SMN Telusuri Museum Konferensi Asia Afrika, Saksi Lahirnya Dasasila Bandung

GalaPos ID, Bandung.
Museum Konferensi Asia Afrika Bandung bukan sekadar destinasi wisata sejarah, melainkan tempat lahirnya salah satu peristiwa paling berpengaruh dalam diplomasi dunia. Berlokasi di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika No. 65, Kota Bandung, museum ini menyimpan kisah bersejarah ketika 29 negara Asia dan Afrika berkumpul pada 18–24 April 1955 untuk menentang kolonialisme dan melahirkan Dasasila Bandung. Penasaran apa saja koleksi ikonik, daya tarik, dan fakta menarik yang membuat Museum Asia Afrika Bandung tetap wajib dikunjungi hingga sekarang? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Di Balik Gedung Merdeka: Warisan Konferensi Asia Afrika yang Masih Relevan
Bandung pernah menjadi pusat diplomasi dunia, tetapi ironisnya banyak orang lebih hafal tempat ngopi viral daripada lokasi lahirnya Dasasila Bandung. Museum Konferensi Asia Afrika menyimpan jejak sejarah yang seharusnya terus hidup, bukan sekadar menjadi latar swafoto. Foto: SMN/Kuncoro WR

 

"Kalau Gedung Merdeka bisa bercerita, mungkin ia akan bertanya: mengapa warisan diplomasi dunia kalah ramai dibanding konten 30 detik?"

Baca juga:

Gala Poin:
1. Museum Konferensi Asia Afrika menjadi saksi lahirnya Dasasila Bandung yang mengubah arah diplomasi dunia dan menginspirasi Gerakan Non-Blok.
2. SMN bersama de Braga by ARTOTEL mengangkat kembali pentingnya wisata sejarah untuk memperkuat literasi publik dan potensi heritage Kota Bandung.
3. Museum menyimpan koleksi autentik dan nilai edukasi yang mengingatkan peran besar Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan serta perdamaian internasasional.


Museum yang diresmikan pada 24 April 1980 untuk memperingati 25 tahun Konferensi Asia Afrika itu bukan sekadar ruang penyimpanan benda bersejarah. Museum ini menjadi pusat dokumentasi, edukasi, serta pelestarian sejarah diplomasi Indonesia yang pernah menempatkan Bandung sebagai perhatian dunia.

Kesadaran terhadap pentingnya warisan sejarah tersebut mendorong Sindikasi Media Network (SMN) bersama de Braga by ARTOTEL mengunjungi Museum Konferensi Asia Afrika sebagai bagian dari eksplorasi destinasi sejarah dan budaya kawasan Braga pada Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat literasi sejarah sekaligus memperkenalkan potensi wisata heritage yang menjadi identitas Kota Bandung.

"Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen de Braga by ARTOTEL dalam menghadirkan pengalaman menginap yang terhubung dengan kekayaan sejarah dan budaya kawasan Braga," sebut SMN, dalam siaran pers yang diterima GalaPos ID, Kamis, 17 Juli 2026.

Baca juga:
KM Nurul Salsa 01 Alami Black Out, 45 Penumpang Selamat Tiba di Pelabuhan Benteng 


Selama kunjungan, peserta mengikuti tur edukatif yang dipandu edukator museum untuk memahami perjalanan Konferensi Asia Afrika, mulai dari latar belakang penyelenggaraan, peran Indonesia sebagai tuan rumah, hingga semangat solidaritas negara-negara Asia dan Afrika dalam memperjuangkan kemerdekaan, perdamaian, dan kerja sama internasional.

Pemandu museum menjelaskan bahwa Konferensi Asia Afrika merupakan konferensi internasional pertama yang mempertemukan 29 negara Asia dan Afrika. Indonesia saat itu menjadi salah satu negara sponsor bersama India, Pakistan, Burma (kini Myanmar), dan Ceylon (kini Sri Lanka). Pertemuan tersebut lahir ketika dunia masih dibayangi kolonialisme, diskriminasi rasial, serta dampak Perang Dunia II sehingga menjadi titik balik kebangkitan bangsa-bangsa Asia dan Afrika.

Di dalam museum, peserta mengamati berbagai koleksi autentik yang merekam perjalanan sejarah, mulai dari mesin tik, kamera, teleks, perlengkapan jurnalistik yang digunakan wartawan pada 1955, dokumen persiapan konferensi, hingga foto-foto renovasi Gedung Merdeka menjelang pelaksanaan Konferensi Asia Afrika.

Pengunjung juga memperoleh penjelasan mengenai perubahan nama Jalan Raja Timur menjadi Jalan Asia Afrika sebagai penanda sejarah yang mengabadikan Bandung sebagai pusat diplomasi dunia.

Bandung Pernah Mengubah Dunia, Mengapa Museum KAA Kini Jarang Jadi Prioritas?
Museum Konferensi Asia Afrika menjadi saksi lahirnya Dasasila Bandung yang mengubah arah diplomasi dunia dan menginspirasi Gerakan Non-Blok. SMN bersama de Braga by ARTOTEL mengangkat kembali pentingnya wisata sejarah untuk memperkuat literasi publik dan potensi heritage Kota Bandung. Foto: SMN/Kuncoro WR

 

Perjalanan berlanjut ke ruang sidang Gedung Merdeka, lokasi pembukaan dan penutupan Konferensi Asia Afrika. Di ruangan inilah lahir Dasasila Bandung, sepuluh prinsip yang menekankan penghormatan terhadap kedaulatan negara, perdamaian dunia, kerja sama internasional, serta penolakan terhadap segala bentuk kolonialisme. Nilai-nilai tersebut kemudian turut memengaruhi lahirnya Gerakan Non-Blok.

Gedung Merdeka sendiri memiliki sejarah panjang. Bangunan yang semula menjadi tempat berkumpul masyarakat Belanda pada masa kolonial itu diambil alih setelah Indonesia merdeka, kemudian diresmikan Presiden Soekarno sebagai Gedung Merdeka pada 8 April 1955. Nama "Merdeka" dipilih sebagai simbol kebebasan bangsa-bangsa dari penjajahan.

Bagi de Braga by ARTOTEL, kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen menghadirkan pengalaman menginap yang terhubung dengan sejarah dan budaya kawasan Braga. Lokasinya yang berada tidak jauh dari Museum Konferensi Asia Afrika mendorong wisatawan untuk mengeksplorasi jejak sejarah Kota Bandung.

Baca juga:
PTDI Buka Factory Tour, Strategi Kenalkan Industri Dirgantara kepada Generasi Muda

Sementara itu, bagi Sindikasi Media Network, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat publikasi mengenai warisan sejarah Indonesia sekaligus mengangkat potensi wisata heritage sebagai bagian penting ekosistem pariwisata nasional.
 
Di tengah tantangan rendahnya minat generasi muda terhadap sejarah, Museum Konferensi Asia Afrika mengingatkan bahwa Indonesia pernah menjadi panggung diplomasi dunia. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah sejarah itu penting, melainkan apakah bangsa ini masih bersedia belajar dari tempat yang pernah mengubah arah percaturan internasasional.

 

 

Baca juga:
Hotel de Braga by ARTOTEL Gabungkan Seni, Heritage, dan Lifestyle Bandung

Bangsa yang lupa sejarah biasanya sibuk mengejar tren. Padahal, dunia pernah belajar tentang perdamaian dari Bandung.

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #MuseumKAA #KonferensiAsiaAfrika #BandungHeritage #WisataSejarah #DiplomasiIndonesia

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال