GalaPos ID, Jakarta.
Angka 2.365 personel membuat pengamanan kegiatan penyampaian pendapat di depan MNC Tower, Jakarta Pusat, Senin, 28 September 2026, langsung menarik perhatian. Pertanyaannya sederhana: mengapa sebuah aksi di satu titik harus dikawal ribuan personel?
"Ketika satu aksi dikawal 2.365 personel, angka lebih dulu bicara sebelum massa menyampaikan aspirasi. Polisi menyebutnya pelayanan humanis; publik tentu berhak melihat apakah jumlah besar itu benar-benar berujung pada pengamanan yang proporsional."
Baca juga:
- Jadwal Indonesia Vs Malaysia Malam Ini, Duel Panas FIFA ASEAN Cup 2026
- Aeromodelling Kabupaten Bandung Bidik Emas Porprov Jabar 2026
- Dua Korban KM Virgo Transport 8 Ditemukan, Penyelam Jalani Pemulihan
Gala Poin:
1. Polda Metro Jaya menyiapkan 2.365 personel untuk mengamankan penyampaian pendapat DPW LSM Harimau DKI Jakarta di depan MNC Tower pada 28 September 2026.
2. Pengamanan tidak hanya menyangkut massa aksi, tetapi juga lalu lintas dan aktivitas masyarakat; 125 personel lalu lintas disiapkan, sementara 200 personel TNI turut dilibatkan.
3. Polisi mengklaim pendekatan humanis dan persuasif, sementara publik tetap memiliki kepentingan untuk mengawasi apakah pelaksanaannya proporsional, profesional, dan tidak mengganggu hak masyarakat lain.
Polda Metro Jaya menyatakan ribuan personel tersebut disiapkan untuk memberikan pelayanan dan memastikan kegiatan penyampaian pendapat oleh DPW LSM Harimau DKI Jakarta berlangsung tertib, aman, dan lancar.
Namun, di tengah besarnya jumlah personel yang disiagakan, publik tentu wajar bertanya: apa yang membuat pengamanan aksi ini mendapat perhatian dan persiapan sedemikian besar?
Berdasarkan keterangan kepolisian, sebanyak 2.365 personel gabungan disiapkan. Mereka berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, personel bantuan kendali operasi (BKO), serta unsur terkait.
Bukan hanya soal mengawal massa
Kepolisian menyebut pengamanan tidak semata-mata diarahkan untuk mengawal peserta aksi.
Ada kepentingan lain yang harus dijaga: lalu lintas, aktivitas warga, keamanan sekitar lokasi, serta pencegahan agar kegiatan penyampaian pendapat tidak berkembang menjadi gangguan ketertiban.
Baca juga:
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pelayanan kepada peserta penyampaian pendapat dilakukan dengan pendekatan persuasif dan humanis.
“Personel kami arahkan untuk memberikan pelayanan secara humanis dan persuasif, sehingga kegiatan penyampaian pendapat dapat berlangsung dengan tertib, aman dan lancar,” kata Kombes Pol Budi Hermanto, dalam keterangan yang diterima Senin, 28 September 2026.
Polda Metro Jaya juga menyiapkan personel Direktorat Lalu Lintas. Sebanyak 125 personel lalu lintas diterjunkan untuk mengatur arus kendaraan dan menjaga mobilitas masyarakat di sekitar lokasi.
Dengan demikian, angka 2.365 tidak seluruhnya berarti personel yang berhadapan langsung dengan massa aksi. Komposisi tersebut mencakup unsur pengamanan dan dukungan lain untuk mengantisipasi berbagai kebutuhan selama kegiatan berlangsung.
MNC Tower menjadi titik perhatian
Kegiatan penyampaian pendapat tersebut berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai di depan Gedung MNC Tower, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Sebelum pengamanan dimulai, personel mengikuti apel kesiapan pada pukul 07.30 WIB di halaman MNC Tower.
Dalam pengamanan tersebut, 200 personel TNI juga dilibatkan.
Besarnya pengerahan personel tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa aksi akan berlangsung ricuh. Sebaliknya, berdasarkan keterangan kepolisian, pendekatan yang disiapkan justru menekankan pencegahan, pelayanan, komunikasi, serta pengendalian situasi secara terukur.
Konteks ini penting agar angka ribuan personel tidak serta-merta dibaca sebagai tanda bahwa kericuhan pasti akan terjadi.
Polisi diminta tidak arogan
Kombes Budi menambahkan, personel di lapangan diminta menghindari tindakan arogansi maupun hal-hal yang dapat memicu konflik.
Setiap tindakan, menurut dia, harus dilakukan secara profesional, sesuai prosedur, dan terukur apabila situasi memang memerlukan.
Pesan tersebut menjadi penting karena pengamanan aksi penyampaian pendapat selalu memiliki dua kepentingan yang harus berjalan bersamaan: menjaga hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus melindungi masyarakat lain yang tetap beraktivitas di sekitar lokasi.
Baca juga:
LPKS Rumoh Rakyat Resmi Dibuka, Aceh Barat Dorong Talenta Muda Siap Kerja
Polda Metro Jaya sebelumnya juga menyatakan bahwa penyampaian pendapat merupakan hak masyarakat yang harus dihormati dan dikawal secara aman, damai, tertib, serta bertanggung jawab.
Jadi, ada apa dengan MNC?
Pertanyaan itu muncul karena titik aksi berada di depan MNC Tower dan jumlah personel yang disiapkan mencapai 2.365 orang.
Tetapi berdasarkan keterangan resmi yang tersedia, kepolisian menyebut kegiatan tersebut sebagai penyampaian pendapat oleh DPW LSM Harimau DKI Jakarta. Polisi tidak dalam keterangan yang diberikan menjelaskan adanya kericuhan atau ancaman tertentu yang menjadi alasan khusus pengerahan personel dalam jumlah tersebut.
Karena itu, informasi mengenai tujuan atau tuntutan spesifik aksi perlu dibedakan dari informasi mengenai pengamanannya. Besarnya jumlah personel merupakan fakta yang disampaikan kepolisian, sedangkan alasan lebih jauh mengenai substansi tuntutan aksi membutuhkan keterangan dari pihak penyelenggara atau sumber yang relevan.
Baca juga:
Novita Hardini Bongkar 4 Persoalan Industri: CPO, Ekspor, Lingkungan
Di sinilah publik perlu berhati-hati. Ribuan personel tidak otomatis berarti ribuan masalah. Sebaliknya, label "pengamanan humanis" juga tidak cukup hanya menjadi slogan. Ukurannya justru berada di lapangan: apakah hak menyampaikan pendapat terlindungi, apakah warga tetap dapat beraktivitas, dan apakah aparat bertindak proporsional sesuai situasi.
Polisi ajak peserta jaga ketertiban
Polda Metro Jaya mengimbau peserta menyampaikan aspirasi secara tertib dan ikut menjaga situasi tetap aman serta kondusif.
“Kami mengajak seluruh peserta untuk menyampaikan aspirasinya secara tertib dan bersama-sama menjaga situasi tetap aman serta kondusif,” pungkasnya.
Pada akhirnya, perhatian publik bukan hanya tertuju pada berapa banyak polisi yang diturunkan, tetapi juga pada bagaimana ribuan personel tersebut menjalankan tugasnya.
Sebab dalam sebuah aksi penyampaian pendapat, keamanan seharusnya bukan alasan untuk mengecilkan ruang demokrasi. Begitu pula kebebasan menyampaikan aspirasi bukan alasan untuk mengabaikan hak warga lain.
Baca juga:
PSHT Tegaskan Taat Hukum Usai Parluh Ditunda di Madiun
MNC Tower belum tentu sedang dikepung, tetapi 2.365 personel sudah disiapkan. Pertanyaannya bukan cuma “ada aksi apa?”, melainkan juga “sebanyak itu untuk mengamankan siapa dan apa?”
#AksiMNC #MNCtower #PoldaMetroJaya #AksiJakarta #HarimauDKI #GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia
.jpg)
.jpg)