GalaPos ID, Jakarta.
PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) memutuskan membagikan dividen tunai Rp170 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026. Total nilai dividen mencapai Rp451,89 miliar atau setara dividend yield sekitar 16 persen.
"Pasar otomotif disebut menantang, tapi cuan investor tetap jalan terus tanpa lampu merah."
Baca juga:
- Alexia Putellas Dipuja, Real Sociedad Diam-Diam Guncang Barcelona
- DJP Kejar Tunggakan Pajak, Tapi Realisasi Baru 20 Persen: Ada Apa?
- TRIV Group Salurkan Tujuh Ekor Sapi Kurban, Apa Motif Aksi Sosial
Gala Poin:
1. MPMX membagikan dividen Rp451,89 miliar di tengah pelemahan industri otomotif.
2. Laba bersih perusahaan turun 19 persen sepanjang 2025.
3. Pasar modal merespons positif meski daya beli masyarakat masih tertekan.
Kebijakan tersebut datang di tengah kondisi industri otomotif nasional yang masih menghadapi tekanan pelemahan daya beli masyarakat dan pembiayaan kendaraan.
Respons pasar terlihat cepat. Saham MPMX naik 5,31 persen ke level Rp1.090 pada perdagangan Selasa, 26 Mei 2026. Nilai transaksi saham mencapai Rp38,57 miliar dengan frekuensi perdagangan sebanyak 4.756 kali.
Phintraco Sekuritas menilai dividend yield tinggi menjadi faktor utama yang menarik perhatian investor.
“Adapun harga pasar MPMX di 1.090 sehingga dividend yield 15,60%,” sebut catatan Phintraco Sekuritas dikutip Rabu, 27 Mei 2026.
Namun di balik euforia pasar tersebut, performa laba perusahaan justru mengalami penurunan.
Baca juga:
Wortel dan Diabetes: Mitos, Fakta, dan Nutrisi Penting di Dalamnya
Di tengah situasi itu, perusahaan mengklaim tetap menjaga disiplin operasional dan efisiensi biaya untuk mempertahankan kualitas bisnis.
Group Chief Executive Officer MPMX, Suwito Mawarwati, mengatakan perusahaan memilih strategi yang lebih adaptif menghadapi tekanan industri.
“Tahun 2025 menjadi periode yang penuh dinamika bagi industri otomotif dan mobilitas nasional yang mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kehati-hatian, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pasar,” kata Suwito, Rabu, 27 Mei 2026.
![]() |
| Rakyat menghitung bunga cicilan, investor menghitung dividend yield. Foto: istimewa |
Suwito juga menilai peningkatan dividen mencerminkan optimisme perusahaan terhadap masa depan bisnisnya.
“Peningkatan dividen tahun ini mencerminkan komitmen perseroan untuk terus memberikan nilai yang berkelanjutan kepada para pemegang saham, sekaligus mencerminkan keyakinan kami terhadap kekuatan fundamental dan prospek jangka panjang Perseroan,” ujar Suwito.
Meski demikian, sejumlah indikator valuasi menunjukkan pasar masih berhati-hati. PBV MPMX berada di level 0,78 kali dan PER sebesar 10,09 kali TTM.
Baca juga:
Dolar AS Menggila, Rupiah dan Emas Jadi Korban Ketidakpastian Global
Bagi sebagian investor, valuasi tersebut dianggap murah dan menarik. Namun bagi publik luas, muncul pertanyaan lain: apakah keuntungan besar di pasar modal benar-benar mencerminkan pemulihan ekonomi masyarakat?
MPMX merupakan perusahaan otomotif dan mobilitas yang berdiri sejak 1987. Perseroan memiliki bisnis distribusi motor Honda, mobil bekas, asuransi, rental kendaraan, hingga pembiayaan.
Di tengah tekanan ekonomi nasional, kisah MPMX memperlihatkan jurang yang makin nyata antara optimisme investor dan kemampuan belanja masyarakat sehari-hari.
Baca juga:
Bangun Retail Modern, Maree Mart Andalkan Sistem Digital
Ketika masyarakat makin akrab dengan tenor cicilan panjang, investor pasar modal justru menikmati “diskon kekhawatiran” lewat dividen jumbo. Bursa tampaknya punya cuaca ekonomi sendiri.
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #DividenMPMX #SahamOtomotif #BEI2026 #EkonomiIndonesia #InvestorSaham

