GalaPos ID, Serang.
Harapan menemukan titik terang dalam pencarian speed boat Arupadatu yang hilang kontak di perairan Selat Sunda belum berujung pada kepastian. Memasuki hari keenam operasi pencarian, sejumlah benda yang sempat ditemukan tim gabungan dipastikan bukan milik penumpang Arupadatu.
Sementara itu, sesosok jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, masih menunggu hasil pencocokan DNA.
"Tiga life jacket, terpal, dan galon air sempat ditemukan dalam pencarian speed boat Arupadatu, tetapi semuanya bukan milik korban. Jenazah di Kramatwatu juga bukan korban. Kini harapan mengarah ke Pulau Enggano—DNA yang bicara, bukan cocoklogi."
Baca juga:
- Rumah Yatim Jangkau 115.527 Anak, 393 Mukim Dapat Pembinaan Intensif
- Doni Akbar Soroti Revisi UU Kadin dan Risiko Tumpang Tindih Lembaga
- Ade Ginanjar: Negara Harus Siap Sebelum Erupsi Jadi Bencana
Gala Poin:
1. Tiga life jacket, dua terpal, dan satu galon air mineral dipastikan bukan milik penumpang Arupadatu.
2. Jenazah di Muara Sungai Kali Teratai, Kramatwatu, dipastikan bukan korban hilang kontak.
3. Jenazah laki-laki di Pulau Enggano masih dalam proses identifikasi melalui pencocokan DNA.
Kepastian tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea. Ia mengatakan, benda-benda yang ditemukan di perairan Selat Sunda serta jenazah yang ditemukan di Muara Sungai Kali Teratai, Kramatwatu, tidak berkaitan dengan hilang kontaknya speed boat Arupadatu beserta para penumpangnya.
Hingga hari keenam, tim gabungan masih melakukan penyisiran sekaligus pendalaman terhadap berbagai temuan di lapangan. Artinya, setiap benda atau jenazah yang muncul dalam operasi pencarian belum serta-merta dapat dikaitkan dengan para penumpang sebelum melalui proses verifikasi.
Pada pencarian hari keenam, petugas menemukan tiga life jacket, dua lembar terpal, dan satu galon air mineral. Temuan tersebut sempat menjadi bagian dari proses pencarian, tetapi setelah diverifikasi bersama pemilik kapal, seluruh barang itu dipastikan bukan milik penumpang Arupadatu.
“Setelah kami lakukan pendalaman, termasuk mengonfirmasi dan mencocokkan dengan pemilik kapal, dipastikan benda-benda tersebut tidak berkaitan dengan penumpang speed boat Arupadatu,” kata Maruli dalam keterangan tertulis, Selasa, 15 September 2026.
Baca juga:
- Persija vs Persib di SUGBK Belum Aman, Izin Polda Metro Jaya Ditunggu
- Erupsi Gunung Anak Krakatau Ubah Warna Laut, 7 Bandara Masih Ditutup
Kepastian serupa juga diberikan terhadap jenazah yang ditemukan dua hari sebelumnya di kawasan Muara Sungai Kali Teratai, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.
Maruli menegaskan jenazah tersebut bukan merupakan salah satu korban hilang kontak. Menurut dia, kesimpulan itu diperoleh berdasarkan data primer serta hasil pemeriksaan identifikasi yang telah dilakukan tim.
Pernyataan tersebut menjadi penting di tengah pencarian yang masih berlangsung. Temuan di sekitar wilayah operasi memang dapat memunculkan dugaan, tetapi keterkaitan dengan kasus Arupadatu harus dibuktikan melalui proses identifikasi, bukan sekadar kesamaan lokasi atau waktu penemuan.
Jenazah di Pulau Enggano Masih Misteri
Berbeda dengan temuan di Kramatwatu, sesosok jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, masih membuka kemungkinan untuk ditelusuri keterkaitannya dengan penumpang Arupadatu.
Jenazah tersebut telah dievakuasi ke Polda Bengkulu dan menjalani autopsi. Namun, identitasnya belum dapat dipastikan karena proses pencocokan DNA dengan sampel keluarga penumpang yang hilang kontak masih berlangsung.
“Kami masih menunggu hasil pencocokan DNA dengan sampel keluarga penumpang yang hilang kontak,” ujarnya.
Berdasarkan koordinasi dengan Polda Bengkulu, jenazah tersebut diketahui berjenis kelamin laki-laki, memiliki tinggi badan sekitar 165 sentimeter, dan diperkirakan berusia di atas 50 tahun.
Persoalannya, kondisi wajah korban mengalami kerusakan sehingga identitas tidak dapat dipastikan hanya melalui pengenalan fisik. Pemeriksaan DNA menjadi kunci untuk memastikan siapa korban tersebut dan, bila hasilnya sesuai, apakah benar memiliki keterkaitan dengan penumpang Arupadatu.
Jangan Biarkan Temuan Berubah Menjadi Spekulasi
Dalam situasi pencarian korban, setiap temuan tentu memiliki nilai penting. Namun, temuan bukan berarti identitas, dan dugaan bukan berarti kepastian.
Karena itu, Polda Banten mengimbau masyarakat tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Hasil resmi identifikasi akan disampaikan setelah proses pemeriksaan DNA selesai.
Baca juga:
Novita Hardini Soroti Hilirisasi dan Persoalan Lahan di Tapanuli Utara
Sementara itu, jenazah laki-laki yang ditemukan di Pulau Enggano masih menjadi tanda tanya. Jawabannya tidak akan ditentukan oleh spekulasi, melainkan oleh hasil pemeriksaan DNA.
Baca juga:
.jpg)
.jpg)