GalaPos ID, Jakarta.
Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bersama dua wakil kepala BGN pada Selasa, 2 Juni 2026.
Pergantian mendadak di lembaga yang menjadi tulang punggung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu langsung memunculkan pertanyaan publik: evaluasi apa yang melatarbelakangi keputusan tersebut?
"Ketika program makan bergizi gratis terus menyedot perhatian dan anggaran, pergantian kepala BGN memunculkan satu pertanyaan sederhana: yang dievaluasi hanya orangnya atau juga sistemnya?"
Baca juga:
- Rumor ke Fakta, Adhisty Zara Umumkan Pernikahan dan Kehamilan Pertama
- Publikasi Siaran Pers Rilis Media Nasional: Jangkauan Luas, Efisiensi Tinggi
- Dari JKT48 ke Pelaminan, Adhisty Zara Resmi Menikah dengan Tsaqib
Gala Poin:
1. Presiden Prabowo mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana beserta dua wakil kepala BGN setelah proses evaluasi lembaga.
2. Nanik S. Deyang ditunjuk sebagai Kepala BGN yang baru untuk memimpin pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
3. Publik menunggu penjelasan rinci pemerintah terkait alasan pencopotan dan dampaknya terhadap perbaikan tata kelola program gizi nasional.
Keputusan tersebut diumumkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
"Pada hari ini Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," ujar Prasetyo Hadi, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.
Selain Dadan Hindayana, Presiden juga memberhentikan dua wakil kepala BGN, yakni Brigjen Polisi Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung. Sementara Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang dipercaya mengisi posisi kepala BGN yang baru.
Prasetyo menegaskan keputusan tersebut merupakan hasil evaluasi langsung Presiden terhadap pelaksanaan program prioritas nasional.
"Bapak Presiden terus melakukan monitoring, dan melakukan evaluasi terhadap seluruh kabinet, termasuk Badan Gizi Nasional," katanya.
Baca juga:
Safari Bazaar Maple Park 2026, GLCC dan PIKKO Group Perkuat UMKM dan Investasi
"Bapak Presiden memutuskan memutuskan mengangkat Nanik S Dayang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru," lanjutnya.
Dari Akademisi IPB ke Kursi Kepala BGN
Dadan Hindayana bukan sosok baru di dunia akademik. Sebelum masuk pemerintahan, ia dikenal sebagai pakar entomologi atau ahli serangga dari IPB University. Ia merupakan lulusan Fakultas Pertanian IPB, kemudian melanjutkan pendidikan magister di University of Bonn dan doktoral di Leibniz Universität Hannover, Jerman. Fokus keilmuannya sejak sarjana hingga doktor berada pada bidang serangga dan proteksi tanaman.
Dadan menjadi Kepala BGN pertama setelah lembaga tersebut dibentuk pada 2024. Ia pertama kali dilantik Presiden Joko Widodo pada 19 Agustus 2024 dan kembali dipercaya melanjutkan kepemimpinan BGN pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ironisnya, hanya beberapa bulan lalu Dadan dan jajaran pimpinan BGN menerima penghargaan tanda kehormatan dari Presiden Prabowo atas kontribusinya dalam pelaksanaan program gizi nasional. Pada Februari 2026, Dadan memperoleh Bintang Jasa Utama, sementara para wakil kepala BGN menerima Bintang Jasa Pratama.
Baca juga:
Uang Rp100 Ribu Kini Hanya Dapat Sekantong Sayur di Curup
Evaluasi atau Alarm bagi Program MBG?
Hingga pengumuman pencopotan disampaikan, pemerintah belum menjelaskan secara rinci alasan substantif di balik pergantian pimpinan BGN.
Namun dalam beberapa bulan terakhir, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis kerap menjadi sorotan publik. Berbagai kritik muncul terkait tata kelola program, efektivitas distribusi, hingga sejumlah kasus makanan bermasalah yang memicu perdebatan mengenai pengawasan kualitas.
Sebelumnya, Presiden Prabowo juga beberapa kali memberikan perhatian langsung terhadap pengelolaan BGN, termasuk soal efisiensi anggaran dan pelaksanaan teknis program di lapangan.
Pergantian pucuk pimpinan BGN kini menjadi sinyal bahwa pemerintah menginginkan percepatan sekaligus perbaikan tata kelola terhadap program yang menyerap anggaran negara dalam jumlah besar dan menyentuh jutaan penerima manfaat.
Baca juga:
Krisis Sampah di Cirebon, TPS Palimanan Meluap hingga Picu Kemacetan
Bagi publik, pergantian ini bukan sekadar soal siapa yang duduk di kursi kepala BGN. Yang lebih penting adalah apakah evaluasi tersebut akan menghasilkan perbaikan nyata terhadap kualitas pelayanan, transparansi anggaran, serta keamanan program yang menyangkut kebutuhan gizi generasi muda Indonesia.
Sebab pada akhirnya, yang dipertaruhkan bukan hanya jabatan pejabat negara, melainkan keberhasilan program nasional yang dibiayai oleh uang rakyat.
..Fin
Baca juga:
Backlink Dofollow Masih Jadi Raja? Ini Fakta SEO yang Jarang Dibahas
"Baru empat bulan lalu mendapat penghargaan dari Presiden, kini Dadan Hindayana justru dicopot dari kursi Kepala BGN. Di negeri yang sering lebih cepat mengganti pejabat daripada menjelaskan masalah, publik kembali menunggu: apa sebenarnya hasil evaluasinya?"
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #PrabowoSubianto #DadanHindayana #BadanGiziNasional #MakanBergiziGratis #PolitikIndonesia
.jpg)
.jpg)