GalaPos ID, Kab. Selayar.
Seluruh 45 penumpang KM Nurul Salsa 01 akhirnya berhasil tiba dengan selamat di Pelabuhan Benteng setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami black out di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, tetapi kejadian ini kembali membuka pertanyaan publik mengenai kesiapan armada, sistem keselamatan pelayaran antarpulau, hingga kemampuan respons darurat di wilayah kepulauan.
"Setiap kapal yang selamat patut disyukuri. Tetapi setiap insiden juga seharusnya menjadi alarm, bukan sekadar berita yang berlalu hingga kejadian serupa kembali terulang."
Baca juga:
- PTDI Buka Factory Tour, Strategi Kenalkan Industri Dirgantara Generasi Muda
- Hotel de Braga by ARTOTEL Gabungkan Seni, Heritage, dan Lifestyle Bandung
- Lume Carbon Kenalkan Teknologi Blue Carbon, Akses Air Bersih Jadi Sorotan
Gala Poin:
1. 45 penumpang KM Nurul Salsa 01 berhasil dievakuasi dengan selamat setelah kapal mengalami black out di perairan Selayar.
2. Gelombang tinggi menghambat operasi SAR dan kembali menyoroti keterbatasan armada penyelamat di wilayah kepulauan.
3. Insiden menjadi momentum untuk mengevaluasi standar keselamatan pelayaran, kelayakan kapal, dan kesiapan respons darurat demi melindungi kepentingan publik.
Dokumen resmi daftar penumpang yang diperoleh pewarta mengonfirmasi kapal tersebut mengangkut 45 orang dengan rentang usia sekitar 5 hingga 80 tahun. Selain penumpang, kapal juga membawa sejumlah sepeda motor, beras, serta ternak sapi yang menjadi kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan.
Dokumen yang diterbitkan di Jampea pada Juli 2026 itu ditandatangani Nakhoda KM Nurul Salsa 01, Merlin, sebagai bagian dari administrasi pelayaran. Keberadaan dokumen tersebut memperkuat fakta bahwa puluhan penumpang berada di atas kapal saat gangguan mesin terjadi di tengah laut.
Sebelumnya, KM Nurul Salsa 01 diketahui sempat singgah di Jampea untuk menjalani perbaikan setelah berlayar dari Benteng, Selayar. Namun, saat kembali melanjutkan perjalanan menuju Benteng, kapal diduga mengalami black out sehingga kehilangan tenaga penggerak dan tidak mampu melanjutkan pelayaran secara mandiri. Kapal kemudian ditarik hingga akhirnya bersandar dengan aman di Pelabuhan Benteng.
Di tengah proses penanganan, cuaca menjadi tantangan utama. Gelombang tinggi akibat angin musim timur membuat tim penyelamat harus menunggu armada yang lebih besar agar operasi berlangsung aman.
Baca juga:
Galaxy A27 5G Meluncur, Samsung Janjikan Update OS 6 Kali
secara terpisah, Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Didid Imawan, memerintahkan Sat Polairud memperkuat koordinasi dengan Basarnas, TNI Angkatan Laut, serta seluruh instansi terkait guna mendukung operasi penyelamatan.
“Kami telah memerintahkan personel Sat Polairud untuk memberikan dukungan penuh terhadap operasi SAR dengan terus berkoordinasi bersama Basarnas, TNI AL, dan seluruh instansi terkait. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga tim dapat bergerak menuju lokasi dan seluruh penumpang KLM Nurul Salsa dapat segera dievakuasi dalam keadaan selamat,” ujar AKBP Didid Imawan.
Menurut Kapolres, insiden tersebut juga memperlihatkan perlunya penguatan armada operasi di wilayah kepulauan. Ia mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Direktur Polairud Polda Sulawesi Selatan terkait kebutuhan kapal patroli yang mampu beroperasi di tengah gelombang tinggi.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun sebelumnya, komunikasi dengan kapal sempat terputus. Beberapa penumpang awalnya masih dapat dihubungi melalui telepon seluler sebelum seluruh sambungan akhirnya tidak lagi aktif.
“Ada empat penumpang yang saya ketahui berada di atas kapal. Saya sempat menghubungi mereka melalui telepon, tetapi sekarang sudah tidak aktif. Semoga semuanya bisa selamat,” ujar Firman, anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kabupaten Kepulauan Selayar.
Firman juga mengaku telah mencoba membangun komunikasi melalui jaringan radio, namun belum memperoleh respons dari kapal sehingga informasi mengenai posisi dan kondisi penumpang saat itu sangat terbatas.
Baca juga:
ARTOTEL Suites Aquila Bandung Tawarkan Hotel Butik Premium
Dalam upaya mendukung operasi penyelamatan, KRI Marlin-877 diberangkatkan dari Dermaga Lantamal VI Makassar menuju perairan Jampea. Selain itu, KLM Harapan Kita juga dikerahkan menuju titik pencarian di sekitar Pulau Polassi untuk mempercepat penanganan.
Insiden ini memang berakhir tanpa korban jiwa. Namun, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan pelayaran di wilayah kepulauan tidak cukup hanya bergantung pada keberhasilan evakuasi. Publik berhak mengetahui sejauh mana kesiapan armada, standar kelayakan kapal, serta kemampuan respons darurat agar insiden serupa tidak kembali mengancam keselamatan masyarakat yang setiap hari bergantung pada transportasi laut.
Baca juga:
Kurang Tidur Lebih Berbahaya dari Tidur Pakai Bra?
Syukurlah semua selamat. Namun, publik tentu berharap keselamatan pelayaran tidak terus bergantung pada doa, cuaca yang membaik, dan kapal penolong yang datang belakangan.
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #KMNurulSalsa01 #Selayar #KeselamatanPelayaran #BlackOutKapal #TransportasiLaut
.jpeg)
.jpeg)