GalaPos ID, Jakarta.
Antusiasme publik terhadap Piala Dunia 2026 memunculkan satu pertanyaan yang terus berulang di mesin pencari: di mana masyarakat bisa menonton pertandingan secara gratis? Jawabannya ternyata tidak berada di website resmi TVRI.
Meski TVRI menjadi pemegang hak siar Piala Dunia 2026 di Indonesia, pertandingan tidak ditayangkan secara gratis melalui platform TVRI.go.id.
"Ketika publik sibuk mengetik 'live streaming gratis', jawabannya malah ada di benda yang hampir terlupakan: antena televisi."
Baca juga:
- Curi Motor di 18 TKP, Residivis Jember Kembali Masuk Penjara
- Cara Nonton Piala Dunia 2026 di HP dan TV, Simak Panduan TVRI dan FolaPlay
- Dari Pedalaman Kalimantan ke Dunia Profesional, Perjalanan Inspiratif Nur Asfia
Gala Poin:
1. TVRI memegang hak siar Piala Dunia 2026 di Indonesia.
2. Siaran gratis tersedia melalui TV digital dan TV analog yang menggunakan STB.
3. Streaming online hanya tersedia melalui platform berbayar MAXStream dan Folaplay.
Kondisi ini memicu kebingungan sebagian masyarakat yang mengira seluruh layanan digital TVRI akan menayangkan pertandingan secara langsung.
Bagi masyarakat yang ingin menonton tanpa biaya tambahan, akses gratis justru tersedia melalui siaran televisi digital. Pengguna cukup memiliki televisi digital atau televisi analog yang sudah terhubung dengan Set Top Box (STB) dan antena yang berfungsi baik.
TVRI memastikan seluruh pertandingan yang menjadi hak siarnya dapat diakses masyarakat melalui kanal televisi digital tanpa perlu berlangganan layanan tertentu.
Di sisi lain, masyarakat yang memilih menonton melalui perangkat seluler atau laptop harus menggunakan layanan streaming resmi yang bekerja sama dengan TVRI. Dua platform yang tersedia adalah MAXStream dan Folaplay.
Baca juga:
Dari Cagar Budaya ke Canda Bahagia, Potret Humanis Dinas Kebudayaan Makassar
Di tengah tingginya minat masyarakat terhadap sepak bola, pemerintah juga melihat momentum Piala Dunia sebagai penggerak ekonomi lokal.
Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga, Tsamara Amany, menilai siaran gratis melalui TVRI memiliki dampak yang jauh melampaui aspek hiburan.
"Siaran gratis Piala Dunia 2026 melalui TVRI akan memberikan dampak ekonomi dan sosial yang luas," ujar Tsamara Amany dalam agenda sosialisasi Piala Dunia 2026.
Menurut Tsamara, tingginya antusiasme masyarakat berpotensi menggerakkan aktivitas UMKM, warung kopi, hingga pelaku usaha kecil yang menggelar kegiatan nonton bareng.
![]() |
| Siaran gratis tersedia melalui TV digital dan TV analog yang menggunakan STB. Streaming online hanya tersedia melalui platform berbayar MAXStream dan Folaplay. Foto: ilustrasi |
Pandangan serupa disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid. Dalam program perluasan akses publik terhadap Piala Dunia 2026, pemerintah berencana menambah sekitar 200 titik nonton bareng di berbagai daerah.
"Pemerintah akan menambah sekitar 200 titik nonton bareng Piala Dunia 2026 melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas, dan mitra strategis," kata Meutya Hafid.
Langkah tersebut disebut bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap siaran Piala Dunia sekaligus memperkuat semangat persatuan dan kebersamaan.
Meski demikian, fakta bahwa website resmi TVRI tidak menayangkan pertandingan menjadi catatan penting bagi publik. Di tengah transformasi digital yang terus digaungkan, akses gratis justru masih bergantung pada infrastruktur televisi digital konvensional.
Bagi masyarakat, pesan utamanya sederhana: jika ingin menonton Piala Dunia 2026 secara gratis, jangan hanya mencari tautan streaming. Pastikan televisi digital dan antena di rumah berfungsi dengan baik.
Baca juga:
Video Pesta Gay Karawang, Polisi Telusuri Dugaan Pelanggaran Kesusilaan
"Di negeri yang hobi berburu link gratis, ternyata Piala Dunia 2026 justru lebih mudah ditonton lewat antena dibanding lewat website resmi."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #PialaDunia2026 #TVRI #StreamingBola #TVDigital #NobarIndonesia
.jpeg)
.jpg)