Hipotermia di Gunung Klabat Jadi Alarm Keselamatan Pendakian Indonesia

GalaPos ID, Minahasa Utara.
Cuaca ekstrem kembali menunjukkan risikonya di jalur pendakian Indonesia. Tiga pendaki yang mengalami cedera dan hipotermia saat mendaki Gunung Klabat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat oleh Tim SAR Gabungan.

Evakuasi Dramatis di Gunung Klabat, Tiga Pendaki Alami Cedera dan Hipotermia
Gunung Klabat kembali mengingatkan bahwa alam tidak mengenal status "siap konten" atau "siap viral". Tiga pendaki selamat dari hipotermia dan cuaca ekstrem, sementara keselamatan masih sering kalah prioritas dibanding ambisi mencapai puncak. Foto: istimewa

"Mengejar puncak memang keren, tetapi alam selalu punya cara mengingatkan bahwa perlengkapan keselamatan lebih penting daripada unggahan media sosial."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Tiga pendaki berhasil diselamatkan Tim SAR Gabungan setelah mengalami cedera dan hipotermia akibat cuaca ekstrem di Gunung Klabat.
2. Basarnas mengingatkan pentingnya kesiapan fisik, perlengkapan pendakian, dan pemantauan cuaca sebelum mendaki.
3. Gunung Klabat tidak hanya destinasi wisata alam, tetapi juga kawasan strategis penyangga sumber daya air dan ekosistem Sulawesi Utara.


Ketiga pendaki tersebut yakni Stevani Laindjong (23), Kingly (29), dan Marchel (29). Mereka ditemukan di Pos Dua Gunung Klabat setelah menghadapi kondisi cuaca yang memburuk selama perjalanan menuju puncak gunung tertinggi di Sulawesi Utara tersebut.

Evakuasi dilakukan segera setelah tim penyelamat menemukan para korban. Proses penyelamatan melibatkan personel Kantor SAR Manado bersama relawan pencinta alam yang harus menghadapi medan pegunungan dan cuaca yang tidak bersahabat.

Humas Basarnas Sulawesi Utara, Nuriadin Gumeleng, mengatakan bahwa setelah korban ditemukan di Pos Dua Gunung Klabat, tim SAR gabungan langsung melakukan evakuasi untuk memastikan kondisi para pendaki mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Setelah ditemukan dalam kondisi selamat, ketiga korban langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Nuriadin, dalam keterangan yang diterima GalaPos ID, Selasa, 16 Juni 2026.

Baca juga:
Panel Surya Masuk Pesantren dan Sekolah, Generasi Hemat Energi Dimulai

Dalam operasi tersebut, Tim SAR Gabungan mengerahkan 10 personel dari Kantor SAR Manado dan 6 personel dari Forum Komunikasi Pencinta Alam Kota Manado.
 
Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan klasik dalam aktivitas pendakian di Indonesia: kesiapan menghadapi perubahan cuaca yang kerap terjadi secara tiba-tiba.
Hipotermia masih menjadi salah satu ancaman paling mematikan di kawasan pegunungan, terutama ketika pendaki kurang mempersiapkan perlengkapan dan informasi cuaca secara memadai.

Basarnas mengimbau masyarakat agar tidak menganggap remeh faktor keselamatan saat melakukan aktivitas di alam bebas.

Pendaki diingatkan untuk memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, membawa perlengkapan pendakian yang sesuai standar, serta memantau perkembangan cuaca sebelum memulai perjalanan.


Gunung Klabat, Destinasi Favorit yang Menyimpan Tantangan Alam
Gunung Klabat dengan ketinggian sekitar 1.995 meter di atas permukaan laut (mdpl) merupakan gunung tertinggi di Provinsi Sulawesi Utara. Gunung yang oleh masyarakat Tonsea dikenal sebagai Gunung Tamporok ini menjadi salah satu destinasi favorit bagi pendaki dan wisatawan alam.

Tiga Pendaki Hipotermia di Gunung Klabat Berhasil Dievakuasi Tim SAR
Humas Basarnas Sulawesi Utara, Nuriadin Gumeleng mengingatkan pentingnya kesiapan fisik, perlengkapan pendakian, dan pemantauan cuaca sebelum mendaki. Foto: istimewa

 

Jalur pendakian melalui Airmadidi umumnya ditempuh sekitar delapan jam perjalanan menuju puncak. Di kawasan puncak terdapat kawah berbentuk telaga kecil dengan air yang jernih, menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki.

Namun di balik keindahannya, Gunung Klabat menyimpan tantangan berupa perubahan cuaca yang cepat, suhu rendah, serta medan yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan jika keselamatan tidak menjadi prioritas utama.


Bukan Sekadar Gunung, Klabat Penyangga Kehidupan Sulawesi Utara
Selain dikenal sebagai destinasi wisata alam, Gunung Klabat memiliki fungsi ekologis yang sangat vital. Kawasan hutan di gunung ini menjadi daerah tangkapan air utama bagi Kabupaten Minahasa Utara dan wilayah sekitarnya.

Sedikitnya lima sistem Daerah Aliran Sungai (DAS) berhulu dari kawasan Gunung Klabat, termasuk DAS Talawaan, Girian, Sawangan, Tondano, dan Paniki. Fungsi resapan air yang dimiliki kawasan ini berperan menjaga pasokan air bersih bagi masyarakat serta membantu mengurangi risiko banjir dan longsor.

Baca juga:
83 Ribu Kopdes Merah Putih Terbentuk, Mampukah Putus Kemiskinan Desa?

Keberadaan hutan yang tetap terjaga juga menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan sumber daya air di Sulawesi Utara.

Insiden yang menimpa tiga pendaki tersebut menjadi pengingat bahwa keindahan alam pegunungan selalu datang bersama tanggung jawab keselamatan. Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata alam, kesadaran akan mitigasi risiko dan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar.

 

 

 

Baca juga:
GalaPos ID Hadirkan Paket Publikasi Media dan Promosi Digital untuk Bisnis

"Saat cuaca gunung berubah dalam hitungan menit, keberanian tanpa persiapan bisa berubah menjadi tiket evakuasi gratis oleh tim SAR."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #GunungKlabat #PendakianGunung #BasarnasSulut #Hipotermia #CuacaEkstrem

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال