperkenalkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Tim mahasiswa menerapkan sistem digital berbasis Next.js dan Supabase yang dirancang untuk membantu kader posyandu dan tenaga kesehatan mengelola data kehamilan serta mengidentifikasi kategori risiko secara lebih cepat.

Inovasi ini menawarkan kemudahan pencatatan dan pemantauan. Namun, efektivitasnya dalam meningkatkan ketepatan deteksi risiko dan mempercepat rujukan medis tetap perlu dibuktikan melalui penerapan dan evaluasi di lapangan.


Tinggalkan Tumpukan Kertas, Beralih ke Pemantauan Digital
Selama ini, data pemeriksaan ibu hamil di Posyandu Kamboja, mulai dari Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT), Hari Perkiraan Lahir (HPL), tekanan darah, berat badan, hingga riwayat medis, dicatat secara manual.

Baca juga:
SMA Unggul Garuda TTS Siapkan Talenta Sains dan Teknologi 


Metode tersebut berisiko menimbulkan persoalan administratif, terutama ketika kader harus mencari riwayat pemeriksaan, menyusun rekapitulasi, menganalisis perkembangan kehamilan, dan mengidentifikasi ibu hamil yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Melalui dashboard berbasis web dengan penyimpanan berbasis cloud, data diharapkan lebih mudah dikelola dan ditelusuri. Sistem ini juga menyediakan visualisasi perkembangan kehamilan dan status risiko untuk mendukung pemantauan oleh kader serta bidan.

Meski demikian, digitalisasi tidak otomatis menjamin keamanan dan ketepatan data. Pengelola tetap perlu memastikan validitas informasi, pembatasan akses, perlindungan data pribadi, pencadangan, serta kesiapan prosedur ketika sistem mengalami gangguan.
KSPR 2019 Menjadi Dasar Klasifikasi Risiko Kehamilan

Salah satu fitur utama dashboard tersebut adalah klasifikasi risiko kehamilan yang mengacu pada Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR) 2019.

Sistem dirancang untuk mengelompokkan ibu hamil berdasarkan skor risiko ke dalam tiga kategori:

- Kehamilan Risiko Rendah (KRR): skor 2.
- Kehamilan Risiko Tinggi (KRT): skor 6–10.
- Kehamilan Risiko Sangat Tinggi (KRST): skor 12 atau lebih.

Baca juga:
KKB, 559 Selongsong Peluru Ditemukan di Honai Hutan Intan Jaya 


Pengelompokan tersebut ditujukan untuk membantu proses pemantauan dan menentukan kebutuhan tindak lanjut sesuai kondisi ibu hamil. Kategori risiko dapat menjadi dasar untuk meningkatkan kewaspadaan, tetapi bukan pengganti pemeriksaan klinis, diagnosis tenaga medis, maupun penilaian kegawatdaruratan.

Sistem juga dirancang memiliki fitur peringatan dini atau early warning alerts ketika ditemukan anomali tertentu, termasuk tekanan darah mencapai 140/90 mmHg atau lebih. Temuan tersebut memerlukan penilaian tenaga kesehatan karena hipertensi pada kehamilan dapat berkaitan dengan komplikasi serius, termasuk preeklamsia.

Dalam kondisi yang mengarah pada kegawatdaruratan, keputusan mengenai penanganan dan rujukan harus mengikuti hasil pemeriksaan klinis serta prosedur pelayanan kesehatan yang berlaku.


Kader Posyandu Mendapat Pelatihan Penggunaan Dashboard
Dalam kegiatan PKM pada 10 Oktober 2026, tim memberikan sosialisasi dan pelatihan langsung kepada kader Posyandu Kamboja mengenai penggunaan sistem.

Materi pelatihan mencakup penginputan identitas dan data pemeriksaan ibu hamil, pencatatan HPHT dan HPL, pemantauan berat badan serta tekanan darah, hingga pemanfaatan visualisasi perkembangan kehamilan dan status risiko.

Dashboard tersebut diharapkan memudahkan kader dalam menyajikan informasi yang dibutuhkan bidan untuk menentukan tindak lanjut. Dengan pencatatan yang lebih terstruktur, proses pencarian riwayat pemeriksaan dan penyusunan rekapitulasi juga diharapkan menjadi lebih efisien.

Baca juga:
Pasar Kripto Anjlok, Benarkah Bitcoin Siap Bangkit? 


Namun, keberhasilan penerapan teknologi tidak hanya bergantung pada fitur yang tersedia. Kemampuan kader mengoperasikan sistem, konsistensi pembaruan data, ketersediaan perangkat dan internet, serta kejelasan tanggung jawab tindak lanjut menjadi faktor penting dalam penggunaannya sehari-hari.


Ketua Kader Posyandu Kamboja: Sistem Dinilai Membantu
Ketua Kader Posyandu Kamboja, Sri Supadmi, menyambut positif penerapan dashboard monitoring kehamilan tersebut. Ia menilai sistem digital dapat membantu kader dalam pencatatan dan pencarian riwayat kesehatan ibu hamil.

"Pencatatan manual di buku KIA selama ini sering memakan waktu lama dan berisiko saat mencari rekap data riwayat ibu hamil. Dengan adanya Dashboard Monitoring Kehamilan berbasis web dari tim PKM Magister Teknik Informatika UNPAM ini, kami para kader sangat terbantu. Kami bisa mendeteksi lebih cepat jika ada ibu hamil yang berisiko tinggi dan bisa langsung mengarahkan rujukan medis ke Puskesmas atau Rumah Sakit secara presisi. Pelatihannya sangat jelas dan sistemnya mudah digunakan bahkan bagi kami yang baru belajar,” sebut Sri Supadmi, dalam keterangan yang diterima, Senin, 19 Oktober 2026.

Tinggalkan Risiko Data Hilang, Posyandu Kamboja Mulai Beralih ke Digital
Masalah pencatatan manual. Pengelolaan data ibu hamil menggunakan buku KIA dan kertas berisiko mengalami kehilangan data, kerusakan dokumen, serta keterlambatan pencarian dan analisis. Dashboard digital untuk pemantauan risiko. Mahasiswa UNPAM memperkenalkan dashboard berbasis Next.js dan Supabase yang dilengkapi klasifikasi risiko kehamilan berbasis KSPR 2019 serta fitur peringatan dini.

 

Pernyataan tersebut menggambarkan penerimaan positif dari kader terhadap sistem yang diperkenalkan. Meski demikian, manfaatnya secara lebih luas perlu diukur melalui evaluasi penggunaan, akurasi klasifikasi, kecepatan tindak lanjut, dan keberlanjutan pemeliharaan sistem.


Posyandu Kamboja Jadi Lokasi Pengembangan Layanan Digital
Posyandu Kamboja berada dalam wilayah pembinaan UPTD Puskesmas Kedaung Barat dan mencakup sejumlah titik layanan di Desa Lebak Wangi, termasuk Kamboja 1a, 1b, 1c, 2a, hingga Kamboja 4a di Kampung Bayur.

Layanan posyandu mencakup penimbangan dan pengukuran tinggi badan balita, pemantauan status gizi, pencegahan stunting, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, serta pemberian vitamin dan imunisasi.

Selain pengembangan dashboard monitoring kehamilan bersama mahasiswa UNPAM, wilayah tersebut juga disebut menjadi lokasi penerapan inovasi pencatatan kesehatan dan program kelas gizi oleh Rumah Zakat.

Kombinasi pelayanan kesehatan dasar dan dukungan teknologi berpotensi membantu petugas menyusun pemantauan yang lebih terstruktur. Namun, cakupan penerapan sistem, tingkat penggunaan oleh kader, dan hasil evaluasinya masih perlu dipaparkan secara terukur agar manfaat program dapat dinilai secara objektif.

Baca juga:
Bitcoin di Persimpangan: Inflasi AS atau Harapan Reli Baru? 


Kolaborasi Akademisi dan Posyandu Perlu Berlanjut
Program PKM ini diketuai Daniel Melando bersama Muhammad Lutfi Abdullah, Fahmi Fahrudin, Indra Permana, Annisa Nur Indriyanti, Nuni Yulianti, dan Ersa Putri Muharom. Kegiatan tersebut didampingi dosen pembimbing Dr. Sudarno, DEA, dan Dr. Tukiat, M.Si.

Melalui kolaborasi antara akademisi Universitas Pamulang dan Posyandu Kamboja, sistem ini diharapkan meningkatkan literasi digital kader sekaligus mendukung pemantauan kesehatan ibu hamil.

Kontribusi terhadap penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), bagaimanapun, tidak dapat disimpulkan hanya dari penerapan dashboard. Dampak tersebut bergantung pada banyak faktor, termasuk mutu pelayanan antenatal, ketersediaan tenaga kesehatan, ketepatan penanganan, akses rujukan, dan kesinambungan layanan.

Ke depan, evaluasi yang transparan diperlukan untuk mengetahui apakah sistem benar-benar mengurangi waktu administrasi, meningkatkan ketepatan identifikasi risiko, dan mempercepat tindak lanjut medis.

Digitalisasi posyandu bukan sekadar memindahkan catatan dari kertas ke layar. Ukuran keberhasilannya adalah sejauh mana teknologi membantu petugas mengambil tindakan yang tepat, menjaga kerahasiaan data, dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi ibu serta bayi.

 

 

 

Baca juga:
PON 2028: Gateball NTT Siapkan 44 Atlet, Bidik 3 Emas

Ibu hamil butuh pemantauan, bukan petualangan mencari berkas. Di Posyandu Kamboja, mahasiswa UNPAM menghadirkan dashboard digital untuk membantu pencatatan dan deteksi risiko kehamilan. Tetapi, apakah layar digital benar-benar membuat pelayanan lebih cepat? Itu yang perlu dibuktikan.

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #PosyanduDigital #KesehatanIbuHamil #DeteksiRisikoKehamilan #UniversitasPamulang #InovasiKesehatan

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال