GalaPos ID - Iklan Banner

HIMA Aceh Yogyakarta 2026–2029, Dari Pelantikan ke Pembuktian

GalaPos ID, Yogyakarta.
Pergantian kepengurusan Himpunan Masyarakat Aceh (HIMA Aceh) Yogyakarta periode 2026–2029 bukan sekadar seremoni pelantikan.
Di balik suasana penuh kekeluargaan, ada pekerjaan organisasi yang lebih penting: menjaga persatuan masyarakat Aceh di tanah perantauan sekaligus memastikan program yang sudah berjalan tidak berhenti sebagai agenda rutin.

HIMA Aceh Yogyakarta Punya Pengurus Baru, Ini Tantangan 2026–2029
Pelantikan HIMA Aceh Yogyakarta periode 2026–2029 berlangsung hangat dengan semangat persaudaraan dan tradisi peusijuek. Tapi setelah tepuk tangan reda, pertanyaan publik tetap sama: mampukah program, musyawarah, dan janji kebersamaan benar-benar turun dari panggung seremoni ke kehidupan warga Aceh di tanah rantau?

 

"Di tanah rantau, persaudaraan sering mudah diucapkan ketika mikrofon menyala. Tantangannya muncul ketika mikrofon dimatikan: apakah musyawarah benar-benar menjadi jalan bersama, atau hanya menjadi kata manis yang ikut dilantik bersama pengurus baru?"

Baca juga:

Gala Poin:
1. Pengurus HIMA Aceh Yogyakarta periode 2026–2029 resmi dilantik dengan membawa semangat persaudaraan, kebersamaan, dan musyawarah.
2. Kepengurusan baru berkomitmen memperkuat program yang sudah berjalan serta membuka ruang musyawarah jika terdapat program baru.
3. Ujian sebenarnya adalah pembuktian setelah seremoni, terutama dalam menjaga persatuan warga Aceh, memperluas kolaborasi, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

 

Kepengurusan baru resmi dilantik dalam prosesi yang berlangsung di Kantor DPD RI Yogyakarta. Amanah tersebut kini berada di tangan pengurus periode 2026–2029 yang membawa semangat kebersamaan, persaudaraan, dan musyawarah sebagai pijakan menjalankan organisasi.

Tantangannya bukan hanya menjaga hubungan antarwarga Aceh. HIMA Aceh Yogyakarta juga diharapkan mampu membangun komunikasi dan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta serta berbagai pemangku kepentingan.

Dengan demikian, organisasi tidak berhenti sebagai tempat berkumpul dan bersilaturahmi. Ada harapan agar keberadaannya memberi kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan, baik di Aceh maupun Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mantan Ketua HIMA Aceh Yogyakarta periode 2023–2026, Jamaludin, mengatakan kepengurusannya telah menjalin kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat di Yogyakarta.

“Alhamdulillah, sudah sangat baik. Kita bisa bekerja sama dengan baik dengan semua elemen masyarakat yang ada di Jogja, baik mahasiswa maupun tokoh masyarakat, dan juga paguyuban-paguyuban Aceh yang ada di Jogja,” kata Jamaludin, dalam keterangan yang diterima Selasa, 15 September 2026.

Baca juga:


Pernyataan tersebut menjadi catatan penting bagi kepengurusan baru. Kerja sama yang sudah terbentuk harus menjadi modal untuk memperluas jejaring, bukan sekadar menjadi laporan keberhasilan kepengurusan sebelumnya.

Ketua HIMA Aceh Yogyakarta periode 2026–2029, Rusli Albas, menegaskan kepengurusan baru akan memprioritaskan penguatan program yang telah berjalan. Program baru, jika diperlukan, akan dibahas melalui musyawarah bersama pengurus dan warga Aceh di Yogyakarta.

“Tugas kami ke depan ini memperkuat program-program yang sudah ada. Kemudian, insyaallah, kalau ada program baru akan kita musyawarahkan, kita komunikasikan, terutama dengan pengurus dan warganya. Saya melihat penting yang disampaikan ini supaya masyarakat Aceh yang ada di Jogja ini bisa bersatu,” ujar Rusli Albas.

Pesan soal persatuan itu menjadi relevan karena organisasi masyarakat di tanah perantauan pada akhirnya diuji bukan ketika semua sepakat, melainkan ketika kepentingan dan pandangan mulai berbeda.

Karena itu, musyawarah yang disebut sebagai fondasi kepengurusan baru akan menjadi salah satu ukuran apakah semangat kebersamaan benar-benar berjalan dalam praktik atau sekadar terdengar indah saat pelantikan.

Pengurus Baru HIMA Aceh Yogyakarta Dilantik, Apa Pekerjaan Rumahnya?
Pengurus HIMA Aceh Yogyakarta periode 2026–2029 resmi dilantik dengan membawa semangat persaudaraan, kebersamaan, dan musyawarah. Kepengurusan baru berkomitmen memperkuat program yang sudah berjalan serta membuka ruang musyawarah jika terdapat program baru. Foto: istimewa

Peusijuek dan Amanah Kepengurusan Baru
Setelah prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan tradisi peusijuek. Tradisi masyarakat Aceh ini mengandung doa, keberkahan, dan harapan baik.

Peusijuek menjadi simbol dukungan bagi pengurus baru agar mampu menjalankan amanah, memperoleh kelancaran dalam menjalankan tugas, serta membawa HIMA Aceh Yogyakarta semakin maju.

Namun, simbol dan seremoni tentu bukan ukuran akhir keberhasilan organisasi. Setelah acara pelantikan selesai dan tradisi peusijuek ditunaikan, pekerjaan sebenarnya justru dimulai.

Ketua panitia, Salmiah Molek, menegaskan pentingnya persaudaraan bagi masyarakat Aceh.

“Aceh itu betul-betul yang dipegang itu adalah persaudaraan,” katanya.

Baca juga:


Kalimat singkat tersebut menjadi pesan utama dalam pergantian kepengurusan HIMA Aceh Yogyakarta. Persaudaraan di tanah rantau tidak cukup hanya dirayakan melalui pertemuan, pelantikan, atau tradisi. Ia perlu diterjemahkan dalam komunikasi yang terbuka, kerja sama yang nyata, dan keputusan organisasi yang mengakomodasi kepentingan bersama.

Kepengurusan periode 2026–2029 kini memiliki pekerjaan rumah untuk membuktikan bahwa semangat persatuan tersebut bukan sekadar slogan.

HIMA Aceh Yogyakarta diharapkan semakin solid sebagai wadah masyarakat dan perantau asal Aceh, sekaligus menjadi organisasi yang terbuka, komunikatif, dan mampu membangun kolaborasi lebih luas.

Pada akhirnya, keberhasilan kepengurusan baru tidak hanya akan dilihat dari berapa banyak program yang disusun, tetapi dari seberapa jauh program tersebut dirasakan manfaatnya oleh warga Aceh di Yogyakarta dan mampu memberi kontribusi bagi masyarakat di lingkungan yang lebih luas.

 

 

Baca juga:


Pelantikan boleh meriah, peusijuek boleh penuh doa, dan slogan persaudaraan boleh terdengar sampai luar ruangan. Tetapi organisasi tidak hidup dari seremoni. Setelah kursi tamu dibereskan, kepengurusan baru HIMA Aceh Yogyakarta justru menghadapi ujian yang sesungguhnya: membuktikan persatuan dalam kerja nyata.

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #HIMAcehYogyakarta #AcehDiYogyakarta #PelantikanHIMA #MasyarakatAceh #Peusijuek #Yogyakarta

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال