Seni, Difabel, dan Pasar: Misi Panasonic-GOBEL Lewat ART with HEART 2026

GalaPos ID, Jakarta.
Seni sering dipromosikan sebagai bahasa universal yang melampaui batas fisik dan sosial. Namun dalam praktiknya, akses menuju dunia seni profesional tetap tidak mudah, terutama bagi seniman difabel.

Seni, Difabel, dan Pasar: Misi Panasonic-GOBEL Lewat ART with HEART 2026
ART with HEART 2026 bukan sekadar pameran seni amal. Program ini mencoba membawa seniman difabel masuk ke pasar kreatif profesional, di tengah industri seni yang selama ini lebih ramah pada nama besar dan kolektor berdompet tebal. Foto: istimewa
 

"Indonesia sering bangga bicara inklusivitas di seminar, tetapi lupa memberi ruang kerja nyata. ART with HEART mencoba melakukan keduanya sekaligus."

Baca juga:

Gala Poin:
1. ART with HEART 2026 menghadirkan pameran dan business matching bagi seniman difabel.
2. Panasonic-GOBEL mendorong akses pasar profesional untuk karya seni difabel.
3. Program ini menyoroti tantangan inklusivitas dalam industri seni Indonesia. 


Situasi itulah yang coba dijawab melalui ART with HEART 2026, program tahunan Panasonic-GOBEL Group yang kembali digelar pada 21–24 Mei 2026 di Gandaria City.

Memasuki tahun ketiga, program ini tidak lagi sekadar menghadirkan pameran karya, tetapi mulai diarahkan menjadi ruang ekonomi kreatif yang membuka peluang kerja sama profesional bagi seniman difabel.

Melalui tema “KAMI”, Panasonic-GOBEL mencoba membangun pesan bahwa inklusivitas tidak cukup berhenti pada slogan sosial, melainkan harus terhubung dengan akses pasar dan kesempatan berkembang.

Perwakilan Panasonic-GOBEL Group M. Arif Rachmat Gobel mengatakan bahwa perusahaan ingin menjadikan seni sebagai medium pemberdayaan sosial yang berkelanjutan.

“Seni menjadi jembatan menuju kemandirian. Kami ingin menciptakan peluang nyata agar seniman difabel dapat berkembang secara mandiri, termasuk melalui kolaborasi dan akses pasar,” ujar Arif Rachmat Gobel, Kamis, 21 Mei 2026.

Baca juga:
Dari Chat Genit hingga Sentuhan Fisik, Dugaan Pelecehan di UIN Solo Menguat 


ART with HEART 2026 menghadirkan dua agenda utama, yakni charity art fair dan business matching. Sebanyak 70 karya seni dari 38 seniman senior dan seniman difabel dipamerkan untuk membuka peluang pendapatan sekaligus memperluas apresiasi publik terhadap fine art Indonesia.

Sebagian hasil penjualan karya juga akan dialokasikan untuk mendukung program pemberdayaan seniman difabel melalui yayasan yang terlibat.

Tidak hanya itu, pengunjung juga diajak mengikuti aktivitas kreatif seperti tote bag painting dan social media challenge untuk memperluas keterlibatan publik terhadap isu inklusivitas.

Kurator pameran Ina Silas menilai dukungan ruang publik dan eksposur menjadi faktor penting bagi perkembangan seniman difabel Indonesia.

“Seni rupa Indonesia telah mendapatkan banyak apresiasi di berbagai event seni internasional. Saya berharap karya seni rupa seniman berkebutuhan khusus juga bisa mendapatkan apresiasi yang sama dari masyarakat dan pecinta seni, dan semakin banyak karya mereka mengisi ruang-ruang galeri maupun kegiatan art fair. Eksposur yang luas, sebagaimana yang dilaksanakan oleh Panasonic-GOBEL, akan menjadi motivasi bagi seniman difabel untuk terus mengasah dan mengembangkan kemampuan mereka,” kata Ina Silas, Kamis, 21 Mei 2026.

Dari Galeri ke Pasar Profesional, ART with HEART 2026 Buka Jalan Baru Seniman Difabel
Di tengah mahalnya harga lukisan dan murahnya apresiasi seniman lokal, ART with HEART mencoba membuktikan bahwa karya difabel bukan sekadar pajangan belas kasihan. Foto: istimewa

 

Meski membawa semangat inklusif, tantangan besar tetap ada. Industri seni Indonesia masih cenderung terpusat pada kolektor elite dan ruang galeri tertentu. Akibatnya, banyak seniman berbakat — termasuk dari kelompok difabel — kesulitan memperoleh akses pasar yang berkelanjutan.

Karena itu, keberhasilan ART with HEART tidak hanya akan diukur dari ramainya pengunjung atau banyaknya karya terjual, tetapi dari seberapa jauh program ini benar-benar mampu mengubah kehidupan para seniman difabel dalam jangka panjang.

 

 

Baca juga:
Dugaan Kongkalikong Tender Proyek Pipa Gas Cisem Rp Triliunan, Ini Putusan KPPU

"ART with HEART 2026 bukan sekadar pameran seni amal. Program ini mencoba membawa seniman difabel masuk ke pasar kreatif profesional, di tengah industri seni yang selama ini lebih ramah pada nama besar dan kolektor berdompet tebal."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #ARTwithHEART2026 #PanasonicGobel #SeniIndonesia #DifabelBerkarya #Inklusivitas

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال