GalaPos ID, Makassar.
Di tengah tuntutan birokrasi, target kerja, dan tanggung jawab pelestarian warisan budaya, ada satu hal yang sering luput dari sorotan publik: hubungan antarmanusia yang menjadi fondasi sebuah institusi.
Momen itu terlihat dalam perayaan ulang tahun salah satu staf Bidang Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Arjuna Asnan Amin PS yang berlangsung sederhana namun penuh makna pada Kamis, 11 Juni 2026.
"Di tengah birokrasi yang sering dicap dingin dan formal, sebuah perayaan ulang tahun sederhana membuktikan bahwa rasa kekeluargaan ternyata masih hidup—dan belum masuk daftar inventaris barang milik daerah."
Baca juga:
- Video Pesta Gay Karawang, Polisi Telusuri Dugaan Pelanggaran Kesusilaan
- Aklamasi di Munas HIPMI, Ade Jona Nahkodai Organisasi Pengusaha Muda
- SWA dan LM FEB UI: Perusahaan Harus Rekayasa Kinerja Manusia di Era AI
Gala Poin:
1. Perayaan ulang tahun staf Bidang Cagar Budaya menjadi simbol kuatnya hubungan kekeluargaan di lingkungan Dinas Kebudayaan Kota Makassar.
2. Kebersamaan pegawai dinilai menjadi modal sosial penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, nyaman, dan produktif.
3. Momen sederhana tersebut memperlihatkan sisi humanis birokrasi yang jarang terekspos di tengah sorotan publik terhadap kinerja dan administrasi pemerintahan.
Perayaan yang digelar di Ruang Bidang Cagar Budaya tersebut dihadiri jajaran pimpinan dan pegawai Dinas Kebudayaan Kota Makassar. Hadir pula mantan Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Makassar yang kini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Kepala Bidang Cagar Budaya Haryanti Ramli, para kepala bidang, serta staf lainnya.
Yang menjadi perhatian bukan sekadar perayaan ulang tahun itu sendiri, melainkan kuatnya ikatan sosial yang tercermin dari berbagai bentuk perhatian yang diberikan. Hidangan dan kue ulang tahun datang dari rekan kerja, sahabat, keluarga, hingga komunitas pertemanan Pandawalim5.
Dukungan juga mengalir dari saudara kandung dan keluarga dekat yang turut berbagi kebahagiaan melalui berbagai sajian.
Fenomena sederhana ini memperlihatkan bahwa di balik struktur organisasi dan rutinitas pelayanan publik, terdapat ruang kemanusiaan yang mampu memperkuat solidaritas internal.
Baca juga:
Fatoni: Kemandirian Fiskal Daerah Ditentukan Keberanian Berinovasi
Dalam banyak institusi, suasana kerja yang harmonis kerap menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas sekaligus membangun lingkungan kerja yang sehat.
"Saya sangat bersyukur dan bahagia atas perhatian dari keluarga besar Dinas Kebudayaan Kota Makassar, sahabat-sahabat Pandawalim5, keluarga, serta semua teman yang telah berbagi kebahagiaan di hari istimewa ini. Terima kasih atas doa dan kebersamaannya," ujar Arjuna.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Cagar Budaya, Haryanti Ramli, menilai kebersamaan menjadi salah satu modal sosial yang penting dalam lingkungan kerja.
"Kebersamaan seperti ini adalah kekuatan yang membuat lingkungan kerja terasa hangat, nyaman, dan penuh semangat kekeluargaan," tuturnya.
Bagi publik, peristiwa semacam ini mungkin terlihat sederhana. Namun, di tengah citra birokrasi yang sering dianggap kaku dan formal, momen kebersamaan tersebut menunjukkan sisi lain pelayanan publik yang lebih manusiawi. Sebab pada akhirnya, keberhasilan sebuah lembaga tidak hanya ditentukan oleh sistem, regulasi, atau capaian program, tetapi juga oleh kualitas hubungan antarorang yang menjalankannya.
![]() |
| Perayaan ulang tahun staf Bidang Cagar Budaya menjadi simbol kuatnya hubungan kekeluargaan di lingkungan Dinas Kebudayaan Kota Makassar. Foto: istimewa |
Dinas Kebudayaan Kota Makassar sendiri memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah daerah menjalankan urusan kebudayaan. Tugasnya meliputi pelestarian cagar budaya, pengelolaan sejarah daerah, pengembangan kesenian dan tradisi lokal, hingga fasilitasi berbagai kegiatan budaya yang bertujuan menjaga identitas dan warisan budaya masyarakat Makassar.
Di balik tugas besar menjaga jejak sejarah dan kebudayaan itu, tersimpan kisah-kisah sederhana tentang kebersamaan yang menjadi energi bagi para pelakunya. Sebuah potret kecil yang mengingatkan bahwa budaya tidak hanya diwariskan melalui bangunan bersejarah atau tradisi, tetapi juga melalui nilai-nilai kebersamaan yang hidup di tengah masyarakat dan lingkungan kerja.
Baca juga:
Dari Kafe ke Pasar Global, WFC Akbar Jadi Ruang Tumbuh Talenta Digital
"Ketika sebagian kantor sibuk mengejar target dan tanda tangan berlapis, Dinas Kebudayaan Makassar justru menunjukkan bahwa perhatian antarsesama masih menjadi aset yang belum bisa digantikan oleh sistem digital mana pun.
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #DinasKebudayaanMakassar #MakassarHariIni #PelestarianBudaya #ASNHumanis #KebersamaanPegawai

